Aktivis Buruh Mesir – Jangan Mau Ditipu Militer!

Aktivis Buruh Mesir - Jangan Mau Ditipu Militer

Pernyataan Fatma Ramadan, anggota Komite Eksekutif Federasi Serikat Buruh Independen Mesir

“Seruan” Al-Sisa adalah Racun Berbisa

Kawan-kawanku, kaum pekerja Mesir tengah memperjuangkan hak-haknya demi Mesir yang lebih baik. Karena kaum pekerja Mesir membutuhkan kebebasan dan keadilan sosial. Karena kaum pekerja membutuhkan kondisi kerja yang lebih baik meskipun ironisnya saat ini para pencuri yang disebut sebagai pengusaha terus menutup pabrik-pabrik untuk mengantongi laba berjuta-juta. Karena kaum pekerja Mesir membutuhkan upah adil meskipun ironisnya saat ini pemerintah yang berkuasa hanya tertarik dalam mempromosikan investasi dengan mengorbankan kaum pekerja dan hak-haknya, bahkan mengorbankan hidup mereka. Karena kaum pekerja Mesir membutuhkan hajat hidup yang lebih baik untuk anak-anaknya. Karena kaum pekerja Mesir membutuhkan obat-obatan saat mereka jatuh sakit yang ironisnya tak satupun yang bisa mereka temukan. Karena kaum pekerja Mesir juga membutuhkan rumah berdinding dan beratap dimana mereka bisa berlindung dari panas dan hujan.

Semenjak sebelum 25 Januari engkau telah menuntut hak-hakmu dan aksi pemogokan serta demonstrasimu yang mana tuntutan-tuntutannya masih belum dipenuhi, terus berlanjut bahkan setelah penggulingan Mubarak. Baik Ikhwanul Muslimin (IM) maupun militer telah menegosiasikan ini itu namun tak sedikitpun memikirkan tuntutan tuntutan dan hak-hakmu. Semua yang mereka pikirkan adalah bagaimana cara memadamkan percikan api yang engkau sulut dengan perlawananmu di tengah masa-masa kegelapan. Bahkan percikan-percikan ini semua telah membakar sekat-sekat yang selama ini memisahkan kita.

Bukankah militer juga yang dengan kekerasan memaksamu mengakhiri aksi-aksi pemogokan di Suez, Cairo, Fayyoum, dan di seluruh penjuru Mesir? BUkankah militer juga yang menangkap banyak orang diantara kalian dan menyeretnya ke pengadilan militer hanya karena kalian menjalankan hak-hak kalian untuk berserikat, untuk mogok, dan berdemo dengan damai? Bukankah merekalah yang selama ini berkeraskepala mengkriminalisasi hak-hak demikian melalui proses legislasi dan peraturan yang melarang semua rakyat Mesir untuk mengorganisir demonstrasi, aksi pemogokan, dan aksi pendudukan yang damai?

Lalu datanglah Morsi dan IM yang mengikuti jejak langkah Mubarak dengan pemecatan dan penangkapan aktivis-aktivis buruh serta penindasan dengan kekerasan terhadap aksi-aksi pemogokan. Mursi jugalah yang mengirim anjing-anjing polisi untuk menyerang kaum buruh Semen Titan di Alexandria, melalui Menteri Dalam Negeri dan orang-orangnya. Aparat kepolisian dan tentara jugalah yang membunuhi pemuda-pemuda Mesir dan orang-orang yang jujur dalam berjuang. Merekalah senjata otoritas untuk melawan kita semua dan selalu akan seperti itu kecuali institusi-institusi demikian dibersihkan.

Setiap harinya para pimpinan IM merencanakan kejahatan demikian terhadap rakyat Mesir. Hal demikian mengakibatkan pembunuhan orang-orang yang tak bersalah dan militer serta kepolisian sudah tahu adanya kekerasan dan pembunuhan demikian. Jadi mari kita ingat, kapankah militer dan kepolisian mengintervensi? Mereka mengintervensi jauh setelah bentrokan dimulai dan hampir berakhir serta saat darah sudah tertumpah. Tanya diri sendiri, mengapa mereka tidak mencegah kejahatan-kejahatan demikian yang dilakukan oleh IM terhadap rakyat Mesir? Tanya diri sendiri, berlanjutnya bentrokan dan pembiaran pertumpahan darah ini demi kepentingan siapa? Jelas demi kepentingan IM dan militer sekaligus. Sebagaimana kaum miskin dijadikan bidak perang antar negara, kelas buruh, kaum tani, dan kaum miskin Mesir dijadikan bensin perang dan konflik dalam negeri. Bukankah putra penjaga pintu yang tak bersalah juga dibunuh di Mokattam dan Giza?

Kini kita diajak untuk keluar dan mengesahkan pesta pembantaian Al-Sisi dan kita temui tiga federasi buruh malah menyepakatinya. Mereka antara lain Federasi Serikat Buruh Mesir (ETUF), Kongres Buruh Demokratis Mesir (EDLC), dan Federasi Serikat Buruh Independen Mesir (EFITU) (yang mana saya adalah salah satu anggota Komite Eksekutifnya). Saya berdebat dengan para anggota Komite Eksekutif EFITU demi meyakinkan mereka untuk tidak mengeluarkan pernyataan sikap menyerukan anggotanya dan rakyat Mesir untuk turun ke jalan dan untuk menolak bahwa militer, kepolisian, dan rakyat bergandeng tangan sebagaimana dalam pernyataan. Sayangnya saya hanya minoritas, saya hanya bisa memenangkan empat orang yang menentang sementara sembilan orang lainnya menyetujui. Akhirnya tiga federasi serikat buruh ini menyerukan para pekerja untuk bergabung turun ke jalan untuk berunjukrasa menentang terorisme.

Kamal Abu Eita, Presiden Federasi Serikat Buruh Mesir Independen, saat revolusi 2011, kini terpilih sebagai Menteri Perburuhan

Dengan demikian kita menghadapi tindakan lompat dari panci penggorengan langsung ke api pembakaran. IM memang melakukan tindak kejahatan dan harus diadili serta dihukum. Namun bukan hanya mereka yang harus diadili dan dihukum. Karena aparat militer dan kepolisian serta semua antek rezim Mubarak juga harus diseret ke pengadilan dan dihukum atas semua tindak kejahatan mereka. Jangan mau ditipu penggantian kedikatoran relijius dengan kediktatoran militer.

Kaum pekerja Mesir, sadarlah, tuntutan-tuntutan kalian sudah jelas. Kalian ingin kerja, upah layak, dan hukum yang melindungi hak-hak kalian bukan hukum yang dibuat rezim Mubarak untuk melindungi kepentingan kaum pengusaha dengan mengorbankan hak-hak kaum pekerja. Kalian menginginkan negara yang memiliki rencana nyata untuk pembangunan dan membuka pabrik-pabrik baru untuk menyerap kenaikan tenaga kerja. Kalian menginginkan kebebasan, kebebasan dalam segala bentuk, termasuk kebebasan untuk berserikat dan mogok kerja. Kalian menginginkan suatu negara dimana kalian bisa hidup sebagai warga negara bebas tanpa penyiksaan maupun penyiksaan. Kalian harus merinci apa yang menghalangi kalian dan tuntutan kalian. Jangan mau ditipu dan diseret ke pertempuran yang bukan merupakan pertempuran kalian. Jangan dengarkan mereka yang mengajakmu hari ini dan esok hari yang ingin menghentikan kalian untuk menekankan tuntutan kalian dan memperjuangkan hak-hak kalian dengan dalih memerangi terorisme.

Fatma Ramadan

Anggota Komite Eksekutif Federasi Serikat Buruh Independen Mesir.

Jumat, 26 Juli 2013.

*diterjemahkan oleh Sara Ajlyakin dan disunting oleh Anne Alexander ke dalam bahasa Inggris sebagaimana dimuat dalam Mena Solidarity Network. DIterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan dimuat dalam Bumi Rakyat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

MENA Solidarity Network

Solidarity with Workers in the Middle East

Indonesian Peoples' Alliance (IPA)

Movement for Peoples Sovereignty and Trade to Serve the Peoples!

Maruti Suzuki Workers Union

Inquilab Zindabad! Mazdoor Ekta Zindabad!

wonosobo bergerak

Pijar Harapan untuk Rakyat

WONOSOBO BERGERAK

Pijar Harapan untuk Rakyat

SEKBER

sekolah bersama

Jurnal Ari

Coretan iseng pengelana

Insatiable Booksluts

Voracious readers tell you if that book is going to suck.

Ughytov's Blog

Just another WordPress.com site

Shiraz Socialist

Because there have to be some lefties with a social life

LKIP

Lembar Kebudayaan IndoPROGRESS

Partai Rakyat Pekerja Komite Kota Makassar

SOSIALISME, Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja. SOSIALISME, Solusi Bagi Krisis Kapitalisme

boemipoetra

In A Time Of Universal Deceit, Telling The Truth Is A Revolutionary Act

Berita Buruh Indonesia

sebagai SEKOLAH PERANG, SERIKAT BURUH TIDAK terkalahkan

Working Indonesia

A Blog Covering Labor Activism in Indonesia

ARTIKEL BURUH

buruhberjuang.wordpress.com

Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung

SATU dan BERSATU oleh PERS & karena MAHASISWA

Home

One voice, unify power, unify actions for workers rights

%d blogger menyukai ini: