Swara, Balada Murni dari Jiwa

Swara Balada Murni dari Jiwa

Swara adalah band yang membawakan lagu-lagu aliran balada ciptaannya sendiri. Balada atau kerap disebut musik folk merupakan jenis musik yang bisa dipastikan tak hanya bicara tentang cinta namun juga kerap menyuarakan kritik-kritik sosial dan kemanusiaan. Begitupun dengan Swara. Separuh dari enam lagu di album ini bicara tentang kritik.

Album ini dibuka dengan Cerita Cicak, lagu yang nampaknya gubahan dari lagu anak-anak. Intronya saja sudah sangat menarik, melodi gitar Antok membuka jalan pendengaran kita menuju balada ala Swara. Disusul dengan petikan bas Djalu. Pada detik ke 48 mulailah Abia menyanyi. Liriknya yang sederhana namun unik semakin terasa memikat dengan karakter vokal Abia yang kuat. Tegas, dewasa, namun disi lain juga bisa jadi playful. Sekilas vokalnya mengingatkan kita pada Iwan Fals. Petikan gitar Antok pada melodi, Abia pada Rythm, dan Djalu yang melengkapi sisi bass juga disajikan dengan kemampuan yang kacangan. Terasa benar kemampuan yang telah diasah dengan baik.

Atas Nama Cinta, lagu kedua di album ini membawa kita pada suasana lebih serius. Bila sebelumnya kita diajak menyindir perilaku ‘orang ketiga’ maka kali ini Swara menyerang mereka yang mengatasnamakan cinta tapi membuat perang dimana-mana. Lagu dibuka dengan Abia yang menyanyi sambil menggrenjengkan gitarnya. Simak potongan liriknya “Atas nama cinta, kau tebar derita. Berdalih perdamaian. Kau kirim tentara bagi mereka. Atas nama cinta, kau tebar sengsara. Berdalih perdamaian. Kau angkat senjata pada mereka. Perang-perang lagi tak pernah berhenti. Korban-korban lagi tak bisa sembunyi…” Nuansa getir terasa jelas pada musik mereka. Ini diperkuat dengan peran Djalu yang juga mengisi posisi backing vocal. Musik kemudian berhenti sejenak pada menit 1.43. Lagu kemudian berubah tempo. Musiknya menjelma menjadi sebuah gugatan seiring Abia menyanyikan “Mereka lupa kita manusia sama” berulangkali. Lagu ini bisa jadi diarahkan ke Amerika yang memerangi Irak atau saat Indonesia memerangi Aceh. Agaknya ini kritik bagi semua pemerinatahan lalim. Bayangkanlah Bimbo, Franky, dan Iwan Fals berkolaborasi. Maka akan lahir lagu seperti ini.

Usai diajak larut dalam kegetiran. Kita diajak merenung dalam lagu berikutnya, Sahabat Sejati. Disini perpaduan vokal Abia dan Djalu mencapai tingkatan terbaiknya. Abia masih berperan sebagai vokalis utama dengan didukung Djalu yang juga selalu menyanyi sebagai vokalis kedua. Ketika kemudian Djalu mengambil alih posisi vokalis utama di menit 4.01 hingga 4.22, kita akan merasakan suasana syahdu yang begitu menyentuh hati. Mendengar lagu ini kita bagaikan mendengar balada duet Iwan Fals dan Franky Sahilatua.

Musik Swara memang menyuarakan kritik. Namun kritik itu disampaikan dalam suatu bentuk perenungan, bukan dalam bentuk teriakan. Hal itu diperkuat lewat lagu Balada Dua Sisi. Keprihatinan mereka terhadap masih adanya anak kecil yang tak mampu mengakses pendidikan benar-benar tercermin disini. Simaklah liriknya; “Anak kecil diseberang jalan. Wajah kusut dengan kaki telanjang. Dia berlari mengejar mimpi…mimpi. Sementara diseberang lainnya. Anak kecil berseragam sekolah. Dia berlari mengejar mimpi…mimpi. Tapi ini bukan mimpi. Ini suatu cerita pasti. Tentang dua sisi, generasi penerus negeri. Mereka hanya saling memandang. Sebab tak cukup langkah meretas jarak. Mereka sedang berebut bayang. Membayang di kegelapan hari. Anak kecil dengan kaki telanjang. Anak kecil berseragam sekolah. Kapan berjabat tangan membangun negeri ini.”

Nuansa perenungan kemudian memuncak di lagu berikutnya, Ombaknya Datang. Suatu lagu yang khusus didedikasikan untuk tragedi tsunami Aceh. Diantara lima lagu lainnya, lagu inilah yang terbaik dari segi musikalitas. Peralihannya dari balada yang cepat, memelan, lalu bangkit kembali, berlangsung dengan apik. Di lagu inipun kalau kita cukup jeli, maka kita dapat mendengar Antok bersholawat melalui gitarnya. Selama delapan menit lima belas detik kita akan dibawa larut lagu ini. Cukup panjang memang, tapi tak lantas membuat telinga kita lelah.

Album ini ditutup dengan lagu yang lagi-lagi bicara tentang persahabatan, Jumpa Sahabat. Penutup yang membuat kita bersemangat. Suatu lagu penutup yang sebenarnya tidak bisa dibilang penutup. Karena jumpa sahabat ini seakan menjadi pengantar kita mengawali hari yang baru, terutama dengan nuansanya yang cerah dan gembira.

Resensi Album:

Swara

Data Album:

Nama Album: Swara – Versi Akustik

Musisi: Swara

Personel: Abia Yohanis Kana pada Vokal dan Gitar, Antok pada Gitar, Charles Djalu pada Gitar/ Bass dan Backing Vocal, serta Purba Atma Nugraha pada perkusi.

Daftar lagu:

Cerita Cicak, Atas Nama Cinta, Sahabat Sejati, Balada Dua Sisi, Ombaknya Datang, dan Jumpa Sahabat.

Sekilas seperti: Iwan Fals, Bimbo, dan Franky Sahilatua lebur jadi satu band.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

MENA Solidarity Network

Solidarity with Workers in the Middle East

Indonesian Peoples' Alliance (IPA)

Movement for Peoples Sovereignty and Trade to Serve the Peoples!

Maruti Suzuki Workers Union

Inquilab Zindabad! Mazdoor Ekta Zindabad!

wonosobo bergerak

Pijar Harapan untuk Rakyat

WONOSOBO BERGERAK

Pijar Harapan untuk Rakyat

SEKBER

sekolah bersama

Jurnal Ari

Coretan iseng pengelana

Insatiable Booksluts

Voracious readers tell you if that book is going to suck.

Ughytov's Blog

Just another WordPress.com site

Shiraz Socialist

Because there have to be some lefties with a social life

LKIP

Lembar Kebudayaan IndoPROGRESS

Partai Rakyat Pekerja Komite Kota Makassar

SOSIALISME, Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja. SOSIALISME, Solusi Bagi Krisis Kapitalisme

boemipoetra

In A Time Of Universal Deceit, Telling The Truth Is A Revolutionary Act

Berita Buruh Indonesia

sebagai SEKOLAH PERANG, SERIKAT BURUH TIDAK terkalahkan

Working Indonesia

A Blog Covering Labor Activism in Indonesia

ARTIKEL BURUH

buruhberjuang.wordpress.com

Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung

SATU dan BERSATU oleh PERS & karena MAHASISWA

Home

One voice, unify power, unify actions for workers rights

%d blogger menyukai ini: