Pedro, Paijo, dan Presiden Mereka*

Pedro, orang miskin di Venezuela tidak punya uang. Tak kehabisan akal dia makan rumput di depan istana presiden. Hugo Chavez yang kemudian menyaksikannya lantas berteriak, “Astaga! Apa yang kamu lakukan?! Mengapa kamu makan rumput?!” Pedro lantas menjawab, “Saya lapar. Saya tidak punya uang.” Mendengar itu Chavez lantas membawanya masuk dan mengajaknya makan. Sang Presiden juga bertanya apakah ia punya pekerjaan dan tempat tinggal? Begitu Pedro menjawab tidak punya, Chavez lantas mengajaknya ke PSUV, mengenalkannya ke aktivis-aktivis serikat buruh, mencarikannya kerja, dan mengantarnya pulang ke perumahan buruh.

“Terimakasih banyak”, ucap Pedro yang berbahagia. “Sudahlah. Tidak perlu. Ini kewajiban saya kepadamu, kawan. Kan, orang-orang seperti kamu yang memilih saya. Malah seharusnya saya dipecat kalau kamu tetap kelaparan. Nah, sekarang apa lagi yang kamu perlukan? Bilang saja.”, kata Chavez.

Dengan segan Pedro berkata, “Sebenarnya saya ingin mengunjungi saudara tiri saya, Paijo, di Indonesia”. “Oh, boleh-boleh. Mari saya pesankan tiket pulang pergi untukmu, kawan.”

Besok lusanya, Pedro kembali bertemu dengan Paijo di Indonesia. Dengan senyum lebar dan mata berseri-seri Pedro bercerita  tentang kebahagiannya. Mendengar itu Paijo menjadi terinspirasi. Dengan taktik yang sama ia berusaha mengubah nasibnya. Siang hari berikutnya Paijo pergi ke depan Istana Presiden Indonesia. Ia duduk di atas jalanan dengan mengunyah rumput. Begitu mobil rombongan presiden lewat, sang presiden terperanjat dan menyuruh sopirnya berhenti. Seluruh aparat protokol, pejabat, dan Paspampres heboh. Presiden kemudian turun dan mendekati Paijo.

“Astaga! Apa yang kamu lakukan?! Mengapa kamu makan rumput?!”
Paijo lantas menjawab, “Saya lapar. Saya tidak punya uang.”
Mendengar itu Presiden lantas menjawab,
“Dasar bodoh! Rumput bisa kamu jual untuk pakan ternak!”
“Harusnya kamu makan tiwul!”

(*digubah dari Mati Ketawa Ala Rusia)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

MENA Solidarity Network

Solidarity with Workers in the Middle East

Indonesian Peoples' Alliance (IPA)

Movement for Peoples Sovereignty and Trade to Serve the Peoples!

Maruti Suzuki Workers Union

Inquilab Zindabad! Mazdoor Ekta Zindabad!

wonosobo bergerak

Pijar Harapan untuk Rakyat

WONOSOBO BERGERAK

Pijar Harapan untuk Rakyat

SEKBER

sekolah bersama

Jurnal Ari

Coretan iseng pengelana

Insatiable Booksluts

Voracious readers tell you if that book is going to suck.

Ughytov's Blog

Just another WordPress.com site

Shiraz Socialist

Because there have to be some lefties with a social life

LKIP

Lembar Kebudayaan IndoPROGRESS

Partai Rakyat Pekerja Komite Kota Makassar

SOSIALISME, Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja. SOSIALISME, Solusi Bagi Krisis Kapitalisme

boemipoetra

In A Time Of Universal Deceit, Telling The Truth Is A Revolutionary Act

Berita Buruh Indonesia

sebagai SEKOLAH PERANG, SERIKAT BURUH TIDAK terkalahkan

Working Indonesia

A Blog Covering Labor Activism in Indonesia

ARTIKEL BURUH

buruhberjuang.wordpress.com

Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung

SATU dan BERSATU oleh PERS & karena MAHASISWA

Home

One voice, unify power, unify actions for workers rights

%d blogger menyukai ini: