Demonstrasi Rakyat Korea Selatan Menentang Dinas Intelijen Korea

Demonstrasi Rakyat Korea Selatan Menentang Dinas Intelijen Korea

Sabtu, 6 Juni 2013. Selama berminggu-minggu rakyat Korea Selatan terus berdemonstrasi setelah mereka menyadari campur tangan dinas intelijen Korea pada pemilihan presiden Desember lalu dengan cara mengorgansir kampanye serangan dalam jaringan (daring atau online) terhadap pihak-pihak oposisi.

Sembilan agen Dinas Intelijen Nasional Korea (NIS) telah menciptakan ratusan akun Internet dan menulis lebih dari 5.000 pos di Internet serta menggunakannya untuk menyerang partai-partai oposisi serta calon presiden (capres) mereka dalam pemilihan umum (pemilu) presiden Desember 2012 lalu.

Pusat Jurnalisme Investigatif Korea (atau NewsTapa) telah membuka CSV files yang mengandung data mentah dan analisis mereka membongkar fakta bahwa sebanyak 658 akun Twitter talh digunakan oleh NIS. Dari 237.000 kicauan oleh akun-akun tersebut, lebih dari 25% diantaranya mengenai politik dalam negeri dan mengenai pemilu presiden. Sebagian besar akun langsung dihapus begitu skandal NIS mencuat sebagai kepala berita di berbagai media sekitar 11 Desember 2012, sementara sisanya dihapus sekitar Maret 2013 ketika laporan-laporan investigatif membongkar kasus ini lebih rinci.

NIS menyatakan bahwa apa yang mereka lakukan merupakan bagian dari kampanye perang urat syaraf melawan Korea Utara dengan tujuan menghadang propaganda komunis yang memicu sentimen anti-pemerintah. Namun bagi kaum demonstran hal ini hanyalah dalih pemerintah dan merupakan ancaman terhadap demokrasi serta tindakan hina campur tangan pemerintah terhadap pemilu.

Kaum Mahasiswa dari 17 universitas telah secara resmi mengecam Dinas Intelijen sebagai ancaman terhadap demokrasi. Demonstrasi yang dipimpin oleh mahasiswa kemudian bermunculan di berbagai kota, tidak hanya mengecam dinas intelijen namun juga mengecam polisi dan partai penguasa yang mencoba cuci tangan dari kejahatan mereka.

Demonstrasi Rakyat Korea Menentang Campur Tangan Dinas Intelijen Korea dalam Pemilu 01

Rekaman demonstrasi di kota-kota besar. Sejumlah mahasiswa sempat terlibat bentrokan dengan polisi.

Demonstrasi Rakyat Korea Menentang Campur Tangan Dinas Intelijen Korea dalam Pemilu 08

Aksi nyala lilin di Seoul. Video ini diunggah oleh jurnalis warga terkenal Media Mongu di halaman Youtube-nya.

Para pengguna internet mengecam tindak kriminal ini dan menyebutnya sebagai tindakan hina yang mengguncang negara.

@bbjgo: campur tangan sistematis intelijen negara dalam pemilu presiden merupakan suatu tindakan terror terhadap demokrasi. Kita harus segera mengambil tindakan secepatnya.

Meskipun investigasi kepolisian dalam kasus ini berlangsung hingga dua bulan namun para pengguna internet tidak puas karena kepolisian gagal menjelaskan bagaimana operasi dinas intelijen tersebut mempengaruhi pemilu presiden sedangkan Won Sei-hoon mantan dinas intelijen tersebut malah kabur dari penangkapan.

Tidak satupun dari sembilan agen pelaksana operasi tersebut yang dihukum karena melanggar hukum pemilu nasional yang melarang para pejabat pemerintahan untuk mempengaruhi pemilu. Impeter, seorang blogger politik ternama, mengkritik ketidaktuntasan investigasi serta upaya partai penguasa untuk cuci tangan dari kejahatannya.

“NIS menyatakan bahwa mereka hanya mengawasi ruang daring sebagai bagian dari kampanye anti Korea Utara mereka sekaligus mengawasi kelompok-kelompok pro Korea Utara namun hal itu adalah alasan yang sama sekali tidak berdasar. Intensitas dan penetrasi operasi NIS di situs Daum Agora lebih dari yang bisa dibayangkan setiap orang. Batas tindak kriminal NIS dalam dunia maya mustahil diukur karena besarnya volume operasi mereka. Fakta-fakta tentang kriminalitas mereka akan terus keluar namun NIS bereaksi sangat cepat dengan menghapus dan menghancurkan barang bukti. Partai Saenuri yang berkuasa, yang berkolusi dengan kepolisian dalam menutupi tindak kejahatan mereka, telah memanipulasi pemilihan waktu laporan investigasi polisi sehingga hasil yang keluar nantinya muncul pada saat yang mereka kehendaki. Selain itu, dengan fakta bahwa agen rahasia tersebut adalah seorang perempuan, pemerintah berlindung di balik retorika “hak-hak perempuan” dan menggunakannya untuk menyerang capres oposisi Moon Jae-in dengan menyerang moralitasnya. Cho-Joong-Dong, tiga koran terbesar di Korea dan anak-anak stasiun TVnya telah berupaya untuk mencuci otak rakyat dengan terus menerus memberitakan logika “hak-hak perempuan” Saenuri berkaitan dengan hasil investigasi kepolisian…”

Bukan hanya kelompok-kelompok liberal dan kaum pemuda mahasiswa yang marah terhadap tindak kriminal ini. Seorang mantan profesor dan seorang konservatif di universitas Polisi Nasional, Pyo-Chang-won, menandatangani petisi menentang NIS. Putaran pertama petisi ini telah berhasil mengumpulkan lebih dari 100.000 tanda tangan daring sementara putaran kedua berhasil mencapai 200.000 tanda tangan. Salah satu bagian dalam petisi kedua memuat:

Bukti (yang ditemukan oleh investigasi polisi) menunjukkan bahwa NIS telah mempraktekkan McCarthyisme versi Korea. Pihak-pihak dan partai-partai oposisi, anggota partai oposisi, kelompok-kelompok sipil, serikat buruh, serikat guru, cendekiawan, dan siapapun yang kritis terhadap pemerintah–semuanya dicap sebagai Jongpok (pro-Korea Utara atau simpatisan Korea Utara). Demi membangun teori Jongpuk mereka, NIS telah merekayasa bukti-bukti palsu dan memutarbalikkan fakta serta menyebarluaskan klaim mereka daring. Teori-teori mereka diperkuat dan diperkeras oleh kelompok-kelompok dan situs-situs sayap kanan seperti Ilbe. Inilah yang diklaim NIS sebagai “perang urat syaraf” (melawan Korea Utara)…Sementara sebagian orang di satu sisi telah menyatakan kemarahan mereka bahwa tindakan kriminal ini telah merampas hak suara mereka, sebagian lainnya masih mempercayai dalih dinas intelijen bahwa tindakan tersebut diperlukan untuk melawan kelompok-kelompok pro-Korea Utara. Meskipun demikian, kedua belah pihak menginginkan hal yang sama: kebenaran dan keadilan.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

*diterjemahkan dari  “South Korea: 50k+ Protest National Intelligence Service Election Rigging.” sebagaimana dimuat dalam Revolution News. Diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan dipublikasikan oleh Bumi Rakyat. Bumi Rakyat tidak memiliki hubungan apapun dengan Revolution News.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

MENA Solidarity Network

Solidarity with Workers in the Middle East

Indonesian Peoples' Alliance (IPA)

Movement for Peoples Sovereignty and Trade to Serve the Peoples!

Maruti Suzuki Workers Union

Inquilab Zindabad! Mazdoor Ekta Zindabad!

wonosobo bergerak

Pijar Harapan untuk Rakyat

WONOSOBO BERGERAK

Pijar Harapan untuk Rakyat

SEKBER

sekolah bersama

Jurnal Ari

Coretan iseng pengelana

Insatiable Booksluts

Voracious readers tell you if that book is going to suck.

Ughytov's Blog

Just another WordPress.com site

Shiraz Socialist

Because there have to be some lefties with a social life

LKIP

Lembar Kebudayaan IndoPROGRESS

Partai Rakyat Pekerja Komite Kota Makassar

SOSIALISME, Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja. SOSIALISME, Solusi Bagi Krisis Kapitalisme

boemipoetra

In A Time Of Universal Deceit, Telling The Truth Is A Revolutionary Act

Berita Buruh Indonesia

sebagai SEKOLAH PERANG, SERIKAT BURUH TIDAK terkalahkan

Working Indonesia

A Blog Covering Labor Activism in Indonesia

ARTIKEL BURUH

buruhberjuang.wordpress.com

Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung

SATU dan BERSATU oleh PERS & karena MAHASISWA

Home

One voice, unify power, unify actions for workers rights

%d blogger menyukai ini: