Buruh Tuntut Penegakan Hukum Adil

MALANG-Peringati Hari Buruh, Solidaritas Perjuangan Buruh Indonesia (SPBI) selenggarakan seminar Peran dan Fungsi Pengawas Ketenagakerjaan dan Kriminalisasi Pengurus Serikat Buruh. Seminar yang diadakan pada Senin (2/5) 2011 di Gedung Ikatan Alumni (IKA) Universitas Brawijaya (UB) itu mendatangkan Djaka dari Dinas Tenaga Kerja Kota, Eko dari Kabupaten Malang, Deky HS Kabid Hukum Kapolresta Malang, Ummu Hilmy selaku praktisi hukum UB, dan Luthfi selaku Ketua Umum SPBI.
Andi Irfan, anggota SPBI, menyatakan, “Selama ini perlindungan hukum terhadap buruh lemah sekali. Bahkan buruh yang memperjuangkan hak normatifnya seperti gaji Upah Minimum Kota (UMK) akhirnya dikriminalisasikan,” ucapnya.
SPBI Malang yang diketuai Luthfi menyebutkan berbagai contohnya. “Contoh paling dekat terjadi di Jawa Timur. Di Pasuruan buruh bermana Pujianto dan Jazuli dipidanakan di pengadilan. Dasar yang dipakai dalam pelaporan adalah gugatan yang mereka buat di PHI,” terangnya. Contoh lainnya dibeberkan oleh Ummu, mulai dari pertengkaran antar buruh sampai kesalahan pengutipan oleh wartawan namun dilempar ke buruh.
Andi memandang aneh reaksi pengusaha ke buruh. “Buruh yang melaporkan pelanggaran pengusaha ke polisi dilaporkan atas pencemaran nama baik. Buruh yang berdemo dikriminalisasikan atas dalih memasuki pekarangan orang. Semuanya itu kan memakai pasal-pasal karet dari undang-undang hukum pidana,” paparnya.
Keluhan ini juga dilontarkan Ratmoko dari Serikat Buruh Sosialis Malang (SBSIM). “Selama ini selalu ada pembiaran. Bentoel saja banyak pabriknya yang merupakan buruh kontrak. Kenapa itu dibiarkan? Padahal sesuai UU no 13 itu kan dilarang. Namun fakta di lapangan malah banyak buruh kontraknya,” sebutnya.
Ratmoko menambahkan bahwa saat kawan-kawannya di SBSIM mengadukan pelanggaran hukum mereka malah diPHK pemilik perusahaan. Ia juga mengeluhkan banyak buruh yang tidak diikutkan Jamsostek oleh pemilik pabrik. “Akibatnya pernah ada kasus dimana ada anak baru training, kecelakaan, tangannya putus. Langsung dilarikan ke Panti Nirmala namun selang beberapa hari, dipindah ke RSU dengan dalih biaya karena korban tidak ikut asuransi,” keluhnya.
Andi kemudian menyimpulkan bahwa ini karena peran negara dalam perlindungan buruh masih lemah. “Disnaker memang tidak melakukan penindakan malah melakukan pembiaran terhadap pelanggaran itu,” kritiknya.
Di sisi lain Djaka Ritamtama dari Disnaker Kota Malang menjelaskan bahwa Disnaker juga menghadapi kendala dari transparansi perusahaan dan segi SDM. “Contohnya pengawas untuk Kabupaten Malang itu hanya dua orang,” ucapnya.
Terkait itu Andi lantas membantah bila tidak adanya tindakan tegas ini karena minimnya SDM Disnaker. “Sebenarnya memang tidak ada keberpihakan terhadap buruh. Kalaupun ada itu pun sangat kecil. Ini bukan masalah SDM. Buktinya banyak juga oknum pengawas yang juga jadi konsultan perusahaan,” ungkapnya.
Berbeda dengan Andi, Caping mewakili SBSIM tidak hanya mengkritik namun menyatakan tidak percaya sama sekali pada Disnaker. “Karena itu semua pelanggaran akan kita laporkan langsung ke polisi,” serunya.
Menanggapi hal itu, Deky HS menjelaskan bahwa selama ini polisi juga kesulitan. “Kadang laporan yang masuk bukan benar-benar dari buruh pabrik bersangkutan,” keluhnya. Selain itu kadang dari buruh sendiri tidak paham mengenai proses hukum dan apa saja bukti yang perlu dilengkapi. “Namun kami tegaskan bahwa semua proses hukum tetap kami jalankan. Kalaupun misalkan ada intervensi dari pihak tertentu, saya akan mundur,” tegasnya.
Terkait itu Ummu Hilmy kemudian menyarankan agar polisi, Disnaker, serta serikat buruh duduk bersama. “Kita buatlah sebuah workshop kecil mengenai bagaimana cara memproses hukum terkait masalah perburuhan. Sehingga bisa meringankan semua pihak,” usulnya yang kemudian disepakati oleh semua peserta seminar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

MENA Solidarity Network

Solidarity with Workers in the Middle East

Indonesian Peoples' Alliance (IPA)

Movement for Peoples Sovereignty and Trade to Serve the Peoples!

Maruti Suzuki Workers Union

Inquilab Zindabad! Mazdoor Ekta Zindabad!

wonosobo bergerak

Pijar Harapan untuk Rakyat

WONOSOBO BERGERAK

Pijar Harapan untuk Rakyat

SEKBER

sekolah bersama

Jurnal Ari

Coretan iseng pengelana

Insatiable Booksluts

Voracious readers tell you if that book is going to suck.

Ughytov's Blog

Just another WordPress.com site

Shiraz Socialist

Because there have to be some lefties with a social life

LKIP

Lembar Kebudayaan IndoPROGRESS

Partai Rakyat Pekerja Komite Kota Makassar

SOSIALISME, Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja. SOSIALISME, Solusi Bagi Krisis Kapitalisme

boemipoetra

In A Time Of Universal Deceit, Telling The Truth Is A Revolutionary Act

Berita Buruh Indonesia

sebagai SEKOLAH PERANG, SERIKAT BURUH TIDAK terkalahkan

Working Indonesia

A Blog Covering Labor Activism in Indonesia

ARTIKEL BURUH

buruhberjuang.wordpress.com

Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung

SATU dan BERSATU oleh PERS & karena MAHASISWA

Home

One voice, unify power, unify actions for workers rights

%d blogger menyukai ini: