PHK

PHK

Berita buruk datangnya tiba-tiba
Dua pertiga buruh di pabrik dipecat seketika
Permintaan barang produksi turun katanya
tak ada cukup uang kalau jumlah buruh tetap sama

“Terpaksa harus dikurangi kalau tidak kita akan merugi
Kalau kita terus merugi maka pabrik akan bangkrut nanti
Kalau pabrik bangkrut, tak ada lagi buruh yang bisa kerja disini”
Demikian kata-kata juragan seperti mengena di hati

Sepertiga buruh yang masih kerja, minggu berikutnya jadi saksi
Aktivis serikat datang, beberkan gaji buruh sesuai standar hukum saat ini
Baru kami tahu nilai gaji kami sangat rendah sekali
Padahal betapa keras kerja kami tiap hari

Hati meradang saat ingat ancaman majikan pagi sebelumnya
“Nanti orang serikat akan datang untuk bicara dan ajak kalian jadi anggota
janjikan perjuangkan kenaikan gaji, tapi itu tidak mungkin selama saya masih ada
sebaliknya gaji kalian malah akan makin habis untuk bayar iuran serikat mereka”

Mendengarnya banyak kawan-kawanku terlanjur antipati
Sementara yang mulai berharap malah kehilangan nyali
Baru aku sadar mengapa minggu lalu PHK massal terjadi
Agar jangan sampai kawan serikat menyadarkan buruh bahwa mereka diakali

Aku memang tidak seberapa menguasai matematika
Namun kawan serikat membantuku cari tahu upah yang seharusnya kuterima
“Masyaallah, sesungguhnya untuk belanja aku tak perlu hutang tetangga…
…sesungguhnya anak-anakku tak perlu putus SMA
…sesungguhnya aku bisa beli rumah sederhana…
…kalau saja gajiku selama ini dibayar sesuai UMK”

Lantas angka sebanyak itu lari kemana?
Fasilitas di pabrik pun ala kadarnya saja
Peralatan kerja pun sudah banyak yang tua
Akibatnya Markayam sering ngomel mesin cetak ngadat tak mau bekerja
Junaedi sering mengeluh bahan produksi makin turun kualitasnya
Bahkan saking reyot palet-paletnya, Pi’i dan Johan sering jadi korbannya

Lalu baru kuingat majikan punya mobil mewah buatan italia
Tiap datang selalu pakai kemeja licin yang mahal harganya
Dengar-dengar juga rumahnya besar seperti istana
bertembok besar seperti benteng dan berpagar tinggi seperti penjara
Barulah kutahu kemana upah yang harusnya kumiliki berada

Dulu kukira, untung aku tidak jadi pengangguran, untung aku bisa kerja disini
Ternyata bertahun-tahun bekerja, bertahun-tahun diperas tenaganya dan dirampas haknya!
Sungguh buntung! Sungguh celaka! Inilah akibatnya kalau buruh tidak tahu dia telah  diperdaya!
Ini tak bisa dibiarkan begitu saja

“Karena itu, Bung. Bersama kami mari kita berserikat”, tanggap kawan aktivis yang ternyata Slamet namanya
“Sendirian, buruh tak punya kekuatan, tapi dengan persatuan kita membangun kekuatan”, sambungnya
“Buruh dilindungi peraturan hukum, katanya, majikan yang melanggar bisa didenda bahkan dipenjara
Berapa sengketa yang telah dimenangkan, boleh tanya anggota atau mari lihat datanya
Bahkan kalau hukum dan aparat tidak di pihak kita, mogok kerja itu kekuatan yang tak ada duanya
Sekali-kali kita tunjukkan, bahwa yang jalankan pabrik, yang jalankan industri, ya, buruh-buruh seperti kita.
Tanpa kita, majikan bukanlah apa-apa”, pungkasnya

“Wah, diskusi dengan Bung begini sekarang aku mengerti kenapa minggu lalu banyak yang diPHK”,  jawabku kepadanya

“Benar, Bung. PHK tempo hari pun tidak sekedar Pemutusan Hubungan Kerja tapi juga Penyelamatan Harta Kapitalis.”

“Hah, Kapitalis? Apa itu?”, aku keheranan bertanya
“Ya, itulah mereka yang Bung sebut dengan majikan, mereka yang tidak bekerja tapi memeras buruh-buruhnya.
Mereka jelas tidak mau kalau buruh sadar bahwa tenaganya mereka peras dan haknya dirampas untuk menumpuk kekayaannya”
Aku manggut-manggut sambil setengah termenung memikirkannya namun tak lama ia lantas bertanya
“Kini Bung mengerti bagaimana kondisi buruh selama ini sebenarnya dan bagaimana seharusnya,
Sekarang apa Bung mau bergabung dan bersama-sama berjuang agar nasib kita bisa diperbaiki?”
Aku tersenyum mantap dan menjawab, “Oh, pasti!”

Hari itu aku bergabung dengan serikat pekerja
Meskipun kawanku yang ikut mendaftar tak banyak jumlahnya
namun perjuangan sudah dimulai dan buruh pantang berputus asa
Karena begitu kesadaran timbul pada kaum yang diperdaya
Kemenangan semakin besar kemungkinannya.

Comments
One Response to “PHK”
Trackbacks
Check out what others are saying...


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

MENA Solidarity Network

Solidarity with Workers in the Middle East

Indonesian Peoples' Alliance (IPA)

Movement for Peoples Sovereignty and Trade to Serve the Peoples!

Maruti Suzuki Workers Union

Inquilab Zindabad! Mazdoor Ekta Zindabad!

wonosobo bergerak

Pijar Harapan untuk Rakyat

WONOSOBO BERGERAK

Pijar Harapan untuk Rakyat

SEKBER

sekolah bersama

Jurnal Ari

Coretan iseng pengelana

Insatiable Booksluts

Voracious readers tell you if that book is going to suck.

Ughytov's Blog

Just another WordPress.com site

Shiraz Socialist

Because there have to be some lefties with a social life

LKIP

Lembar Kebudayaan IndoPROGRESS

Partai Rakyat Pekerja Komite Kota Makassar

SOSIALISME, Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja. SOSIALISME, Solusi Bagi Krisis Kapitalisme

boemipoetra

In A Time Of Universal Deceit, Telling The Truth Is A Revolutionary Act

Berita Buruh Indonesia

sebagai SEKOLAH PERANG, SERIKAT BURUH TIDAK terkalahkan

Working Indonesia

A Blog Covering Labor Activism in Indonesia

ARTIKEL BURUH

buruhberjuang.wordpress.com

Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung

SATU dan BERSATU oleh PERS & karena MAHASISWA

Home

One voice, unify power, unify actions for workers rights

%d blogger menyukai ini: