Deklarasi FMN Palangkaraya

Deklarasi FMN Palangka Raya

Setelah melalui proses yang cukup panjang, akhirnya pada hari sabtu 22 Juni 2013 Front Mahasiswa Nasional (FMN) Palangka Raya di deklarasikan sebagai Organisasi Pemuda-Mahasiswa yang berdomisili di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah yakni Palangka Raya. Acara Deklarasi yang bertemakan “Membangun Organisasi Massa Mahasiswa Sejati Sebagai Wadah Persatuan, Belajar, dan Alat Berjuang” ini dihadiri oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pimpinan Pusat (PP) FMN, L. Muhammad Hasan Harry Sandy AME.

Dalam acara deklarasi tersebut hadir juga beberapa organisasi yaitu Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Kalimantan Tengah, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) cabang Palangka Raya, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Palangka Raya, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Indonesia (PMKRI) cabang Palangka Raya, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Palangka Raya, Barisan Oposisi Mahasiswa Bima Kalteng (BOM-BK) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Palangka Raya serta beberapa individu mahasiswa lainnya.

Dalam pidato sambutannya Sekjen FMN yang akrab disapa Uge ini merefleksi tentang perkembangan organisasi FMN yang lahir dalam sejarah kelam dan massifnya pemberangusan gerakan rakyat.

Front Mahasiswa Nasional (FMN) adalah sebuah organisasi massa mahasiswa yang lahir atas dialektika (Perkembangan) sejarah dan situasi objektif yang ada dalam setiap perkembangannya. Perjalanan FMN telah dirintis sejak tahun 1990an, dimana pada saat itu upaya pemberangusan gerakan Rakyat terjadi begitu keras oleh Diktator Orde Baru (Soeharto), tidak terkecuali terhadap Gerakan Mahasiswa yang dikekang dengan kebijakan yang sampai saat ini dikenal dengan “Normalisasi Keamanan Kampus dan Badan Koordinasi Kampus (NKK-BKK)”. Meski demikian, dengan berbagai bentuk ancaman, terror dan tindak kekerasan yang dilakukan oleh Rezim saat itu tidak pernah menyurutkan semangat Rakyat untuk terus membangun persatuan dan mengembangkan diri untuk melakukan perlawanan secara kolektif, begitu pula gerakan Pemuda dan Mahasiswa dengan ciri khususnya yang dinamis dan aktif serta kemampuan analisisnya yang tajam selalu menjadi topangan gerakan rakyat di sektor lainnya.

Semangat persatuan dan perlawanan Mahasiswa saat itu tampak dari eksisnya berbagai organisasi Pemuda dan Mahasiswa yang terus melakukan pengorganisiran dan perlawanan, meskipun sebagian besar dilakukan dengan cara tertutup. Hal tersebut juga tampak dari munculnya berbagai organisasi mahasiswa di berbagai daerah yang kian massif. Itulah yang dikemudian hari menjadi embrio lahirnya FMN yang terus meluas dan semakin solid melalui Komunikasi Intensif dan pertemuan-pertemuan tingkat kota hingga nasional. Melalui pertemuan nasional yang diselenggarakan di Bandung pada tahun 1997 kemudian terbentuk sebuah jaringan nasional dengan nama “Forum Komunikasi Mahasiswa Nasional (FKMN)” sebagai identitas dari kelompok kerja (pokja) yang dibangun.

Ide dan inisiatif maju terus bermunculan dari internal Jaringan melalui pertemuan-pertemuan dan komunikasi yang dibangun untuk menyatukan diri dan melakukan penilaian atas perkembangan pekerjaan dan situasi kongkrit dimasing-masing daerah. Pertemuan-pertemuan tersebut kemudian membuahkan hasil yang semakin maju, dimana pada tahun 2000, FKMN berkembang menjadi sebuah organisasi mahasiswa nasional dengan nama Forum Mahasiswa Nasional. Sejak itu FMN terus melakukan perluasan dan melakukan pembenahan di Internal organisasi, membangun komite-komite organisasi dari tingkat pusat (nasional) hingga kampus dan mulai menggunakan identitas FMN dalam perjuangan politik organisasi.

Setelah melalui proses dan perjalanannya yang cukup panjang, akhirnya di tahun 2003 FMN dideklarasikan menjadi organisasi massa mahasiswa nasional lewat acara Kongres Pendirian Organisasi (founding Congress) di Balai Rakyat Utan Kayu-Jakarta. Dalam momentum bersejarah tersebut,  hadir 700 anggota FMN dari berbagai kota dan kemudian 740 orang anggota mengikuti aksi Nasional perdana FMN di Jakarta. Melalui forum kongres pendirian tersebut pula terjadi peralihan nama dari Forum Mahasiswa Nasional menjadi Front mahasiswa Nasional. Acara Founding Congress tersebut, kemudian ditetapkan sebagai hari lahir FMN yaitu tanggal 18 Mei 2003 yang diperingati setiap tahunnya oleh seluruh jajaran anggota di setiap tingkatan Organisasi.

Pasca Founding Congress di Jakarta, FMN Menentukan garis Politiknya yang “Anti Imperialisme, Anti Feodalisme dan Anti Kapitalisme Birokrat” melalui Kongres I yang diselenggarakan di Bandar Lampung pada bulan Mei tahun 2004 bertepatan dengan Hari lahir FMN yang ke-2. Dengan berbagai pelajaran penting dan berharga yang diraih selama dua tahun, baik secara teori maupun praktek bagi terciptanya Ormas Mahasiswa, dua tahun kemudian diselenggarakan kembali Kongres II, pada bulan September 2006 di Bandung dengan semangat meneguhkan diri sebagai Organisasi Massa Mahasiswa dengan karakter perjuangan Demokrasi Nasional. Gerakan pembetulan demi pembetulan atas organisasi terus dilakukan dan ditancapkan untuk meneguhkan langgam kerja dan merapikan pekerjaan-pekerjaan organisasi, mencakup wilayah politik dan organisasi.

Uge juga menegaskan garis politik dan garis perjuangan FMN. Bahwasanya pasca Konferensi Meja Bundar (KMB), Indonesia kembali terjerumus dalam satu sistem dengan penghisapan yang tidak kalah kejamnya dari sistem jajahan colonial Belanda, yaitu Sistem “Setengah Jajahan dan setengah Feodal (SJSF)” yang ditandai dengan keberadaan dua sistem yaitu Imperialisme yang semakin kuat menancapkan dominasinya dan feodalisme yang juga semakin kuat melakukan penghisapan sebagai topangan akan dominasi Imperialisme. Sistem ini yang masih dan terus dipertahankan oleh penguasa telah menjebak Rakyat Indonesia kembali dalam kemiskinan dan penderitaan yang hebat serta keterbelakangan budaya yang kelam.

 

Dengan sistem tersebut, Indonesia tidak lagi dijajah dalam bentuk fisik, namun diganti dengan penjajahan secara halus yaitu melalui jeratan hutang yang memaksakan Indonesia harus menyerahkan seluruh kekeayaan Alam dan tenaga kerjanya terhadap kapitalis monopoli (Imperialisme) melalui topangan kuat Feodalisme yang tampak sebagai tuan tanah baru (baik yang tampak dalam perusahaan swasta, individu, maupun oleh Negara secara lansung) yang terus melakukan monopoli atas tanah dalam skala luas, baik untuk perkebunan, pertambangan, Infrastruktur, Taman Nasional, dan lain-lain. Dengan demikian, terang bahwa persoalan pokok rakyat Indonesia yang melahirkan berbagai persoalan lainnya adalah Persoalan Monopoli atas Tanah. Atas persoalan tersebut, maka Kontradiksi pokok bagi seluruh Rakyat Indonesia adalah “Imperialisme, Feodalisme dan, Kapitalisme Birokrat”.

Dengan kenyataan demikian, Front Mahasiswa Nasional (FMN) telah meneguhkan garis perjuangannya yang diyakini sebagai jalan keluar bagi Rakyat Indonesia adalah dengan menggencarkan perjuangan “Demokratis Nasional” yang berwatak Patriotis, Demokratis dan Militan sebagai manifestasi karakter perjuangannya yang anti Imperialisme, Anti Feodalisme dan Anti Kapitalisme Birokrat.

Pada penutupan pidatonya Uge menyampaikan pesan dan kesan untuk kawan-kawan FMN Palangka Raya sebagai berikut: “Atas nama, segenap Kolektif Pimpinan Pusat, Dewan Pimpinan Pusat (PP-DPP) dan keluarga besar Front Mahasiswa Nasional (FMN), kami sampaikan “SELAMAT” atas terbentuknya Komite Organisasi Front Mahasiswa Nasional (FMN), tingkat Kampus (UNPAR) dan di tingkat kota sebagai wujud terbangunnya satu basis Organisasi tingkat Ranting dan Cabang, yang akan eksis secara politik dan organisasi bersama massa, anggota dan organisasi massa dan gerakan mahasiswa lainnya secara khusus dan organisasi massa Rakyat lainnya secara umum.

Dengan demikian, atas nama Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan Pimpinan Pusat FMN, saya nyatakan Pengakuan atas keberadaan FMN di Palangkaraya sebagai salah satu Cabang FMN yang kemudian disebut FMN Cabang Palangkaraya. Yakni sebuah Cabang yang akan  mengkoordinasikan setiap ranting dalam menjalankan seluruh aktifitas dan progam secara politik dan organisasi ditengah massa. Dan kepada Kawan-kawan sekalian, para tamu Undangan dan hadirin yang hadir.

“Sebagai penutup, dengan salut dan bangga, kami sampaikan apresiasi setinggi-tingginya bagi seluruh jajaran organisasi atas konsistensi dan setiap kerjakerasnya dalam memecahkan persoalan massa dan organiasasi. Bangga atas setiap usahanya untuk memperhebat perjuangan, massa mahasiswa pada khususnya dan perannya dalam mendukung perjuangan rakyat pada umumnya. Terakhir, mari bersama-sama untuk kita terus saling bahu-membahu, saling memandu dan saling memajukan serta, bersama-sama sekuat tenaga untuk (Sekali lagi) memperbaiki, memperbesar dan memperkuat Organisasi. Secara khusus, tugas kita semua untuk menyiapkan diri menyambut dan memeriahkan kampanye global 2013 dalam menyikapi pertemuan Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik atau Asia-Pacific Economy Cooperation (APEC) dan Organisasi Perdagangan Dunia atau World Trade Organisation (WTO) pada bulan Desember mendatang, sekaligus sebagai rangkaian penyelenggaraan konferensi internasional pemuda rakyat dunia sebagai tonggak persatuan pemuda anti Imperialisme skala dunia”.

Kemudian acara peresmian atau deklarasi FMN Palangka Raya yang dipimpin langsung oleh Sekjen PP FMN dengan memanggil satu-persatu pengurus Cabang dan Ranting lalu kemudian ruangan menggema dengan lagu Mars FMN yang dinyanyikan oleh anggota FMN dan peserta mengikuti sambil mulai berdiri.

 

Pesan Solidaritas dari Organisasi undangan yang hadir:

Walhi Kalimantan Tengah (Ahmad Fandy): Terimakasih atas penyelenggara yang memberikan kesempatan kepada kami untuk hadir serta mengikuti rangkaian dalam acara Deklarasi FMN Palangka Raya. Terlebih dahulu saya sampaikan permintaan maaf dari Direktur Eksekutif Walhi Kalimantan Tengah tidak bisa menghadiri acara ini karena sedang berada di luar kota. Namun hal ini tidak mengurangi sedikitpun niat kami untuk menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya serta mengucapkan selamat atas deklarasi FMN Palangka Raya. Harapan besar saya mengikuti setiap jengkal langkah organisasi ini, yang mana harapan saya organisasi ini nantinya akan berjalan lebih maju serta dapat berjuang bersama rakyat untuk mencoba menjawab persoalan-persoalan yang mereka hadapi khususnya di sektor Pemuda-Mahasiswa dan rakyat indonesia pada umumnya.

GMNI Cab. Palangka Raya (Ricky Kaharap): Terimakasih kawan-kawan FMN atas undangan serta memberikan kesempatan kepada saya untuk menyampaikan pesan solidaritas. Salut dan apresiasi yang setinggi-tingginya saya sampaikan kepada kawan-kawan FMN Palangka Raya yang sesaat lagi akan dideklarisasikan. Saya yakin dengan hadirnya FMN di Palangka Raya pada khususnya dan Kalimantan Tengah pada umumnya akan menambah “daya gedor” perjuangan mahasiswa. Hidup Mahasiswa! Hidup Rakyat!

GMKI Cab. Palangka Raya: Selamat dan sukses untuk kawan-kawan FMN Palangka Raya, karena hari ini kita akan menjadi saksi lahirnya sebuah organisasi gerakan yang akan mewarnai perjuangan mahasiswa yang khusunya ada di Palangka Raya ini.

KNPI Kota Palangka Raya (Endra Darmaji): Mewakili kawan-kawan dari KNPI Kota Palangka Raya, saya ucapkan selamat atas terbentuknya FMN Palangka Raya. Kami dari KNPI Kota Palangka Raya akan selalu membuka diri kepada kawan-kawan semua untuk melakukan aktivitas-aktivitas ataupun kegiatan yang nantinya akan diselenggarakan oleh FMN Palangka Raya. Sekali lagi saya sampaikan selamat untuk kawan-kawan FMN Palangka Raya. Hidup Pemuda! Hidup Rakyat Indonesia!

BOM-BK (Rajulan): Selamat dan apresiasi atas satu langkah kongkrit yang dilakukan oleh FMN Palangka Raya dengan dideklarasikannya organisasi mahasiswa yang nantinya akan menambah jumlah perlawanan atas ketidak-adilan disini karena kita dilahirkan untuk melawan ketertindasan. Medeka! Hidup Mahasiswa!

 PMKRI (Theodorus Timo): Selamat dan sukses atas dekralarasi FMN Palangka Raya. Terimakasih.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

BEM UNPAR (Daeng Andi): Selamat kepada bung-bung dari FMN Palangka Raya atas deklarasinya. Semoga dapat memperkuat barisan aliansi kita dalam menyikapi kondisi rakyat indonesia pada hari ini. Hidup Rakyat!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

MENA Solidarity Network

Solidarity with Workers in the Middle East

Indonesian Peoples' Alliance (IPA)

Movement for Peoples Sovereignty and Trade to Serve the Peoples!

Maruti Suzuki Workers Union

Inquilab Zindabad! Mazdoor Ekta Zindabad!

wonosobo bergerak

Pijar Harapan untuk Rakyat

WONOSOBO BERGERAK

Pijar Harapan untuk Rakyat

SEKBER

sekolah bersama

Jurnal Ari

Coretan iseng pengelana

Insatiable Booksluts

Voracious readers tell you if that book is going to suck.

Ughytov's Blog

Just another WordPress.com site

Shiraz Socialist

Because there have to be some lefties with a social life

LKIP

Lembar Kebudayaan IndoPROGRESS

Partai Rakyat Pekerja Komite Kota Makassar

SOSIALISME, Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja. SOSIALISME, Solusi Bagi Krisis Kapitalisme

boemipoetra

In A Time Of Universal Deceit, Telling The Truth Is A Revolutionary Act

Berita Buruh Indonesia

sebagai SEKOLAH PERANG, SERIKAT BURUH TIDAK terkalahkan

Working Indonesia

A Blog Covering Labor Activism in Indonesia

ARTIKEL BURUH

buruhberjuang.wordpress.com

Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung

SATU dan BERSATU oleh PERS & karena MAHASISWA

Home

One voice, unify power, unify actions for workers rights

%d blogger menyukai ini: