Yang Gugur dan Yang Bersemi

Yang Gugur - Yang Bersemi

Yang Gugur Yang Bersemi

I
Bunga yang kuncup ada waktunya bersemi.
Sebelum akhirnya berbuah dan atau mati.
Yang rontok dan berguguran tak perlu ditangisi.
Yang membusuk, yang mengurai akan menyuburkan bumi.
Kemudian hari bibit-bibit baru akan tumbuh menyambut matahari.
Mereka memberi seperti kelapa dan kuat seperti jati.
Kelak ada yang akan rapuh, meranggas mati, tercabut badai, atau terbakar api
Namun sebagian akan bertahan, meskipun patah ranting dan dahan, namun tak akan sendirian
Karena seiring waktu berlalu, musim berganti, kehidupan mengganti yang lama dengan yang baru,
yang mati dengan yang hidup, yang layu dengan yang segar, dan yang kusam dengan yang berseri

Yang Gugur

II
Dalam perjuangan akan selalu ada yang pergi dan yang bertahan
Akan selalu ada garis yang memisahkan,
antara mereka yang teguh dalam perjuangan, hancur di bawah tekanan,
pasrah pada keadaan, maupun menyerah pada godaan
Ada Laura Marx yang menua dan merasa tidak berguna lalu memutuskan menjemput kematian
Ada Bernstein yang mengubah perjuangan kelas jadi perjuangan parlemen saat kapitalisme berkelimpahan
Ada Kautsky yang mahir bicara teori namun memunggungi revolusi yang jadi kenyataan
Ada Zinoviev yang menyeberang kiri dan kanan sebelum dilikuidasi oleh tiran yang sebelumnya ia jadikan teman
Ada Andreas Baader yang mengaku marxis namun metodenya malah terorisme dan bom-boman
Bahkan ada Mussolini yang dulunya komunis namun mendukung perang imperialis dan waktu mengubahnya menjadi seorang fasis militan

Terjadi, ya, terjadi.
Yang kokoh bisa roboh, yang teguh bisa runtuh, dan yang militan bisa menyerah pada ketakutan.
Roboh pada kelemahan. Kelemahan pemikiran atau kelemahan tekad untuk bertahan.
Runtuh pada godaan. Godaan jalan pintas yang menawarkan kemenangan, atau godaan korupsi kekuasaan.
Takut pada siksaan. Siksaan badan atau siksaan kemiskinan.
Terjadi, ya, terjadi. Sejarah sudah mencatat berulang kali.
Tentu banyak makna dan pelajaran untuk kita pelajari.
Apa sebab semuanya terjadi dan bagaimana kita menyikapi.

Jadi tak perlu patah asa melihat kawan yang putus asa
Tak perlu patah arang melihat kamerad yang dulunya garang kini berpartai borjuasi demi uang

Karena sebaliknya
Masih banyak yang mati dalam keteguhan
Masih banyak yang teguh dan bertahan
yang kemudian hari akan mengembangkan banyak lagi bunga-bunga perlawanan

Trotsky yang dimusuhi kiri dan kanan tak berkompromi kecuali di depan kematian
Sneevliet yang diusir dan diburu hanya berhenti ketika dieksekusi
Begitu pun Tan Malaka yang terus berlawan sampai peluru bersarang di dada

Kita disatukan oleh perjuangan, kalau mesti berpisah itu tentu karena salah satu diantara kita meninggalkan perjuangan
Apa yang berarti bukanlah sahabat yang kita kenal dekat namun kemudian pergi
melainkan mereka yang bertahan dalam cobaan sekuat topan dan generasi esok yang akan kita menangkan untuk teruskan perlawanan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

MENA Solidarity Network

Solidarity with Workers in the Middle East

Indonesian Peoples' Alliance (IPA)

Movement for Peoples Sovereignty and Trade to Serve the Peoples!

Maruti Suzuki Workers Union

Inquilab Zindabad! Mazdoor Ekta Zindabad!

wonosobo bergerak

Pijar Harapan untuk Rakyat

WONOSOBO BERGERAK

Pijar Harapan untuk Rakyat

SEKBER

sekolah bersama

Jurnal Ari

Coretan iseng pengelana

Insatiable Booksluts

Voracious readers tell you if that book is going to suck.

Ughytov's Blog

Just another WordPress.com site

Shiraz Socialist

Because there have to be some lefties with a social life

LKIP

Lembar Kebudayaan IndoPROGRESS

Partai Rakyat Pekerja Komite Kota Makassar

SOSIALISME, Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja. SOSIALISME, Solusi Bagi Krisis Kapitalisme

boemipoetra

In A Time Of Universal Deceit, Telling The Truth Is A Revolutionary Act

Berita Buruh Indonesia

sebagai SEKOLAH PERANG, SERIKAT BURUH TIDAK terkalahkan

Working Indonesia

A Blog Covering Labor Activism in Indonesia

ARTIKEL BURUH

buruhberjuang.wordpress.com

Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung

SATU dan BERSATU oleh PERS & karena MAHASISWA

Home

One voice, unify power, unify actions for workers rights

%d blogger menyukai ini: