Aktivis Buruh Mesir: Hentikan Intervensi Pemerintah terhadap Kerja Serikat Buruh

Aktivis Buruh Mesir - Hentikan Intervensi Pemerintah terhadap Kerja Serikat Buruh

Muhammad Ahmad Salim, Presiden Federasi Serikat Buruh Independen Regional Provinsi Gharbiyya, yang merupakan bagian dari Kongres Buruh Demokratis Mesir. Wawancara ini disajikan dari kantor Serikat Pekerja di Provinsi Gharbiyya.

“Kami ambil bagian dalam mengumpulkan tandatangan untuk Kampanye Pemberontakan di Gharbiyya dan petisi-petisi kami diserahkan dengan petisi-petisi lainnya yang dikumpulkan oleh Pusat Serikat Buruh dan Jasa-Jasa Pekerja. Sebelum 30 Juni kami juga berpartisipasi dalam pertemuan-pertemuan publik untuk kampanye di Tanta, Mahalla Al-Kubra, Port Said, dan Minya di Mesir atas. Di Tanta kami malah memulai demonstrasi dua hari lebih awal, saat gubernur dari Ikhwanul Muslimin baru saja ditunjuk. Kami turun ke jalan untuk menentang penunjukan ini dan terus berunjuk rasa sampai 30 Juni. Rakyat di Tanta bahkan masih di jalan hingga saat ini. Jumlah massa mulai membesar pada 25 Juni, dan hingga 29 Juni ada sekitar 10.000 orang di jalanan, mengepung gedung-gedung pemerintahan setempat.

Seperti kebanyakan rakyat Mesir, kami ikut ambil bagian dalam kampanye untuk memprotes cara yang digunakan Muhammad Morsi dalam menjalankan institusi kepresidenan demi kepentingan Ikhwanul Muslimin dan bukannya kepentingan rakyat, khususnya kaum pekerja. Seperti di bawah rezim lama, kebijakan-kebijakannya menguntungkan para pebisnis dan pemodal bukannya para pekerja. Belum pernah sebelumnya kami menyaksikan begitu banyak pekerja dipecat dan aktivis buruh dikriminalisasikan. Beberapa aktivis serikat buruh di Alexandria, Fayyoum, dan Assiyut bahkan dijebloskan ke penjara. Di provinsi Gharbiyya serikat buruh independen bahkan tidak diakui oleh manajemen. Sejumlah kawan di Perusahaan Penggilingan Padi dan Perusahaan Air Minum malah dimejahijaukan akibat aktivitas-aktivitas serikat buruh mereka. Namun alasan utama mengapa ada krisis antara Ikhwanul Muslimin dengan kaum pekerja adalah karena kegagalan Ikhwanul Muslimin untuk menciptakan hukum kebebasan berserikat, khususnya serikat buruh.

Tahun lalu Dewan Militer meyakini bahwa dengan menyerahkan negeri ke tangan Ikhwanul Muslimin akan menghindarkan pertumpahan darah.  Militer ingin menjauhi pertempuran-pertempuran politik dan kembali pada peran intinya. Namun seiring waktu, kian jelas bahwa perkembangan ekonomi, politik, dan sosial tidak berjalan demi kepentingan rakyat maupun negara. Bahkan situasinya berkembang menjadi ancaman terhadap keamanan nasional…militer harus campur tangan untuk melindungi massa yang turun ke jalan pada 30 Juni.

Kita menghadapi sejumlah tantangan di periode saat ini. Pertama, kita ingin adanya hukum baru terkait serikat buruh. Kedua, pemerintahan sebelumnya telah gagal untuk merebut perusahaan-perusahaan yang diprivatisasi dimana mahkamah pengadilan telah mengubah keputusan mengenai penjualan perusahaan-perusahaan tersebut serta menuntut pengembaliannya di bawah kepemilikan umum. Ketiga, perusahaan-perusahaan yang tutup selama krisis ekonomi harus kita jalankan lagi. Karena ribuan pekerjanya tengah menderita akibat pengangguran. Terakhir, kita harus menghentikan intervensi pemerintah terhadap kerja-kerja serikat buruh. Ini sudah diderita Kelas Pekerja Mesir selama sekian lama.

Presiden berikutnya akan dipilih setelah akhir periode peralihan dan setelah pemilihan umum (pemilu) parlementer. Mulai kini kami akan mengorganisir diri untuk mewakili para pekerja dalam parlemen yang baru serta mengemban tuntutan-tuntutan dan amanat penderitaannya. Jika tuntutan-tuntutan pekerja masih diabaikan maka kami akan mengorganisir kembali, setelah berkonsultasi dengan para pengurus dan anggota serikat buruh.

*diterjemahkan dari bahasa Inggris dari tulisan berjudul “Egypt: ‘We need to stop government interference in trade union work’ – interview with Mohamed Ahmed Salem” sebagaimana dimuat di menasolidaritynetwork.com pada 11 Juli 2013. Diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan dimuat dalam Bumi Rakyat. Bumi Rakyat tidak memiliki hubungan apapun dengan Mena Solidarity Network.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

MENA Solidarity Network

Solidarity with Workers in the Middle East

Indonesian Peoples' Alliance (IPA)

Movement for Peoples Sovereignty and Trade to Serve the Peoples!

Maruti Suzuki Workers Union

Inquilab Zindabad! Mazdoor Ekta Zindabad!

wonosobo bergerak

Pijar Harapan untuk Rakyat

WONOSOBO BERGERAK

Pijar Harapan untuk Rakyat

SEKBER

sekolah bersama

Jurnal Ari

Coretan iseng pengelana

Insatiable Booksluts

Voracious readers tell you if that book is going to suck.

Ughytov's Blog

Just another WordPress.com site

Shiraz Socialist

Because there have to be some lefties with a social life

LKIP

Lembar Kebudayaan IndoPROGRESS

Partai Rakyat Pekerja Komite Kota Makassar

SOSIALISME, Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja. SOSIALISME, Solusi Bagi Krisis Kapitalisme

boemipoetra

In A Time Of Universal Deceit, Telling The Truth Is A Revolutionary Act

Berita Buruh Indonesia

sebagai SEKOLAH PERANG, SERIKAT BURUH TIDAK terkalahkan

Working Indonesia

A Blog Covering Labor Activism in Indonesia

ARTIKEL BURUH

buruhberjuang.wordpress.com

Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung

SATU dan BERSATU oleh PERS & karena MAHASISWA

Home

One voice, unify power, unify actions for workers rights

%d blogger menyukai ini: