Perlawanan di Catatumbo

Perlawanan di Catatumbo

Di mulut Sungai Catatumbo yang membelah Kolombia dan Venezuela ada suatu fenoma unik yang terjadi pada beberapa malam tertentu di delta dimana sungai Katatumbo mengalir ke Danau Maracaibo. Setelah petang menjelang dan sepanjang malam, langit di atas tempat ini dipenuhi kilat yang melecut hingga 20.000 kali dalam semalam. Menurut mitos setempat, kilat Catatumbo mengkhianati kapten angkatan laut Sir Francis Drake saat ia mencoba menyerbu pelabuhan-pelabuhan Spanyol pada abad ke-16.

Hari ini, di daerah hulu Catatumbo bagian Kolombia, suatu badai berbeda kini menerpa negeri yang tak pernah tertidur tersebut.

Semenjak 10 Juni, 16.000 rakyat campesino (kaum tani pedesaan) bergerak ke kota-kota Ocaña dan Tibú memperjuangkan petisi konstitusi Zona de Reserva Campesina (ZRC)–penunjukan legal daerah untuk program pengembangan pedesaan. Protes dan demonstrasi kemudian bermunculan di suatu daerah yang secara turun-temurun merupakan basis FARC (Fuerzas Armadas Revolucionarias de Colombia), kelompok insurgen bersenjata yang hampir seabad lamanya.

Para petani menuntut pemerintah mengulangi penghapusan coca-suatu tanaman tradisionnal di daerah tersebut yang terancam dimusnahkan di bawah tekanan pemerintah Amerika Serikat (AS) kecuali bilamana koka tersebut membantu pemeliharaan tanaman-tanaman lainnya.

Harga satu kilo daun koka 1.500 kali lebih tinggi daripada satu kilo biji coklat. Panen legal secara ekonomi tidak dapat dilakukan karena berbagai macam kesepakatan pasar bebas yang ditandatangani Kolombia, termasuk kesepakatan dengan AS, yang telah membuat harga komoditas-komditas pertanian merosot. Bagi rakyat Campesino, menanam Coa adalah satu-satunya cara bertahan di tengah sulitnya situasi ekonomi.

Aksi demonstrasi kaum tani ini dijawab pemerintah dengan represi. Sabtu, 22 Juni 2013 lalu polisi huru-hara menembaki para demonstran, mengakibatkan empat orang tewas dan 50 lainnya luka-luka. Cesar Jerez, pemimpin petani, menyatakan bahwa ada rekaman video yang membuktikan bahwa polisi bertanggungjawab atas kematian dua orang demonstran. Sementara itu di pihak polisi, setidaknya sepuluh agen polisi terluka pada konfrontasi 22 Juni tersebut.

Pemerintah mengeluarkan pernyataan tersirat bahwa FARC berada di balik aksi ini. Bila benar demikian, hal ini membantah anggapan pemerintah Kolombia yang merupakan antek imperialis AS bahwa FARC hanya punya sedikit dukungan dari kaum Tani.

Terdapat beberapa upaya untuk merundingkan kesepakatan. Para pimpinan petani telah setuju untuk bertemu di Bogotá, Ibukota Kolombia, namun pertemuan tersebut kemudian dibatalkan setelah Presiden Juan Manuel Santos menolak memastikan kehadirannya dalam pertemuan tersebut. Sedangkan rakyat Campesinos menolak berunding dengan Eduardo Garzón, mantan walikota Bogotá.

Ini merupakan perkembangan terbaru dalam aksi pemogokan kaum tani yang melumpuhkan ekonomi di beberapa daerah Kolombia. Suatu pemogokan bersejarah oleh petani coklat dan kopi awal tahun ini yang diinterupsi oleh penyaluran barang-barang ke Buenaventura dan ke perbatasan barat daya yang berbatasan dengan Ekuador. Semenjak saat itu pemogokan yang kurang disorot namun mengakibatkan dampak terhadap beras, gula, dan kentang ini telah terjadi dari seluruh daerah pengunungan sampai mencapai Catatumbo Kolombia yang berbatasan dengan Venezuela.

Jalan yang ditempuh melalui serangkaian pemogokan ini mencakup daerah-daerah berpenduduk paling padat di Kolombia dan ini menunjukkan bahwa Kolombia tengah mengalami pasang naik dalam perjuangan rakyat, suatu hal yang bertentangan dengan citra surga investasi yang aman yang ingin digambarkan pemerintah.

Kesengsaraan rakyat Campesinos sangat terkait dengan komitmen pemerintahan Santos yang mengarahkan ekonomi Kolombia ke arah pertambangan. Memperparah kondisi-kondisi ekonomi yang buruk, industri pertambangan ini juga menyebabkan kerusakan alam di lingkungan komunitas-komunitas yang berjuang untuk hidup.

Dalam perundingan-perundingan dengan pemerintahan Kolombia yang digelar di Kuba, FARC mengajukan penciptaan 59 ZRC-yang mana hanya ada enam saat ini. Pada 26 Mei, FARC dan para perwakilan pemerintah menyatakan bahwa mereka telah mencapai kesepakatan dalam permasalahan-permasalahan agraria. Harapan kaum tani sejak saat itu telah melambung tinggi. Namun reaksi brutal pemerintah terhadap perlawanan kaum tani telah membuyarkan kepercayaan terhadap komitmen pemerintah dalam permasalahan-permasalahan agraria.

El Relámpago del Catatumbo (Kilat Catatumbo) telah menyinari daerah tersebut selama seribu tahun. Seiring dengan perundingan antara FARC dan pemerintah Kolombia digelar di Havana, perlawanan Catatumbo kini juga menyorot sikap pemerintah terhadap kaum tani Kolombia.

*tulisan ini merupakan karya Gabriel Chaves dalam menjelaskan latar belakang serangkaian demonstrasi di Campesino sebagaimana dimuat di socialistworker.org dengan judul Uprising in Catatumbo. Diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan dipublikasikan dalam Bumi Rakyat. Bumi Rakyat tidak memiliki hubungan apapun dengan socialistworker.org.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

MENA Solidarity Network

Solidarity with Workers in the Middle East

Indonesian Peoples' Alliance (IPA)

Movement for Peoples Sovereignty and Trade to Serve the Peoples!

Maruti Suzuki Workers Union

Inquilab Zindabad! Mazdoor Ekta Zindabad!

wonosobo bergerak

Pijar Harapan untuk Rakyat

WONOSOBO BERGERAK

Pijar Harapan untuk Rakyat

SEKBER

sekolah bersama

Jurnal Ari

Coretan iseng pengelana

Insatiable Booksluts

Voracious readers tell you if that book is going to suck.

Ughytov's Blog

Just another WordPress.com site

Shiraz Socialist

Because there have to be some lefties with a social life

LKIP

Lembar Kebudayaan IndoPROGRESS

Partai Rakyat Pekerja Komite Kota Makassar

SOSIALISME, Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja. SOSIALISME, Solusi Bagi Krisis Kapitalisme

boemipoetra

In A Time Of Universal Deceit, Telling The Truth Is A Revolutionary Act

Berita Buruh Indonesia

sebagai SEKOLAH PERANG, SERIKAT BURUH TIDAK terkalahkan

Working Indonesia

A Blog Covering Labor Activism in Indonesia

ARTIKEL BURUH

buruhberjuang.wordpress.com

Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung

SATU dan BERSATU oleh PERS & karena MAHASISWA

Home

One voice, unify power, unify actions for workers rights

%d blogger menyukai ini: