Pemerintah Cabut Subsidi, Negara Tergadai*

Pemerintah Cabut Subsidi, Negara Tergadai

Jakarta, 18 Juni 2013, Ribuan aksi massa dari berbagai organisasi menolak penaikan BBM oleh pemerintah yang digelar selama siding berlangsung pada Senin  17 Juni di depan DPR, Begitu pun dengan aksi yang digelar hampir diseluruh daerah menolak kenaikan BBM ternyata tidak merubah sikap anggota dewan di senayan. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Negara-Perubahan (APBN-P 2013) yang didalamnya melegitimasi dan menjustifikasi alasan kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) pada tahun ini.

??????????
Front Perjuangan Rakyat (FPR), aliansi organisasi massa militan, demokratis dan patriotik, mengecam hasil sidang paripurna DPR RI tersebut yang memutuskan untuk mencabut subsidi pada bahan bakar minyak (BBM). Rudy HB Daman, Kordinator Umum FPR, yang memimpin aksi ribuan massa di depan gedung DPR kemaren, hari ini menyatakan bahwa keputusan ini adalah bentuk kepala batunya DPR dan Pemerintah memaksakan kenaikan tersebut. Dan ini juga membuktikan bahwa argumentasi yang dikemukan oleh FPR bahwa Indonesia telah tergadaikan karena tunduk terhadap kepentingan monopoli asing di Indonesia. “Ini jelas adalah pelanggaran atas konstitusi karena negara telah melepaskan tanggung jawab untuk menjamin terpenuhi hak ekonomi, sosial dan budaya (ekosob) bagi warga negara Indonesia” ungkapnya. Rudi menambahkan masalah 70 persen ladang minyak produktif milik Indonesia konsesinya dimiliki oleh perusahaan asing seperti Exxon Mobil, Shell, BP, Chevron dan Conocco Phillips, dan Indonesia masih harus membeli minyak dengan harga minyak jadi, sementara Indonesia menjual dengan harga minyak mentah kepada mereka, ya jelaslah APBN merugi” tegas Rudi, yang juga merupakan Ketua International League of People Struggle (ILPS)-Indonesia chapter.

Irhash Ahmady dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mengatakan sebenarnya negara telah addicted (kecanduan) terhadap energi fosil yang nyata-nyata telah merusak lingkungan. Sementara negara tidak pernah serius membangun energi terbarukan, merubah pola transportasi kearah yang lebih massif seperti Mass Rapid Transit (MRT) atau Sistem Angkutan Cepat Massal, dan lain sebagainya. “Kita punya potensi energi terbarukan di Indonesia, namun sayangnya lagi-lagi isu lingkungan digunakan untuk kepentingan monopoli asing dengan pengembang jutaan hektar sawit yang jelas merampas tanah rakyat”, tegasnya. Irhash yang juga Manajer Pengetahuan dan Jaringan ini menjelaskan pada negara telah menargetkan 20 juta Ha kebun sawit akan dikembangkan hingga tahun 2020. Yang pasti ini akan mengancam kedaulatan pangan (food soverignty) Indonesia.

Persoalan pencabutan subsidi BBM ini tidak dapat dipisahkan dari tidak berdiri tegaknya ekonomi politik nasional ditengah krisis kapitalisme monopoli Internasional. Ahmad SH dari juru bicara Indonesia Peoples Alliance (IPA) mengatakan bahwa pencabutan subsidi bbm adalah austerity measures (kebijakan pengetatan) ditengah krisis dunia hari ini yang juga berlaku umum di negara baik maju maupun berkembang lainnya. “Butuh satu konsolidasi global menghadapi krisis ini dan bersama-sama mencari jalan keluar yang tentu menguntungkan rakyat”, tegasnya.

IPA

Ario Adityo, dari Institute for National and Democracy Studies (INDIES) mengatakan. Tahun ini Indonesia menjadi tuan rumah bagi pertemuan global yang menentukan masa depan dunia. Ditengah liberalisasi ekonomi yang menjadi nafas dari krisis dunia hari ini, sudah sepatutnya Indonesia mengkaji ulang seluruh perjanjian bebas dimana Indonesia terlibat, terutama di WTO dan APEC. “Sudah terbukti banyak ruginya daripada untungnya, Indonesia butuh arah baru dalam kebijakan pembangunan nya, arah yang dimana kedaulatan, kerja sama saling menguntungkan, dan perdagangan yang mengabdi rakyat menjadi jalan untuk mewujudkan Indonesia baru” terang Ario.

INDIES

FPR dalam rencananya akan terus menggalang konsolidasi yang massif meluas untuk membangun satu sikap politik pasca kenaikan BBM ini. Rezim yang tidak mengabdi kepada rakyat dan lebih mengabdi kepada kepentingan kapitalis monopoli asing di bawah Amerika akan terus mendapatkan perlawanan dari seluruh rakyat Indonesia.

*tulisan ini merupakan rilis pers pernyataan sikap dari FPR. Bumi Rakyat turut memuat dan memublikasikan tulisan ini sebagai solidaritas terhadap perjuangan rakyat melawan kenaikan BBM. Front Perjuangan Rakyat (FPR) adalah aliansi organisasi-organisasi masyarakat sipil Indonesia yang pada awalnya dibentuk untuk merespon perayaan Hari Buruh se-Dunia 2008. FPR menyandarkan diri pada prinsip aliansi dasar klas buruh dan kaum tani sebagai komponen pokok perubahan sosial. Anggota FPR terdiri dari antara lain: Gabungan Serikat Buruh Independen (GSBI), Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA), Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia di Hongkong (ATKI-HK),  Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI), Serikat Buruh Aspirasi Pekerja Indonesia (SB-API), Serikat Buruh Koas Eterna Jaya Industries (SBK-EJI), Front Mahasiswa Nasional (FMN), Himpunan Mahasiswa Budhis Indonesia (HIKMAHBUDHI), Gerakan Mahasiswa Nasional Kerakyatan (GMNK), Central Gerakan Mahasiswa Universitas Bung Karno (CGM-UBK), Sarekat Hijau Indonesia (SHI), Liga Pemuda Bekasi (LPB), Komite Pemuda Cengkareng (KPC), Arus Pelangi (AP), Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI), Forum Pemuda Kota Bekasi (FORDASI), Gerakan Rakyat Indonesia (GRI), Serikat Pekerja Hukum Progresif (SPHP), Serikat Becak Jakarta (SEBAJA), Jaringan Rakyat Miskin Kota (JRMK), International NGO Forum of Indonesia Development (INFID), Institute for National and Democratic Studies (INDIES), MIGRANTCARE, Urban Poor Consortium, Urban Poor Linkage (UPLINK), Perhimpunan Bantuan Hukam dan Ham Indonesia (PBHI) Nasional, Cianjur Peduli Migrant (CPM), Jaringan Advokasi Tambang (JATAM).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

MENA Solidarity Network

Solidarity with Workers in the Middle East

Indonesian Peoples' Alliance (IPA)

Movement for Peoples Sovereignty and Trade to Serve the Peoples!

Maruti Suzuki Workers Union

Inquilab Zindabad! Mazdoor Ekta Zindabad!

wonosobo bergerak

Pijar Harapan untuk Rakyat

WONOSOBO BERGERAK

Pijar Harapan untuk Rakyat

SEKBER

sekolah bersama

Jurnal Ari

Coretan iseng pengelana

Insatiable Booksluts

Voracious readers tell you if that book is going to suck.

Ughytov's Blog

Just another WordPress.com site

Shiraz Socialist

Because there have to be some lefties with a social life

LKIP

Lembar Kebudayaan IndoPROGRESS

Partai Rakyat Pekerja Komite Kota Makassar

SOSIALISME, Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja. SOSIALISME, Solusi Bagi Krisis Kapitalisme

boemipoetra

In A Time Of Universal Deceit, Telling The Truth Is A Revolutionary Act

Berita Buruh Indonesia

sebagai SEKOLAH PERANG, SERIKAT BURUH TIDAK terkalahkan

Working Indonesia

A Blog Covering Labor Activism in Indonesia

ARTIKEL BURUH

buruhberjuang.wordpress.com

Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung

SATU dan BERSATU oleh PERS & karena MAHASISWA

Home

One voice, unify power, unify actions for workers rights

%d blogger menyukai ini: