Duduki Alun-Alun – Berdiri Tegak di Hadapan Konspirasi Ikhwanul Muslimin dengan AS

Duduki Alun-Alubn

Pernyataan Sikap Sosialis Revolusioner di Mesir, Sabtu, 6 Juli 2013.

Selama hari-hari yang mengguncang dunia, berjuta-juta rakyat Mesir turun ke jalan dan memaksa institusi mereka untuk menyingkirkan presiden yang gagal. Karena Muhammad Morsi dan Ikhwanul Muslimin telah mengkhianati pokok-pokok dan tujuan-tujuan Revolusi 25 Januari 2011.

Namun kekeraskepalaan, kebodohan, dan kejahatan Ikhwamul Muslimin yang dibekingi AS dan Muhammad Badi, Mursyid Ikhwanul Muslimin, telah membuka cakrawala mengerikan berwujud perang saudara. Hal ini hanya bisa dihentikan oleh berjuta massa rakyat yang datang ke alun-alun dan turun ke jalan untuk melindungi revolusi mereka. Kita harus membatalkan rencana AS-Ikhwanul Muslimin yang ingin menggambarkan Revolusi Mesir sebagai suatu kudeta militer.

Pemberontakan kerakyatan 30 Juni yang berhasil menggulingkan Ikhwanul Muslimin dari kekuasaan dan kini rencana Ikhwanul Muslimin makin tampak. Ikhwanul Muslimin berupaya merampas alun-alun untuk menggambarkan bahwa presiden yang digulingkan sangat populer di mata rakyat, suatu gambaran yang palsu dan menyesatkan. Mereka bisa saja berunding untuk mengembalikan Morsi ke kekuasaan dengan dukungan AS dan kekuatan-kekuatan imperialis lainnya demi meraih apa yang telah dijanjikan Morsi kepada kaum imperialis di Syria dan di daerah-daerah lainnya.

Meninggalkan alun-alun beresiko pengambilalihan oleh para pendukung Morsi dan merupakan bahaya bagi revolusi. Kembalinya Ikhwanul Muslimin ke kursi kekuasaan akan berarti kekalahan bagi perlawanan aksi massa yang terhebat dalam sejarah serta berarti memukul mundur revolusi dan menghancurkan semua harapan di dalamnya.

Massa yang telah mengobarkan revolusi Januari 2011 serta bertekad menuntaskannya di Juni 2013, adalah satu-satunya pihak yang bisa menyelamatkan revolusi tersebut dari mara bahaya.

Rakyat yang memerintahkan militer untuk melindungi mereka pada 30 Juni dan seterusnya, bisa mempertahankan diri mereka sendiri, tanpa menunggu tentara maupun polisi yang bimbang. Kepahlawanan rakyat Boulaq Abu Al-Ala, Maniyal, Sayyida Zeinab, Sidi Gaber, dan di daerah-daerah lainnya dalam menghadapi serangan-serangan Ikhwanul Muslimin, adalah contoh perlawanan rakyat yang paling baik.

Revolusi terus berlanjut, namun perlu waktu dan perlu mengorganisir diri. Kekurangan ini perlu ditutupi dengan pembentukan kembali komite-komite kerakyatan untuk mempertahankan revolusi kita di tiap jalan, di tiap lingkungan, dan di tiap pabrik. Kita memang berjumlah besar namun kurang pengorganisiran.

Siapapun perdana menteri Mesir berikutnya haruslah berasal dari aktivis Revolusi Januari:

Kami menuntut agar pemerintahan berikutnya haruslah:

  1. Menerapkan langkah-langkah mendesat untuk mewujudkan keadilan sosial bagi kebutuhan berjuta-juta rakyat miskin dan rakyat berpenghasilan rendah. Merekalah yang berkorban paling besar dan menanggung derita paling berat akibat kegagalan Morsi (dan kegagalan Dewan Militer sebelum Morsi terpilih) dalam menerapkan tujuan-tujuan revolusi.
  2. Menyelenggarakan pemilihan Majelis Perwakilan yang mewakili semua lapis rakyat pekerja, petani, dan kaum miskin, serta umat Kristen Koptik dan Kaum Perempuan, untuk merumuskan konstitusi sipil demokratis yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemerdekaan dan keadilan sosial.
  3. Menyelenggarakan perumusan hukum atau regulasi keadilan peralihan yang akan mengadli Ikhwanul Muslimin yang bersalah karena menumpahkan darah rakyat, sebagaimana juga pihak bersalah lainnya seperti Dewan Militer, simbol-simbol rezim Mubarak, serta untuk mewujudkan keadilan bagi para martir dan rakyat yang cedera dalam memperjuangkan revolusi.

Kami tidak akan menyerahkan jalanan dan alun-alun kepada kaum pedagang agama dan kepada antek-antek imperialis AS. Kami tidak akan menunggu tentara untuk melindungi kami. Kami akan mempertahankan revolusi dengan tangan kami sendiri.

 

Hidup martir revolusi! Menangkan Revolusi! Kalahkan para pembunuh!

 

Semua kekuasaan dan kekayaan untuk rakyat!

Sosialis Revolusioner

6 Juli 2013

*Pernyataan Sikap Sosialis Revolusioner di Mesir pada 6 Juli 2013, diterjemahkan dari Occupy the squares: stand firm in the face of the conspiracy by the Brotherhood and America, sebagaimana dimuat pertama kali di socialistworker.co.uk. Sumber asli bisa diakses di http://revsoc.me/statement/lnhtl-lmydyn-wnqf-fy-wjh-mwmr-lkhwn-wmryk
Bumi Rakyat tidak memiliki hubungan sama sekali dengan socialist worker maupun Sosialis Revolusioner.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

MENA Solidarity Network

Solidarity with Workers in the Middle East

Indonesian Peoples' Alliance (IPA)

Movement for Peoples Sovereignty and Trade to Serve the Peoples!

Maruti Suzuki Workers Union

Inquilab Zindabad! Mazdoor Ekta Zindabad!

wonosobo bergerak

Pijar Harapan untuk Rakyat

WONOSOBO BERGERAK

Pijar Harapan untuk Rakyat

SEKBER

sekolah bersama

Jurnal Ari

Coretan iseng pengelana

Insatiable Booksluts

Voracious readers tell you if that book is going to suck.

Ughytov's Blog

Just another WordPress.com site

Shiraz Socialist

Because there have to be some lefties with a social life

LKIP

Lembar Kebudayaan IndoPROGRESS

Partai Rakyat Pekerja Komite Kota Makassar

SOSIALISME, Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja. SOSIALISME, Solusi Bagi Krisis Kapitalisme

boemipoetra

In A Time Of Universal Deceit, Telling The Truth Is A Revolutionary Act

Berita Buruh Indonesia

sebagai SEKOLAH PERANG, SERIKAT BURUH TIDAK terkalahkan

Working Indonesia

A Blog Covering Labor Activism in Indonesia

ARTIKEL BURUH

buruhberjuang.wordpress.com

Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung

SATU dan BERSATU oleh PERS & karena MAHASISWA

Home

One voice, unify power, unify actions for workers rights

%d blogger menyukai ini: