Kerusuhan Anti Aparat di Tiongkok

Kerusuhan Anti Aparat di Tiongkok

Kerusuhan anti aparat meletus di Kota Nanning, Ibuota provinsi Guangxi, Tiongkok, pada 13 Juni 2013 lalu. Lebih dari sepuluh ribu orang terlibat dalam bentrokan melawan aparat. Sebab pemicu kerusuhan adalah pemukulan seorang super taksi oleh pelaku yang diduga sebagai aparat militer setelah tabrakan antara kedua kendaraan. Hal ini memantik kemarahan kaum sopir taksi lainnya serta para pejalan kaki yang menyaksikan kejadian tersebut. Mereka segera mendatangi dan mengepung pelaku pemukulan tersebut. Kejadian bertambah parah ketika pasukan polisi anti huru-hara didatangkan untuk melindungi pelaku pemukulan. Massa yang marah terhadap hal itu kemudian mengusung berkardus-kardus botol bir dan melempar botol-botol tersebut ke arah polisi huru-hara agar polisi mundur. Massa kemudian secara spontan membakar mobil pelaku pemukulan dan merusak beberapa mobil polisi. Kerusuhan ini berlangsung hingga jam lima pagi keesokan hari.

Aparat, pihak yang berwenang, dan mesin propaganda berkilah bahwa pelaku pemukulan bukanlah aparat militer. Mereka juga membantah bahwa nomer plat mobil yang menandakan bahwa mobil tersebut dimiliki aparat militer adalah nomer plat palsu. Namun mereka tidak bisa membantah bahwa tindakan mengirimkan ratusan aparat kepolisian untuk menyelamatkan seorang aparat palsu merupakan tindakan yang tidak masuk akal. Terlepas dari asli atau palsu identitas pelaku pemukulan, kerusuhan ini menyingkap fakta serius bahwa rakyat jelata Tiongkok sangat muak dengan hak-hak istimewa yang dinikmati oleh aparat militer.

Terdapat kesenjangan besar antara kaum tentara berpangkat rendah dengan para pejabat militer. Di satu sisi, kaum tentara berpangkat rendah digaji sangat kecil dan seringkali terjerumus dalam kemiskinan setelah mereka keluar dari militer. Sedangkan di sisi lain, para Jenderal dan petinggi militer lainnya menikmati hidup kaya raya dengan cara menimbun harta yang mereka raup melalui korupsi maupun kapitalisasi aset-aset militer. Kepemimpinan pusat baru cuma sekedar bermanis-manis bibir saat mereka bicara tentang rencana pendisiplinan tentara, namun selama kelas penguasa Tiongkok membutuhkan militer untuk menindas perlawanan dalam negeri dan untuk mencapai ambisi-ambisi imperialisnya, mereka tetap harus membayar kesetiaan para jenderal dan petinggi militer dengan hak-hak istimewa.

Sumber: Socialist Alternative

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

MENA Solidarity Network

Solidarity with Workers in the Middle East

Indonesian Peoples' Alliance (IPA)

Movement for Peoples Sovereignty and Trade to Serve the Peoples!

Maruti Suzuki Workers Union

Inquilab Zindabad! Mazdoor Ekta Zindabad!

wonosobo bergerak

Pijar Harapan untuk Rakyat

WONOSOBO BERGERAK

Pijar Harapan untuk Rakyat

SEKBER

sekolah bersama

Jurnal Ari

Coretan iseng pengelana

Insatiable Booksluts

Voracious readers tell you if that book is going to suck.

Ughytov's Blog

Just another WordPress.com site

Shiraz Socialist

Because there have to be some lefties with a social life

LKIP

Lembar Kebudayaan IndoPROGRESS

Partai Rakyat Pekerja Komite Kota Makassar

SOSIALISME, Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja. SOSIALISME, Solusi Bagi Krisis Kapitalisme

boemipoetra

In A Time Of Universal Deceit, Telling The Truth Is A Revolutionary Act

Berita Buruh Indonesia

sebagai SEKOLAH PERANG, SERIKAT BURUH TIDAK terkalahkan

Working Indonesia

A Blog Covering Labor Activism in Indonesia

ARTIKEL BURUH

buruhberjuang.wordpress.com

Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung

SATU dan BERSATU oleh PERS & karena MAHASISWA

Home

One voice, unify power, unify actions for workers rights

%d blogger menyukai ini: