Pemuda Sosialis dan Mahasiswa Revolusioner Mengambil Alih Konferensi Pendidikan di Australia

Pemuda Sosialis dan Mahasiswa Revolusioner Mengambil Alih Konferensi Pendidikan di Australia

Konferensi Pendidikan Serikat Mahasiswa Nasional (NUS) yang digelar selama tiga hari di Adelaide telah mengalami perubahan signifikan berupa perombakan tiga agenda. Pertama, pengesahan mosi untuk penentuan Hari Aksi Nasional Melawan Pemotongan Anggaran Pendidikan pada 20 Agustus. Kedua, Pelarangan Pengurus Kantor Nasional untuk menerima tiket sogokan plesiran ke Israel. Pelarangan ini sekaligus merupakan dukungan terhadap gerakan Boikot, Divestasi, Sanksi (BDS) melawan Israel. Ketiga, pelarangan mahasiswa-mahasiswa Partai Liberal untuk menghadiri konferensi.

Cat Rose, Petugas Queer Nasional NUS sekaligus anggota Socialist Alternative (SA) yang berhasil mengajukan sesi pleno resmi darurat mengenai pendidikan menyatakan, “konferensi ini menjadi saksi dimana 70 hingga 80 mahasiswa kiri radikal menegaskan pertumbuhan peran mereka dalam gerakan pendidikan untuk menjamin agar kampanye melawan pemotongan anggaran pendidikan terus berlanjut dan meluas ke arah perlawanan pasti di semester ini. Ini adalah suatu kemenangan bagi kaum kiri sekaligus kemenangan bagi lima ribuan mahasiswa yang semester lalu bergabung dalam kebangkitan kembali gerakan mahasiswa dengan ikut turun ke jalan memprotes pemotongan anggaran. Konferensi pendidikan juga sepakat untuk menggulung gerakan birokrat-birokrat mahasiswa sayap kanan yang telah menggunakan jabatan bayaran mereka untuk terus bermesraan dengan rezim apartheid di Israel/Palestina, serta sepakat untuk menendang keluar mahasiswa-mahasiswa Liberal dari konferensi-konferensi NUS seterusnya.”

Pemuda Sosialis dan Mahasiswa Revolusioner Mengambil Alih Konferensi Pendidikan di Australia 01

Selanjutnya sesi resolusi pleno final menggelar debat mengenai relevansi menentang Israel dan rasisme dalam gerakan mahasiswa.

Sawsan Hassan dari Students for Palestine atau Mahasiswa untuk Palestina, yang mengajukan mosi tentang Israel menyatakan “Gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi tengah tumbuh secara global. Gerakan serikat mahasiswa Australia memainkan peran signifikan dalam bersolidaritas dengan gerakan yang menyaksikan runtuhnya rezim apartheid di Afrika Selatan. Kami ingin agar gerakan mahasiswa sekali lagi memainkan perannya terhadap keberadaan negara Israel saat ini.”

James Searle, wakil pimpinan sidang dari Hijau Australia Muda (organisasi pemuda underbouw Partai Hijau di Australia) menentang mosi ini, mosi untuk mendanai kampanye aktivis Palestina ke seluruh kampus di Australia. Meskipun dengan perbedaan suara yang tipis, mosi ini kemudian berhasil dimenangkan para pendukung Palestina. James Searle kemudian meninggalkan ruangan di bawah hujan hujatan dan dengan demikian meninggalkan para peserta yang berikutnya membahas mosi mengenai Israel dan mahasiswa-mahasiswa Liberal.

Duncan Hart, anggota SA yang mengajukan mosi untuk melarang mahasiswa-mahasiswa Liberal dari konferensi-konferensi NUS menyatakan, “Mahasiswa-mahasiswa Liberal bukan saja merupakan kaum misoginis (kaum yang merendahkan perempuan), homophobic, dan rasis, mereka bahkan juga telah menentang serikat mahasiswa-isme secara prinsipiil. Karena itu mereka tidak punya tempat di serikat-serikat mahasiswa kita. Mari kita buang sampah-sampah busuk pada tempatnya!”

Tuntutan-tuntutan untuk Hari Aksi Nasional Melawan Pemotongan Anggaran Pendidikan disepakati para peserta Konferensi NUS untuk dilaksanakan pada 20 Agustus 2013 dan berisi:

  1.         Tolak Pemotongan Anggaran Pendidikan, tolak pengurangan staf pekerja pendidikan, dan tolak pemotongan kursus serta kuliah.
  2.         Alokasikan pendanaan yang lebih besar dalam anggaran pendidikan
  3.         Pendidikan untuk rakyat.

Hapus batas penerimaan mahasiswa, tingkatkan kesejahteraan mahasiswa, kembalikan beasiswa-beasiswa, perbanyak mahasiswa pribumi Australia/Aborijin, berikan retensi dan tuntaskan kartu-kartu konsesi bagi mahasiswa-mahasiswa Internasional.

Mosi yang diajukan dan disepakati di resolusi sesi pleno berbunyi sebagai berikut:

  1. Semua Pengurus Kantor Nasional dilarang berplesiran ke rezim apartheid Israel selama masa jabatan mereka.
  2. Konferensi Pendidikan mengecam Petugas Perempuan Nasional dan mengecam Sekretaris Jenderal atas plesiran mereka ke rezim apartheid Israel dan menyerukan Eksekutif Nasional NUS untuk memecat mereka.
  3. Konferensi Pendidikan menuntut agar tiap orang yang menerima sogokan plesiran ke rezim apartheid Israel segera didiskualifikasi dan atau diblokir pencalonannya sebagai pengurus Kantor Nasional NUS.
  4. Larang mahasiswa-mahasiswa Liberal untuk menghadiri Konferensi NUS

    Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Diterjemahkan dari tulisan Jade Eckhaus berjudul “SOCIALISTS AND RADICALS TAKE OVER NATIONAL UNION OF STUDENTS EDUCATION CONFERENCE”. Foto merupakan dokumentasi dari fotografer kiri DT Photo. Diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan dipublikasikan oleh Bumi Rakyat.

 

Comments
One Response to “Pemuda Sosialis dan Mahasiswa Revolusioner Mengambil Alih Konferensi Pendidikan di Australia”
  1. sangat militan dan luar biasa! mampir di majalah (sosialis) humor dan lifestyle amatir kami ya kamerad… salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

MENA Solidarity Network

Solidarity with Workers in the Middle East

Indonesian Peoples' Alliance (IPA)

Movement for Peoples Sovereignty and Trade to Serve the Peoples!

Maruti Suzuki Workers Union

Inquilab Zindabad! Mazdoor Ekta Zindabad!

wonosobo bergerak

Pijar Harapan untuk Rakyat

WONOSOBO BERGERAK

Pijar Harapan untuk Rakyat

SEKBER

sekolah bersama

Jurnal Ari

Coretan iseng pengelana

Insatiable Booksluts

Voracious readers tell you if that book is going to suck.

Ughytov's Blog

Just another WordPress.com site

Shiraz Socialist

Because there have to be some lefties with a social life

LKIP

Lembar Kebudayaan IndoPROGRESS

Partai Rakyat Pekerja Komite Kota Makassar

SOSIALISME, Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja. SOSIALISME, Solusi Bagi Krisis Kapitalisme

boemipoetra

In A Time Of Universal Deceit, Telling The Truth Is A Revolutionary Act

Berita Buruh Indonesia

sebagai SEKOLAH PERANG, SERIKAT BURUH TIDAK terkalahkan

Working Indonesia

A Blog Covering Labor Activism in Indonesia

ARTIKEL BURUH

buruhberjuang.wordpress.com

Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung

SATU dan BERSATU oleh PERS & karena MAHASISWA

Home

One voice, unify power, unify actions for workers rights

%d blogger menyukai ini: