Aktivis Buruh Mesir: Kami Tidak Mau Diperbudak Lagi*

Aktivis Buruh Mesir - Kami Tidak Mau Diperbudak Lagi

Muhammad Hardan, wakil presiden Serikat Pekerja Independen di Perusahaan Air Kairo menjelaskan bagaimana dia dan para aktivis serikat buruh lainnya bergabung dalam aksi massa melawan Ikhwanul Muslimin.

“Kami bahkan tidak mengeluarkan seruan agar anggota berpartisipasi dalam aksi, karena setiap orang yang bekerja di perusahaan telah mencapai kesepakatan dan siap turun ke jalan untuk melawan penindasan yang sekian lama telah mereka alami. Hukum dan regulasi terkait kebebasan berserikat selama ini tidak pernah ditegakkan, para aktivis buruh selama ini sangat ditindas dan kami menyaksikan korupsi menyebar makin luas daripada yang terjadi di bawah rezim lama. Upah buruh dipotong dan siapa pun yang menuntut haknya, dikorbankan. Harga-harga terus naik sementara upah kami tidak naik, sedangkan buruh yang berdemonstrasi dikriminalisasi serta aksi pendudukan dibubarkan dengan kekerasan. Sementara pabrik-pabrik dan perusahaan-perusahaan tutup, hak-hak pekerja terus menerus diabaikan, bahkan dalam konstitusi.

Saat kami menuntut keadilan sosial, aksi ini malah dicap “egois”. Mereka yang seharusnya mewakili para buruh di parlemen tidak tertarik sama sekali untuk memperjuangkan hak-hak buruh.

Saya menyaksikan penindasan dengan mata kepala sendiri, seperti penyerangan aparat polisi dengan mengerahkan anjing-anjing terhadap aksi pendudukan Pabrik Semen Alexandria. Saya juga bertemu dengan para pekerja dari PT. Beheira yang upahnya belum dibayarkan selama delapan bulan. Perusahaan-perusahaan minyak juga melakukan pemecatan buruh secara besar-besaran: jangankan pesangon, kawanku sesama anggota serikat buruh malah tidak sama sekali tidak mendapatkan gajinya yang selama delapan bulan ditahan. Sementara kawan-kawan serikatku lainnya dialihkan ke pers nasional saat mereka menuntut hak-hak para buruh Perusahaan Air. Sedangkan kawanku dari Perusahaan Air Alexandria diculik dan disiksa karena dia berpartisipasi dalam demonstrasi. Seorang kawan lainnya bahkan menderita cedera akibat diserang dan dipukuli.

Kami selalu aktif dalam berkampanye menentang privatisasi air namun Ikhwanul Muslimin bersikeras menerapkan privatisasi ini. Khususnya Khairat Al-Shater, Wakil Pemandu Umum Ikhwanul Muslimin, yang gencar menyerukan privatisasi air.

Campur tangan tentara yang baru saja terjadi telah menghentikan kelompok-kelompok teroris yang siap menumpahkan darah rakyat dengan menggunakan senjata untuk melawan kami dan revolusi kami.

Morsi sangat bergantung pada regulasi-regulasi hukum yang mengkriminalisasikan aksi-aksi pemogokan. Regulasi ini meskipun baru diajukan pada tahun 2011 namun sangat cepat disahkan dan dilaksanakan di tahun berikutnya. Dengan berlindung dan berdasarkan regulasi ini, Morsi telah mengobarkan perang melawan serikat buruh dan serikat pekerja di Mesir.

Di periode yang akan datang gerakan pekerja akan menuntut agar para pekerja diwakili di dalam parlemen dan bisa memilih serta menugaskan wakil mereka untuk mengajukan regulasi hukum terkait kebebasan berserikat. Mereka akan mengatakan pada pemerintah bahwa prioritas pertama yang harus diterapkan adalah menerapkan keadilan sosial dan bukannya mengabaikan tuntutan-tuntutan pekerja.

Jika presiden berikutnya menolak memenuhi tuntutan-tuntutan kami, maka kami akan berontak lagi. Tidak ada solusi lain. Kami telah merasakan kebebasan dan kami tidak mau diperbudak lagi. Revolusi akan terus berlangsung sampai tuntutan-tuntutannya dipenuhi, tak peduli siapapun yang duduk di Istana Kepresidenan. Kami tak akan mencampakkan revolusi dan kami tak akan pernah menyerah.”

*tulisan ini merupakan wawancara Mena Solidarity Network, Jaringan Solidaritas Pekerja Timur Tengah, dengan Muhammad Hardan. Dihimpun dan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Bumi Rakyat dari menasolidaritynetwork.com, dan dipublikasikan di Bumi Rakyat pada 7 Juli 2013 sebagai penyebaran wacana sekaligus solidaritas dengan perjuangan rakyat pekerja Mesir. Bumi Rakyat tidak memiliki hubungan sama sekali dengan Mena Solidarity Network dan Muhammad Hardan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

MENA Solidarity Network

Solidarity with Workers in the Middle East

Indonesian Peoples' Alliance (IPA)

Movement for Peoples Sovereignty and Trade to Serve the Peoples!

Maruti Suzuki Workers Union

Inquilab Zindabad! Mazdoor Ekta Zindabad!

wonosobo bergerak

Pijar Harapan untuk Rakyat

WONOSOBO BERGERAK

Pijar Harapan untuk Rakyat

SEKBER

sekolah bersama

Jurnal Ari

Coretan iseng pengelana

Insatiable Booksluts

Voracious readers tell you if that book is going to suck.

Ughytov's Blog

Just another WordPress.com site

Shiraz Socialist

Because there have to be some lefties with a social life

LKIP

Lembar Kebudayaan IndoPROGRESS

Partai Rakyat Pekerja Komite Kota Makassar

SOSIALISME, Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja. SOSIALISME, Solusi Bagi Krisis Kapitalisme

boemipoetra

In A Time Of Universal Deceit, Telling The Truth Is A Revolutionary Act

Berita Buruh Indonesia

sebagai SEKOLAH PERANG, SERIKAT BURUH TIDAK terkalahkan

Working Indonesia

A Blog Covering Labor Activism in Indonesia

ARTIKEL BURUH

buruhberjuang.wordpress.com

Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung

SATU dan BERSATU oleh PERS & karena MAHASISWA

Home

One voice, unify power, unify actions for workers rights

%d blogger menyukai ini: