Lawan Pencuri Revolusi!

Lawan Pencuri Revolusi

Lawan Pencuri Revolusi

Adly Mansour, Presiden sementara Mesir-yang dilantik oleh militer setelah jatuhnya bekas Presiden Muhammad Morsi dari Ikhwanul Muslimin pasca demonstrasi massif 30 Juni-telah mengambil langkah-langkah pertamanya sebagai presiden. Dalam pernyataan sikapnya, Sosialis Revolusioner di Mesir (Revolutionary Socialists of Egypt) menyatakan bahwa Mansour dan Hazem El-Beblawi, Perdana Menteri yang baru ditunjuknya, kini membawa Mesir ke arah yang sama dengan yang ditempuh diktator-diktator sebelumnya-maka mereka yang berkomitmen pada revolusi Mesir harus bersatu untuk mewujudkan slogan-slogan revolusi anti Mubarak, dan demonstrasi 30 Juni melawan Morsi: Roti, Kebebasan, Keadilan Sosial, dan Martabat Kemanusiaan.

Sepekan setelah presiden baru dilantik akibat berjuta revolusioner yang tetap di alun-alun dari 30 Juni sampai mereka berhasil menggulingkan Ikhwanul Muslimin yang mengkhianati revolusi, maka kini muncullah tindakan-tindakan dari istana kepresidenan yang mengecewakan banyak harapan.

Setelah perjuangan dua setengah tahun untuk melindungi revolusi kita dari mereka yang berkeraskepala untuk menempuh jalan kontrarevolusi, kita menyaksikan seorang presiden yang juga berkeraskepala untuk mengembalikan kebijakan-kebijakan yang sama dari rezim Mubarak-Morsi, yang sangat menghancurkan rakyat Mesir dan tuntutanya atas roti, kebebasan, dan keadilan sosial.

Rezim abai ini tidak mengambil pelajaran sama sekali dari tiga gelombang revoluioner, dari Januari 2011, November 2011, dan puncaknya pada 30 Juni 2013-gelombang-gelombang yang menggulingkan Mubarak, Tantawi, dan Morsi, sebab ketiganya tidak menerapkan tuntutan kaum berjuta.

Mereka terus menerus mencoba menipu massa dengan slogan yang intinya adalah “giliran kalian sudah habis dan kalian harus menyerahkan kekuasaan pada kami-biarkan kami yang mengatur negara menurut kami sendiri.” Slogan persatuan dan rekonsiliasi nasional, mendesak agar kita “melupakan masalalu,” yang menandai himbauan untuk melupakan siapa pembunuh dan siapa yang dibunuh, siapa penjarah dan siapa yang dijarah. Slogan-slogan ini kemudian diikuti slogan lainyya mengenai bagaimana “roda-roda produksi” harus kembali–tak peduli ke arah mana, mau ke arah kepentingan kaum miskin atau kepentingan para pebisnis besar.

Deklarasi Konstitusional Kediktatoran

Keputusan-keputusan pertama presiden, antara lain penunjukan sekelompok penasehat yang mayoritas berafiliasi dengan rezim Mubarak-merupakan pertanda buruk. Penasehat medianya, Ahmad Muhammad El-Maselmani, dikabarkan menulis pidato Hosni mubarak di malam Pertempuran Unta di Februari 2011.

Setelah itu muncul deklarasi konstitusi yang mengejutkan dalam setiap kata. Terlepas dari fakta bahwa konstitusi tersebut dibuat tanpa konsultasi dengan kelompok-kelompok politik revolusioner yang dinyatakan oleh Menteri Pertahanan dan presiden sementara sebagai rekan-rekan dalam pendukungan peta jalan, deklarasi konstitusi juga meliputi:

  • melimpahkan otoritas absolut bagi presiden sementara, dan menjadikannya seorang Firaun dengan kekuasaan eksekutif dan legislatif sekaligus,  berlawanan dengan tuntutan-tuntutan kelompok-kelompok politik revolusioner-dan peran ini dituntut untuk dihargai dan bahwa kekuasaan demikian akan ditransfer sebagian besar kepada perdana menteri.
  • mempertahankan sejumlah pasal dari konstitusi 2012 yang diajukan oleh Ikhwanul Muslimin yang mana sesungguhnya penghapusan pasal-pasal tersebut merupakan bagian dari tuntutan-tuntutan massa pada 30 Juni. Hal ini dilakukan sebagai uapaya untuk membujuk kaum Salafi. Dengan demikian pasal-pasal mengenai peran Syariah Islam tetap dimuat. Kita semua ingat video Yasser Borhamy, wakil presiden Masyarakat Himbauan Salafi, yang lengan politiknya adalah Partai Al-Nour, berkoar-koar mengenai diloloskannya pasal-pasal tersebut meskipun terdapat tentangan yang luas dari masyarakat sipil.
  • mengabaikan hak-hak ekonomi dan sosial, seperti hak untuk berlindung, hak pendidikan, dan hak perawatan kesehatan, yang merupakan tuntutan-tuntutan mendasar massa selama dua setengah tahun revolusi.
  • tidak memat jaminan dilarangnya pengadilan militer terhadap rakyat sipil
  • tidak menempatkan kriteria sama sekali bagi komisi pengamandemen konstitusi tentang perwakilan politik, sehingga menyerahkannya pada tiap institusi sosial. Jadi bisa saja kaum pekerja diwakili oleh salah satu anggota serikat buruh dari era Mubarak dan Morsi yang menjadi antek penguasa alih-alih para pemimpin dari serikat buruh independen.

Terlepas dari hal-hal demikian terdapat banyak kekuasaan dan klausul yang diwarisi dari konstitusi Ikhwanul Muslimin atau yang kini ditambahkan dan disahkan tanpa konsultasi dengan angkatan-angkatan politik revolusioner.

Presiden Lama bagi Pemerintahan Baru

Akhirnya datang juga pemilihan perdana menteri yang hanya meliputi sejumlah calon yang dipertimbangkan dan ditolak, yang menunjukkan kebingungan militer dan para penguasa mengenai bagaimana segala sesuatu harus dilanjutkan.

Proses pemilihan ini dimulai dengan ilihan Muhammad El Baradei yang dipandang sebagai pemimpin revolusioner yang berpartisipasi dalam revolusi Januari. Lalu ada pengunduran perlahan, yang akhirnya mencapai Hazem El-Beblawi, wakil Perdana Menteri dari pemerintahan Essam Sharaf pada 2011, kepemimpinan gagal kedua setelah revolusi.

El-Beblawi adalah makhluk bank dan bisnis, yang bermusuhan dengan keadilan sosial. Selama 70 tahun hidupnya dia merupakan pemeluk keyakinan pentingnya mendorong investasi dengan memberikan kesempatan-kesempatan bagi para pengusaha. Pilihan ini mereproduksi rezim gagal terdahulu dengan dalih kesepakatan dan pembentukan pemerintah yang netral.

Mesir kini merupakan salah satu tempat revolusi terbesar di sejarah umat manusia namun sejak awal dan hingga kini, revolusi belum mampu membentuk pemerintahannya sendiri meskipun massa rakyat telah menyumbangkan tiga gelombang revolusioner untuk dunia.

Hadiah-hadiah datang secara sertamerta dalam bentuk pinjaman-pinjaman dari pemerintahan-pemerintahan reaksioner negara-negara Teluk di Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Kuwait. Mereka telah mengumumkan perseteruan mereka terhadap revolusi sejak awal-awal menuju revolusi Januari. Mereka takut bahwa revolusi akan terus berlanjut dan menjangkiti seluruh rakyat di kawasan tersebut.

Revolusi Berlanjut

Kita tidak akan membiarkan revolusi dicuri lagi. Terlepas dari kata-kata yang digembar-gemborkan antek-antek media pada aksi 30 Juni dan ilusi-ilusi yang disebarkannya bahwa ada kejatuhan dan pengabaian revolusi Januari, kita katakan bahwa rakyat Mesir telah mengecewakan harapan kalian. Karena pengalaman revolusioner yang berakumulasi pada kesadaran rakyat hari ini tidak akan membiarkan kekuasaan apapun bertahan tanpa memenuhi tuntutan-tuntutan rakyat, entah itu kekuasaan yang didukung oleh militer maupun kekuasaan yang berselimut slogan-slogan relijius.

Konstitusi yang kita inginkan adalah konstitusi yang ditulis oleh buruh, tani, dan kaum miskin, oleh kaum pekerja dan kaum pengangguran, oleh kaum tertindas, oleh kaum perempuan dan kaum kristen Koptik yang selama ini tertindas. Pemerintahan yang kita inginkan adalah pemerintahan revolusioner yang berpihak tanpa ragu di pihak berjuta-juta rakyat yang menggulingkan Mubarak dan Morsi karena keduanya tidak memenuhi tuntutan roti, kebebasan, kemerdekaan sosial, dan martabat manusia.

Kami menyerukan pada semua angkatan revolusioner untuk bersatu, lepas dari para pelayanan oportunis kekuasaan dan menendang keluar semua antek-antek penguasa untuk mencapai tujuan:

  • Menyusun front revolusioner bersatu, yang hadir di tiap lingkungan dan perkampungan untuk mengorganisir massa agar membela revolusi mereka
  • Mendesak pemerintah baru untuk menerapkan langkah-langkah mendesak untuk mewujudkan keadilan sosial demi keuntungan berjuta-juta rakyat miskin Mesir yang telah membayar harga sangat mahal akibat kegagalan Morsi dan dewan militer sebelumnya.
  • Pemilihan Majelis Konstitusi yang terdiri dari perwakilan dari setiap masyarakat-dari kaum buruh, tani, dan kaum miskin, melibatkan umat kristen Koptik dan kaum perempuan-untuk merumuskan konstitusi demokratis yang sekuler untuk menegakkan nilai-nilai kebebasan dan keadilan sosial
  • Penyusunan hukum keadilan revolusioner yang menjamin akuntabilitas semua pembunuh, mulai dari para pimpinan Ikhwanul Muslimin yang bertanggungjawab atas pertumpahan darah yang berlangsung hingga kini, serta dewan militer dan para tokoh rezim Mubarak yang bertanggungjawab atas gugurnya martir-martir dan yang telah mencederai revolusi.

Hidup kaum martir, menangkan revolusi, adili para pembunuh.

Semua kekuasaan dan kemakmuran untuk rakyat!

Revolutionary Socialists

11 Juli 2013

*diterjemahkan ke bahasa Inggris oleh Jess Martin dan dimuat di socialistworker.org dengan judul “Resisting anew the theft of the revolution”. Diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan dipublikasikan di Bumi Rakyat. Bumi Rakyat tidak memiliki hubungan apapun dengan socialistworker.org, Sosialis Revolusioner, maupun Jess Martin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

MENA Solidarity Network

Solidarity with Workers in the Middle East

Indonesian Peoples' Alliance (IPA)

Movement for Peoples Sovereignty and Trade to Serve the Peoples!

Maruti Suzuki Workers Union

Inquilab Zindabad! Mazdoor Ekta Zindabad!

wonosobo bergerak

Pijar Harapan untuk Rakyat

WONOSOBO BERGERAK

Pijar Harapan untuk Rakyat

SEKBER

sekolah bersama

Jurnal Ari

Coretan iseng pengelana

Insatiable Booksluts

Voracious readers tell you if that book is going to suck.

Ughytov's Blog

Just another WordPress.com site

Shiraz Socialist

Because there have to be some lefties with a social life

LKIP

Lembar Kebudayaan IndoPROGRESS

Partai Rakyat Pekerja Komite Kota Makassar

SOSIALISME, Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja. SOSIALISME, Solusi Bagi Krisis Kapitalisme

boemipoetra

In A Time Of Universal Deceit, Telling The Truth Is A Revolutionary Act

Berita Buruh Indonesia

sebagai SEKOLAH PERANG, SERIKAT BURUH TIDAK terkalahkan

Working Indonesia

A Blog Covering Labor Activism in Indonesia

ARTIKEL BURUH

buruhberjuang.wordpress.com

Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung

SATU dan BERSATU oleh PERS & karena MAHASISWA

Home

One voice, unify power, unify actions for workers rights

%d blogger menyukai ini: