Front Rakyat untuk Pembebasan Palestina (PFLP): Tolak Perundingan Oslo-Penjajah Israel

Front Rakyat untuk Pembebasan Palestina PFLP Tolak Perundingan Oslo-Penjajah Israel

Rakyat Palestina menolak upaya Presiden Mahmoud Abbas dan para pejabat Palestina serta Otoritas Palestina yang ingin kembali ke meja perundingan dengan para penjajah Israel, kata Kawan khalida Jarrar, anggota Biro Politik (Politbiro) Front Rakyat untuk Pembebasan Palestina. Lebih lanjut Jarrar mengatakan, terdapat kebutuhan mendesak untuk meneruskan aksi demonstrasi mengecam tindakan kembali ke meja perundingan yang sia-sia, meskipun terdapat serangan oleh aparat-aparat keamanan di Tepi Barat. Jarrar mencatat bahwa sejumlah aktivis PFLP menderita cidera pada Ahad 28 Juli 2013 akibat serangan aparat-aparat Otoritas Palestina terhadap aksi menolak keputusan Otoritas Palestina yang melanjutkan perundingan dengan “Israel”, serta aksi menuntut diakhirnya monopoli dalam pengambilan keputusan, serta menuntut dikembalikannya persatuan nasional berdasarkan perlawanan dan kegigihan.

Jarrar mengatakan bahwa arak-arakan demonstrasi diserang oleh barisan polisi yang menghadang dan menolak membiarkan para demonstran menuju Muqata’, halaman kepresidenan Otoritas Palestina. Aparat-aparat keamanan kemudian memukuli para demonstran dengan pentungan dan mengakibatkan lusinan orang terluka. Jarrar juga menekankan bahwa PFLP menolak perundingan-perundingan demikian yang dilakukan di bawah pengawasan Amerika Serikat (AS). “Jelas bahwa pendekatan Oslo telah membuktikan bahwa selama 20 tahun, perundingan-perundingan bilateral demikian tidak memberikan hasil apa-apa dan malah memberikan kesempatan bagi rezim penjajah untuk meneruskan kebijakan pendudukannya dan agresi di atas dasar membangun pemukiman dan gedung-gedung. Kita harus menghentikan perundingan-perundingan ini, kata Jarrar.

Bentrokan Demonstran Anti Perundingan dengan Aparat Otoritas Palestina

Kawan Abu Ahmed Fouad, anggota Politbiro PFLP dengan keras mengecam penindasan aparat terhadap massa demonstran di Ramallah. Para demonstran ini turun ke jalan secara damai untuk menyatakan pendapat mereka menentang tindakan kembali berunding namun malah diserang oleh aparat keamanan. Fouad mengatakan bahwa ini jelas-jelas melanggar hak-hak rakyat untuk menyatakan pendapat dan melanggar prinsip-prinsip dasar demokrasi. Apa yang terjadi di jalanan Ramallah kemarin merupakan demonstrasi rakyat untuk menekan kepemimpinan Otoritas Palestina agar menghentikan proses perundingan.

Lebih lanjut dia mencatat bahwa Zionis musuh kita selalu menjadi pihak yang paling pertama dan paling akhir diuntungkan oleh perundingan-perundingan demikian serta sudah merupakan hak PFLP dan faksi-faksi Palestina lainnya untuk menjalankan tindakan dan kegiatan massa untuk mencegah diberikannya konsesi yang mengorbankan rakyat Palestina dan kepentingan nasionalnya. Dia mengatakan bahwa perundingan-perundingan yang dimulai di Washington tidak mencerminkan dan tidak mewakili kehendak rakyat Palestina maupun gerakan pembebasan Palestina, karena itu harus diakhiri secepatnya. PFLP akan meneruskan oposisinya terhadap perundingan-perundingan dan berjuang untuk suatu strategi nasional alternatif yang menolak jalan Perundingan Oslo (Oslo Accords) serta kesepakatan-kesepakatan berbahaya yang akan muncul kelak di kemudian hari.

Kawan Emad Abu Rahmi, anggota Komite Sentral PFLP mengatakan bahwa mereka yang bertanggung jawab dalam pengambilan keputusan untuk kembali berunding dengan pemerintahan musuh yaitu pemerintahan Zionis harus bertanggung jawab. Karena tindakan ini melanggar keputusan-keputusan Dewan Pusat Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) sekaligus mengkhianati mayoritas angkatan sosial politik Palestina yang menentang tindakan kembali ke meja perundingan.

Abu Rahma mengatakan lebih lanjut bahwa pertemuan Komite Eksekutif PLO yang mengawali keputusan individual arbitrer untuk kembali berunding telah mengharuskan dipenuhinya prasarat-prasyarat minimum yang diajukan Dewan Pusat, antara lain termasuk penghentian sepenuhnya pembangunan pemukiman, pembebasan semua narapidana dan tahanan Palestina, serta pertimbangan terhadap hukum internasional dan resolusi-resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai acuan untuk semua perundingan. Bagaimanapun juga keputusan untuk kembali berunding telah diremehkan oleh penolakan Israel yang menampik semua persyaratan ini dan diperaparah oleh muslihat AS. Janji pembebasan segelintir tawanan hanya diberikan sebagai tameng pemerintahan Netanyahu untuk melanjutkan politik Yudaisasi, pendudukan, dan agresi terhadap rakyat Palestina.

Abu Rahma menyerukan gerakan rakyat luas untuk melawan dan menggagalkan pendekatan Oslo beserta semua perundingan yang hanya membawa kerusakan, pengepungan, dan memecah belah rakyat Palestina selama 20 tahun serta menuntut dikembalikannya persatuan nasional dengan berlandaskan perlawanan dan konfrontasi terhadap penjajahan.

*diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh Bumi Rakyat dari situs Front Rakyat untuk Pembebasan Palestina dengan judul asli “PFLP: Palestinian people reject negotiations and will struggle to bring down Oslo”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

MENA Solidarity Network

Solidarity with Workers in the Middle East

Indonesian Peoples' Alliance (IPA)

Movement for Peoples Sovereignty and Trade to Serve the Peoples!

Maruti Suzuki Workers Union

Inquilab Zindabad! Mazdoor Ekta Zindabad!

wonosobo bergerak

Pijar Harapan untuk Rakyat

WONOSOBO BERGERAK

Pijar Harapan untuk Rakyat

SEKBER

sekolah bersama

Jurnal Ari

Coretan iseng pengelana

Insatiable Booksluts

Voracious readers tell you if that book is going to suck.

Ughytov's Blog

Just another WordPress.com site

Shiraz Socialist

Because there have to be some lefties with a social life

LKIP

Lembar Kebudayaan IndoPROGRESS

Partai Rakyat Pekerja Komite Kota Makassar

SOSIALISME, Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja. SOSIALISME, Solusi Bagi Krisis Kapitalisme

boemipoetra

In A Time Of Universal Deceit, Telling The Truth Is A Revolutionary Act

Berita Buruh Indonesia

sebagai SEKOLAH PERANG, SERIKAT BURUH TIDAK terkalahkan

Working Indonesia

A Blog Covering Labor Activism in Indonesia

ARTIKEL BURUH

buruhberjuang.wordpress.com

Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung

SATU dan BERSATU oleh PERS & karena MAHASISWA

Home

One voice, unify power, unify actions for workers rights

%d blogger menyukai ini: