Hidup

miliciana-de-waswalito-seorang-milisi-perempuan-dalam-revolusi-sandinista-di-nikaragua2
Miliciana de Waswalito
Miliciana de Waswalito

Ada ironi tentang kehidupan dan kematian manusia, seperti yang dikatakan Pram lewat Bukan Pasar Malam. Kehidupan muncul lewat kelahiran. Kelahiran seorang manusia selalu ditunggu dan dinantikan padahal belum tentu hadir. Sementara kematian selalu dihindari dan ditakuti padahal ia selalu dan pasti akan hadir. Semua orang yang di dunia ini pasti akan mati sementara belum tentu lahir bayi di esok hari. Lebih liris lagi, Chairil Anwar mengatakan, “hidup hanya menunda kekalahan tambah terasing dari cinta sekolah rendah dan tahu, ada yang tetap tidak terucapkan sebelum pada akhirnya kita menyerah…” Menyerah, menurutnya. Pada maut dan pada akhir. Pada yang niscaya dan tak terhindarkan. Ya, hidup memang sedikit tentang kebahagiaan dan penuh dengan penderitaan. Sedikit yang bahagia. Sisanya adalah kemiskinan, kelaparan, keterlantaran, kehancuran, kematian, dan, yah…inilah kenyataan. “Life is real, life is cruel, life is a bitch”, kata Freddie Mercury. But a bitch is also deserved to be defended, a bitch or a prostitute deserves a care.

Dan karena itulah kita hidup dan harus bertahan hidup. Untuk berjuang. Mengatasi susah dan derita. Dan itulah yang membuat hidup itu indah. Karena keindahan adalah perjuangan. Karena keindahan bukan pada bahasa yang diutak-atik, lukisan antik, atau model cantik. Keindahan adalah perjuangan manusia untuk mengatasi penderitaan dan untuk melawan penindasan. Keindahan adalah bagaimana Mak Tini tak menyerah pada PHK. Keindahan adalah bagaimana Cak Hadi pertahankan tanah garapannya yang diserobot perusahaan. Keindahan adalah bagaimana Mas Yanto dan gerobaknya melawan penggusuran. Keindahan adalah bagaimana di rapat kita berjabat tangan dan di jalanan kita dalam satu barisan. Perjuangan melawan penindasan. Pram menyebutnya keindahan, Marx menyebutnya kebahagiaan, dan kita bisa juga menyebutnya cinta.

Tak ada penyesalan bagi mereka yang telah berjuang sekuat tenaga. Tak ada ratapan dari mereka yang hidup tak sampai kemenangan. Begitu pula bagi pemuda tua yang terbaring di ranjang di suatu hari di bulan Agustus. Usia mengukir kulitnya serta memutihkan rambutnya. Tak lama lagi akhir akan mendatanginya. Ia tersenyum menyaksikan istrinya, membuka jendela. Jendela yang membawa cahaya masuk. Jendela yang membawakan taman dan oksigen segar. Dari balik kacamatanya ia melihat cinta, harapan, dan dunia yang indah pada waktu yang bersamaan. Leon Trotsky menutup wasiat hidupnya dengan keteguhan dan dengan keoptimisan, “Saya dapat melihat hijaunya rumput-rumput dan langit yang biru, dan sinar matahari dimana-mana. Hidup itu indah. Biarlah generasi masa depan membersihkannya dari semua yang jahat, opresi, dan kekejaman, dan menikmatinya sepenuhnya.” Puluhan tahun kemudian kita semua tengah membuktikan keoptimisannya. Dengan berjuang menggulingkan tirani, dengan menduduki simbol kemapanan, dan dengan merebut kebebasan. Di Tunisia, di Mesir, di Washington, di Indonesia, dimana-mana. Inilah kenyataan, inilah keindahan, inilah kehidupan:perjuangan melawan penindasan. Hidup masih panjang. Jangan pernah menyerah. Kita semakin dekat pada kemenangan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

MENA Solidarity Network

Solidarity with Workers in the Middle East

Indonesian Peoples' Alliance (IPA)

Movement for Peoples Sovereignty and Trade to Serve the Peoples!

Maruti Suzuki Workers Union

Inquilab Zindabad! Mazdoor Ekta Zindabad!

wonosobo bergerak

Pijar Harapan untuk Rakyat

WONOSOBO BERGERAK

Pijar Harapan untuk Rakyat

SEKBER

sekolah bersama

Jurnal Ari

Coretan iseng pengelana

Insatiable Booksluts

Voracious readers tell you if that book is going to suck.

Ughytov's Blog

Just another WordPress.com site

Shiraz Socialist

Because there have to be some lefties with a social life

LKIP

Lembar Kebudayaan IndoPROGRESS

Partai Rakyat Pekerja Komite Kota Makassar

SOSIALISME, Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja. SOSIALISME, Solusi Bagi Krisis Kapitalisme

boemipoetra

In A Time Of Universal Deceit, Telling The Truth Is A Revolutionary Act

Berita Buruh Indonesia

sebagai SEKOLAH PERANG, SERIKAT BURUH TIDAK terkalahkan

Working Indonesia

A Blog Covering Labor Activism in Indonesia

ARTIKEL BURUH

buruhberjuang.wordpress.com

Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung

SATU dan BERSATU oleh PERS & karena MAHASISWA

Home

One voice, unify power, unify actions for workers rights

%d blogger menyukai ini: