Alun-Alun Ketiga Menentang Ikhwanul Muslimin dan Militer Sekaligus

Alun-Alun Ketiga Menentang Ikhwanul Muslimin dan Militer Sekaligus

Sekelompok demonstran yang menyebut dirinya sebagai Alun-Alun Ketiga atau Third Square (Almydan Althalth atau الميدان الثالث‎) melakukan unjuk rasa pada Jumat sore, 26 Juli 2013 di alun-alun Sphinx, Mesir, menentang Ikhwanul Muslimin serta menentang intervensi militer dalam politik. Kaum demonstran yang mayoritas merupakan pemuda menyerukan yel-yel dan menjunjung baliho bertuliskan “Gulingkan Semua Pengkhianat! Gulingkan Militer DAN Ikhwanul Muslimin”.

Inisiatif ini dipimpin oleh Masr al-Qaweya atau Partai Mesir Kuat (kelompok bekas anggota IM dan bekas pendukung Morsi yang menolak kebijakan hutang Morsi dan menyatakan diri sebagai kelompok yang mderat secara politik dan progresif secara ekonomi) serta kelompok-kelompok kiri seperti Sosialis Revolusioner (الاشتراكيون الثوريون atau Revolutionary Socialists), serta Gerakan Pemuda 6 April dan beberapa aktivis independen lainnya. Alun-Alun Ketiga menolak demonstrasi 26 Juli mendukung peta jalan militer sekaligus menolak aksi pendudukan yang diserukan oleh para pendukung bekas Presiden Muhammad Morsi.

Rami, salah satu demonstran, berkata bahwa dia menolak “segala bentuk otoritarianisme dalam segala kondisi”. “Kami datang untuk berdemonstrasi menentang antek-antek rezim Mubarak dan sisa-sisanya, menentang Ikhwanul Muslimin (IM), menentang militer, karena tak satupun dari kelompok tersebut yang berhak untuk mengklaim legitimasi politik dan mengambil alih kendali negara”, kata Rami.

Muhammad, salah satu demonstran lainnya, memiliki motif yang berbeda mengenai mengapa ia berpartisipasi dalam demonstrasi ini. “Negeri ini membutuhkan keadilan transisional, aturan hukum, dan rekonsiliasi nasional. Keadilan harus ditegakkan lebih dahulu karena keadilan, lah, yang akan memberikan jalan bagi kedua unsur belakangan.”, kata Muhammad. Sedangkan demonstran narasumber ketiga yang minta namanya dirahasiakan menyatakan bahwa Mesir menderita permasalahan-permasalahan akut terkait kebebasan berpendapat. Dia mengatakan bahwa meskipun sudah muncul dua gelombang revolusioner, Mesir belum memiliki “koran yang patut dihormati terkait kebebasan berpendapat”.

Alun-Alun Ketiga

Selebaran Alun-Alun Ketiga menyatakan “Kita adalah kelompok rakyat Mesir yang berpartisipasi di revolusi Januari melawan negara Mubarak yang korup dan berkuasa selama 30 tahun lamanya. Kami juga turun ke jalan melawan Hussein Tantawi (mantan kepala Dewan Agung Angkatan Bersenjata) selama rezim SCAF yang bekuasa di periode transisional, dan kami juga turun ke jalan menentang negara korup Morsi dan fasisme relijiusnya untuk menuntut pemilu presidensial dini.” Mereka juga menyatakan ingin membangun suatu Alun-Alun ketiga sebagai platform untuk melawan fasisme relijius dan melawan kekuasaan militer serta menuntut pembentukan negara sipil.

Pembentukan dan demonstrasi Kelompok Ketiga direspon Kampanye Pemberontakan (Tamarod) secara sinis. Mereka menyatakan bahwa Alun-Alun Ketiga sebagai suatu pemecah belah. Hassan Shaheen, salah satu aktivis Tamarrod berkata bahwa Alun-Alun Ketiga adalah suatu upaya untuk memecah belah Mesir dan angkatan-angkatan revolusionernya. Ia mengatakan “Menyebut protes 30 Juni sebagai suatu kudeta merupakan dusta karena rakyat Mesir, lah, yang sebenarnya melaksanakan kehendak mereka ketika jutaan orang berunjukrasa turun ke jalan.”

Sedangkan Ahmed Adel, seorang direktur Organisasi Non Pemerintah (Ornop) sekaligus salah satu demonstran Alun-Alun Ketiga menyatakan, “Kami adalah kelompok pemuda yang pandangannya kini tidak diwakili baik di Alun-Alun Tahrir maupun d Rabaa Al-Adaweya.” Saat ini Alun-alun Tahrir dipenuhi kaum demonstran pro militer sedangkan Rabea Al-Adaweya merupakan lokasi aksi pendudukan para pendukung Morsi. Adel menolak upaya memaksa rakyat Mesir memilih berpihak diantara dua kubu “hanya karena IM telah gagal” dan mengatakan bahwa ia tidak memilih fasisme relijius maupun militer.

Sumber:

  • Zeinab El Gundy dan Bassem Ali, “Egypt’s ‘Third Square’ protesters denounce army, Morsi”, Ahram Online, Jumat 26 Juli 2013.
  • Sarah Carr, “‘Third Square’ Protesters reject Morsi, Army” madamasr, Jumat 26 Juli 2013.
  • Gallagher Fenwick, “Egypt’s ‘Third Square’ activists reject both army and Morsi”, Senin 29 Juli 2013.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

MENA Solidarity Network

Solidarity with Workers in the Middle East

Indonesian Peoples' Alliance (IPA)

Movement for Peoples Sovereignty and Trade to Serve the Peoples!

Maruti Suzuki Workers Union

Inquilab Zindabad! Mazdoor Ekta Zindabad!

wonosobo bergerak

Pijar Harapan untuk Rakyat

WONOSOBO BERGERAK

Pijar Harapan untuk Rakyat

SEKBER

sekolah bersama

Jurnal Ari

Coretan iseng pengelana

Insatiable Booksluts

Voracious readers tell you if that book is going to suck.

Ughytov's Blog

Just another WordPress.com site

Shiraz Socialist

Because there have to be some lefties with a social life

LKIP

Lembar Kebudayaan IndoPROGRESS

Partai Rakyat Pekerja Komite Kota Makassar

SOSIALISME, Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja. SOSIALISME, Solusi Bagi Krisis Kapitalisme

boemipoetra

In A Time Of Universal Deceit, Telling The Truth Is A Revolutionary Act

Berita Buruh Indonesia

sebagai SEKOLAH PERANG, SERIKAT BURUH TIDAK terkalahkan

Working Indonesia

A Blog Covering Labor Activism in Indonesia

ARTIKEL BURUH

buruhberjuang.wordpress.com

Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung

SATU dan BERSATU oleh PERS & karena MAHASISWA

Home

One voice, unify power, unify actions for workers rights

%d blogger menyukai ini: