PERNYATAAN SIKAP KONFEDERASI KASBI TOLAK KENAIKAN HARGA BBM DAN TOLAK PENGHAPUSAN SUBSIDI

Pernyataan Konfederasi KASBI Tolak Kenaikan Harga BBM dan Pencabutan Subsidi

Rejim SBY-Boediono akan mengumumkan rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada pertengahan bulan Juni nanti atau menunggu persetujuan atas perubahan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (RAPBN). Kenaikan dikatakan akan berkisar antara Rp 1.500,- hingga Rp 2.000 ,-. Dengan kata lain menjadi sekitar Rp 6.000,- hingga Rp 6.500,- per liternya. Alasan kenapa harga BBM harus dinaikan adalah alasan usang yang telah digunakan di tahun-tahun sebelumnya. Bahkan juga digunakan oleh Rejim-rejim berkuasa sebelumnya untuk menaikan harga BBM. Alasan tersebut antara lain bahwa terjadi kenaikan harga minyak internasional, dan kenaikan tesebut mengakibatkan kenaikan subsidi yang diberikan untuk menyediakan BBM bersubsidi. Selain itu pemerintah beralasan bahwa BBM bersubsidi lebih banyak dinikmati oleh kaum menengah atas daripada dinikmati oleh rakyat kebanyakan.

Sejatinya, rencana kenaikan harga BBM dan listrik adalah rencana jangka panjang dari pemerintah dalam rangka MENGHAPUSKAN SUBSIDI.  Penghapusan subsidi merupakan salah satu bentuk dari program ekonomi NEO-LIBERALISME atau PENJAJAHAN GAYA BARU.  Satu sistem ekonomi yang berpihak pada pertumbuhan modal, bukan pada kesejahteraan rakyat.

Pemberian subsidi dalam bentuk intervensi negara pada perekonomian akan berakibat harga terkendali dan mengendalikan pasar.  Pencabutan subsidi mengakibatkan pendidikan menjadi  mahal, perawatan dan pemeliharaan kesehatan menjadi mahal, demikian pula harga-harga kebutuhan pokok akan semakin membumbung tinggi.  Kondisi ini hanya akan menguntungkan para pemilik modal, dan akan menyengsarakan rakyat.  Pemberian subsidi dalam bentuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) tidak akan menghapuskan penderitaan rakyat dari beban ekonomi yang terjadi akibat pencabutan subsidi.

Pemerintahan SBY-Budiono sukses dalam melaksanakan sistem ekonomi penjajahan gaya baru ini, dengan dukungan Bank Dunia dan Lembaga Keuangan Internasional, melakukan pencabutan subsidi, menaikkan harga BBM dan Tarif Dasar Listrik (TDL) serta kebijakan ekonomi pro modal lainnya. Akibatnya rakyat semakin sengsara, harga-harga pokok naik tinggi semakin tak terbeli oleh kebanyakan rakyat. Pendidikan, kesehatan dan perumahan semakin mahal. Rakyat miskin akan semakin miskin.  Upah murah, PHK, sistem kerja kontrak dan outsourcing semakin merajalela dan membuat kaum buruh semakin tercekik lehernya.

Dengan kenaikan harga BBM sebagai akibatnya pasti terjadi kenaikan harga-harga lainnya. Kenaikan harga barang-barang yang sekarang bahkan sudah dirasakan sebelum BBM benar-benar dinaikan. Kedepannya dapat dipastikan kondisi rakyat akan semakin sengsara akibat kebijakan menaikan harga BBM.  Kenaikan harga-harga akan menjadi tidak sebanding dengan kenaikan upah yang diterima oleh kaum buruh. Dengan kenaikan harga-harga berarti UPAH BURUH TIDAK NAIK BAHKAN MENGALAMI PENURUNAN.

Meskipun rencana kenaikan harga BBM tersebut sudah sejak awal mendapatkan penolakan dan perlawanan dari rakyat, namun pemerintah SBY-Budiono tetap kukuh pada pendiriannya: MENJADI ABDI SETIA DARI KAPITALIS INTERNASIONAL. Pendirian SBY-Budiono tersebut didukung oleh Partai-partai politik dan elit politik busuk yang berada di parlemen maupun lembaga kekuasaan dan lembaga pendukungnya.

Oleh karena itu, Konfederasi KASBI dengan ini menyatakan:

  1. MENOLAK KENAIKAN HARGA BBM dan Penghapusan Subsidi;
  2. Menolak Politik Upah Murah : UPAH LAYAK SEKARANG JUGA;
  3. HAPUS SISTEM KERJA KONTRAK & OUTSOURCING.
  4. Nasionalisasi Industri yang menyangkut hajat orang banyak, seperti pertambangan, energi, mineral, sandang, pangan dan papan di bawah kontrol kaum buruh.

Pemerintahan SBY-BOEDIONO yang menghamba pada PENJAJAHAN GAYA BARU pasti tidak akan sanggup memenuhi tuntutan di atas. Hanya ketika kaum buruh berkuasa dan menerapkan sistem ekonomi yang berpihak pada rakyat sajalah yang dapat memenuhi tuntutan di atas.

Oleh karena itu Konfederasi KASBI menyerukan kepada seluruh elemen rakyat, mari bersama-sama untuk menggalang solidaritas dan membagun persatuan untuk melawan dan menghancurkan PENJAJAHAN GAYA BARU (NEO-LIBERALISME). Hanya dengan menghancurkan neo-liberalisme-lah, maka kemakmuran dan keadilan rakyat dapat terwujud,

Satu Tekad, Satu Sikap, Satu Tindakan:  Hancurkan Neo Liberalisme

KASBI : Muda, Berani, Militan

Jakarta, 30 Mei 2013

Pengurus Pusat

Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia

Ketua   Umum

( NINING ELITOS )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

MENA Solidarity Network

Solidarity with Workers in the Middle East

Indonesian Peoples' Alliance (IPA)

Movement for Peoples Sovereignty and Trade to Serve the Peoples!

Maruti Suzuki Workers Union

Inquilab Zindabad! Mazdoor Ekta Zindabad!

wonosobo bergerak

Pijar Harapan untuk Rakyat

WONOSOBO BERGERAK

Pijar Harapan untuk Rakyat

SEKBER

sekolah bersama

Jurnal Ari

Coretan iseng pengelana

Insatiable Booksluts

Voracious readers tell you if that book is going to suck.

Ughytov's Blog

Just another WordPress.com site

Shiraz Socialist

Because there have to be some lefties with a social life

LKIP

Lembar Kebudayaan IndoPROGRESS

Partai Rakyat Pekerja Komite Kota Makassar

SOSIALISME, Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja. SOSIALISME, Solusi Bagi Krisis Kapitalisme

boemipoetra

In A Time Of Universal Deceit, Telling The Truth Is A Revolutionary Act

Berita Buruh Indonesia

sebagai SEKOLAH PERANG, SERIKAT BURUH TIDAK terkalahkan

Working Indonesia

A Blog Covering Labor Activism in Indonesia

ARTIKEL BURUH

buruhberjuang.wordpress.com

Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung

SATU dan BERSATU oleh PERS & karena MAHASISWA

Home

One voice, unify power, unify actions for workers rights

%d blogger menyukai ini: