Siapa yang terbaik antara BIN, ABRI, dan Kepolisian di Orde Baru?

Pada suatu hari di masa Orde Baru tiga orang pimpinan dari Kepolisian, ABRI, dan Badan Intelijen Nasional bertemu. Mereka saling menyombongkan bahwa pihak masing-masing punya kemampuan terbaik dalam menangkap aktor pengganggu stabilitas negara, baik berupa kalangan pemberontak, bandar narkoba, maupun kalangan teroris. Soeharto sebagai pemimpin tertinggi di Indonesia kemudian menginstruksikan Menteri Pertahanan untuk membuat program untuk menguji kemampuan mereka masing-masing. Program tersebut dilakukan di tiga wilayah berbeda dari hutan belantara di Kalimantan dengan metode sederhana:melepaskan seekor kelinci ke dalam hutan dan pemenangnya adalah pihak yang mampu menemukan kelinci tersebut dalam kurun waktu tercepat.

Pihak Intelijen dari BIN mendapat giliran pertama.
Mereka membuat tim yang terdiri dari investigator, informan lapangan, dan kelompok think tank rahasia yang dibina langsung oleh para pelatih dari CIA, NSA, bahkan MOSSAD. Sayangnya setelah satu bulan berlalu tetap tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan kelinci tersebut. Pihak BIN kemudian membuat serangkaian analisis yang didokumentasikan sebagai The Rabbit Paper dengan kesimpulan inti:Kelinci tersebut telah berpindah hutan dan awas bahaya laten kelinci.

Pihak ABRI kemudian mendapat giliran kedua di hutan yang berbeda.
Merasa terdorong untuk memperoleh hasil lebih baik dibandingkan BIN, pihak ABRI mengerahkan semua sumberdaya dan kemampuannya. Angkatan Laut mengirimkan Pasukan Katak untuk menyerbu pesisir-pesisir, Angkatan Udara mengerahkan pesawat-pesawat herkules untuk menerjukan pasukan-pasukan penerjun payung ke beberapa titik strategis, dan Angkatan Darat mengirimkan batalyon-batalyon terbaiknya dengan dilengkapi peralatan tempur terbaik untuk medan hutan belantara sejak Perang Vietnam. Satu tahun berlalu dengan hasil nihil. Selanjutnya armada ditarik dan hutan itu dibombardir dari segala penjuru.Hutan itu kemudian rata dengan tanah dan semua makhluk hidup di dalamnya terpanggang tanpa terkecuali. Akhirnya kelinci tersebut berhasil diketemukan dalam kondisi hangus, hitam legam, mati.

Pihak Kepolisian mendapat giliran terakhir dengan wilayah hutan berbeda pula.
Dengan sumberdaya lebih kecil daripada pihak ABRI, dan dengan medan hutan yang lebih luas, pihak kepolisian diragukan keberhasilannya baik oleh pihak BIN maupun ABRI. Namun berselang satu hari kemudian pihak kepolisian bersama seluruh pasukannya telah keluar dari hutan belantara. Terkesan dengan keberhasilan kepolisian yang luar biasa, Menteri Pertahanan langsung menghubungi Presiden Soeharto. Keduanya langsung menuju lokasi dengan pengawalan khusus untuk memberikan penghargaan terhadap prestasi kepolisian. Sampai disana dia disambut oleh pimpinan Kepolisian yang membawa keledai yang badannya lebam-lebam, matanya memar sebelah, rambutnya rontok, kakinya pincang, dan ada bekas sundutan rokok disana-sini, sambil berteriak-teriak:
“AMPUN! AMPUN! SAYA MENGAKU SAYALAH KELINCI!!! TOLONG JANGAN SIKSA SAYA LAGI!!!”
(diadopsi dengan banyak gubahan dari aneka-humorpolitik.blogspot.com (anekdot serupa juga muncul dalam Palestine karya Joe Sacco))

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

MENA Solidarity Network

Solidarity with Workers in the Middle East

Indonesian Peoples' Alliance (IPA)

Movement for Peoples Sovereignty and Trade to Serve the Peoples!

Maruti Suzuki Workers Union

Inquilab Zindabad! Mazdoor Ekta Zindabad!

wonosobo bergerak

Pijar Harapan untuk Rakyat

WONOSOBO BERGERAK

Pijar Harapan untuk Rakyat

SEKBER

sekolah bersama

Jurnal Ari

Coretan iseng pengelana

Insatiable Booksluts

Voracious readers tell you if that book is going to suck.

Ughytov's Blog

Just another WordPress.com site

Shiraz Socialist

Because there have to be some lefties with a social life

LKIP

Lembar Kebudayaan IndoPROGRESS

Partai Rakyat Pekerja Komite Kota Makassar

SOSIALISME, Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja. SOSIALISME, Solusi Bagi Krisis Kapitalisme

boemipoetra

In A Time Of Universal Deceit, Telling The Truth Is A Revolutionary Act

Berita Buruh Indonesia

sebagai SEKOLAH PERANG, SERIKAT BURUH TIDAK terkalahkan

Working Indonesia

A Blog Covering Labor Activism in Indonesia

ARTIKEL BURUH

buruhberjuang.wordpress.com

Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung

SATU dan BERSATU oleh PERS & karena MAHASISWA

Home

One voice, unify power, unify actions for workers rights

%d blogger menyukai ini: