Klarifikasi Hubungan antara Anarki dan Kekerasan

Black Bloc Kontra Polisi

Sejak peristiwa di Bima hingga insiden di bandara Kalimantan, kekerasan selalu diidentikkan dengan anarkisme. Sebaliknya tindakan anarkis juga dianggap sinonim dengan tindak kekerasan. Sama seperti salah kaprah Minal Aidzin Wal Faizin disamakan dengan maaf lahir batin, penyamaan arti kekerasan dengan anarki sudah melahirkan salah kaprah yang parah. Baik sengaja maupun tidak sengaja media-media jurnalistik tingkat nasional macam RCTIIndosiar, Jawa Pos, dan media-media lain turut menyumbang misinformasi kepada masyarakat bahwa anarkisme sama dengan aksi kekerasan. Ini akibat penyematan istilah ‘anarkis’ pada tiap tindak kekerasan yang dimuat berita-berita tanpa disertai penjelasan kepada pembaca mengenai apa itu anarki.

Anarki adalah kata serapan dari bahasa Inggris:Anarchy. Kata ini lahir dari bentuk awalan “a” yang berarti tidak, tanpa, atau negasi, disisipi dengan “n” saat digabung dengan “Archos” yang berarti pemerintahan atau kekuasaan.[i] Dengan begitu secara harafiah, Anarchos atau Anarki bermakna suatu keadaan tanpa adanya pemerintah atau pihak yang berkuasa.[ii] Sedangkan Anarkis adalah penganut ajaran Anarkisme yang mana Anarkisme berarti paham yang bertujuan untuk menciptakan masyarakat tanpa negara, tanpa kelas, dan tanpa hirarki. Mereka memandang bahwa selama ada  golongan dominan yang berkuasa terhadap golongan lain, baik dalam bentuk negara, institusi, organisasi, ataupun kelas-kelas masyarakat tertentu, maka penindasan akan tetap ada.

Menurut kaum anarkis, ketiadaan hukum dan otoritas dalam anarki tidak dapat diterjemahkan dengan serta merta menjadi munculnya kekerasan, kekacauan, atau kerusuhan seperti anggapan banyak orang. Ini disebabkan, kaum anarkis percaya bahwa dengan hilangnya otoritas formal itulah maka kebebasan manusia dari penindasan bisa benar-benar terwujud.

Lantas mengapa anarkisme dikaitkan erat dengan kekerasan? Hal ini sebenarnya baik secara langsung atau tidak langsung diakibatkan oleh konsep salah satu kelompok anarkis yaitu konsep propaganda of the deed atau “propaganda perbuatan.”[iii] Propaganda perbuatan atau attentat ini diajukan oleh sejumlah tokoh anarkis terkemuka pada abad 19, dan dikaitkan dengan sejumlah tindak kekerasan. Konteksnya terjadi pada akhir abad 19, dimana serikat buruh-serikat buruh anarkis menerapkan taktik pemogokan umum. Tindakan ini seringkali dihantam dengan kekerasan bahkan beberapa pemogokan juga berakhir dengan pembantaian terhadap kaum buruh oleh militer, polisi, dan milisi kota, termasuk oleh tentara-tentara bayaran yang disewa oleh para bos, industrialis, atau kapitalis. Terhadap hal ini, beberapa anarkis mulai mengajukan dan menerapkan praktek terorisme atau pembunuhan, yang mereka sebut propaganda perbuatan.

“Bagaimanapun juga kaum anarkis terbagi ke dalam banyak kelompok juga karena perbedaan pedapat mereka atas koersi atau paksaan. Ada yang mendukungnya sebagai suatu jalan revolusi dengan kekerasan menuju anarki. Sebagian lain menentang kekerasan, seperti Revolusionis Damai, kelompok anarkis pengikut Leo Tolstoy’s.[iv]

Memang ada beberapa kelompok anarkis dengan metode kekerasan seperti kelompok Black Bloc yang kerap menghancurkan sasaran-sasaran yang mereka anggap kapitalis, baik berupa vandalisme, pemecahan kaca, pembakaran properti, dan lain-lain. Namun tidak biasa dipungkiri bahwa tidak sedikit pula kaum anarkis yang menolak penggunaan kekeerasan. Diantaranya ada Indymedia, kelompok jurnalistis independen yang menganut paham kolektifis dan berorientasi pemberitaan :akar rumput dan kelompok Food Not Bombs atau Pangan Bukan Bom. Dimana kegiatannya adalah membagi-bagikan makanan gratis pada masyarakat.

Food Not Bombs in United States of America

Dengan demikian, sangat keliru bila ada pengeneralisasian kelompok anarkis sebagai kelompok kekerasan. Karena banyak juga tindak kekerasan yang dilegalkan oleh bantuan hukum. Bahkan dilakukan oleh aparat negara seperti polisi, satpol PP, seperti dalam kasus-kasus penggusuran rakyat miskin, pengusiran paksa, dan lain-lain, namun bukankah tindakan seperti itu tidak pernah dilabeli anarkis baik oleh media maupun masyarakat awam?

Kekerasan Aparat Mesir


[i] Lih. Id.wikipedia.org/anarkis

[ii] Lih. Oxford Pocket Dictionary

[iv] Lih. Anarchy and Violence sub bab pada pembahasan mengenai Anarkisme diakses pada http://www.ppu.org.uk/e_publications/dd-trad8.html#anarch%20and%20violence

Comments
One Response to “Klarifikasi Hubungan antara Anarki dan Kekerasan”
Trackbacks
Check out what others are saying...
  1. […] dalam sejarah manusia. Setidaknya “fasis” menduduki peringkat kedua paling tedistorsi setelah label “anarkis” yang dengan salah kaprah diartikan sebagai tindak kekerasan. Fasisme sering dilabelkan ke berbagai kalangan mulai kepada kalangan konservatif, sosialis, […]



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

MENA Solidarity Network

Solidarity with Workers in the Middle East

Indonesian Peoples' Alliance (IPA)

Movement for Peoples Sovereignty and Trade to Serve the Peoples!

Maruti Suzuki Workers Union

Inquilab Zindabad! Mazdoor Ekta Zindabad!

wonosobo bergerak

Pijar Harapan untuk Rakyat

WONOSOBO BERGERAK

Pijar Harapan untuk Rakyat

SEKBER

sekolah bersama

Jurnal Ari

Coretan iseng pengelana

Insatiable Booksluts

Voracious readers tell you if that book is going to suck.

Ughytov's Blog

Just another WordPress.com site

Shiraz Socialist

Because there have to be some lefties with a social life

LKIP

Lembar Kebudayaan IndoPROGRESS

Partai Rakyat Pekerja Komite Kota Makassar

SOSIALISME, Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja. SOSIALISME, Solusi Bagi Krisis Kapitalisme

boemipoetra

In A Time Of Universal Deceit, Telling The Truth Is A Revolutionary Act

Berita Buruh Indonesia

sebagai SEKOLAH PERANG, SERIKAT BURUH TIDAK terkalahkan

Working Indonesia

A Blog Covering Labor Activism in Indonesia

ARTIKEL BURUH

buruhberjuang.wordpress.com

Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung

SATU dan BERSATU oleh PERS & karena MAHASISWA

Home

One voice, unify power, unify actions for workers rights

%d blogger menyukai ini: