KASBI-Nining Elitos – Hancurkan Penjajahan Gaya Baru

KASBI Nining Elitos - Lawan Penjajahan Gaya Baru

Pidato Ketua Umum Konfederasi KASBI

Salam Muda Berani Militan – satu tekad satu sikap satu tindakan

Kawan kawan buruh yang terus berjuang, dalam kesempatan ini saya sebagai ketua umum  konfederasi KASBI ingin menyampaikan pokok–pokok pikiran tentang hakekat perjuangan menghapus penjajahan gaya baru di Indonesia. Mengapa saya ingin mengingatkan kembali tentang pokok-pokok pikiran kita dalam berjuang menghapuskan penjajahan gaya baru di Indonesia, khususnya dilapangan kaum buruh?

Kemarin masyarakat Indonesia dibuat terbuka matanya dengan diberitakan secara luas kasus perbudakan di pabrik panci yang beralamat di Tangerang. Rakyat Indonesia terkaget-kaget dengan terungkapnya kasus tersebut dan pemerintah seperti tidak mau kehilangan muka segera memberikan klarifikasi agar tidak menjadi isu besar dan menjadi perhatian besar rakyat Indonesia dengan menyatakan bahwa kasus tersebut hanya terjadi di pabrik panci di Tangerang saja. Kasus perbudakan di pabrik panci tersebut dibarengi dengan tindakan centeng pabrik baik dari aparat atau preman berkedok organanisasi. Ijinkan saya menyebut preman sebagai centeng pabrik atau orang bayaran untuk menindas buruh.

Berangkat dari kasus perbudakan dan premanisme (centeng pabrik), kita harus mengingat kembali tentang pokok perjuangan kita. Penjajahan gaya baru yang dilakukan oleh Imperialis yang bekerja atau bersekutu dengan kapitalis dalam negeri dibantu antek-antek penyelenggara negara adalah musuh kaum buruh yang harus segera dilenyapkan dari bumi pertiwi yang kita cintai ini. Bertahun-tahun tak bosan-bosan kita memperjuangan agar sistem kerja kontrak dan outsourcing, serta politik upah murah dihapuskan. Karena hal tersebut adalah praktek  “perbudakan modern“ yang terjadi dari kaum majikan pemilik modal dibantu antek-antek penyelenggara negara yang hingga hari ini terus berlangsung dengan menjerat leher kaum buruh Indonesia.

Jika kaum buruh Indonesia dengan menggunakan serikat buruh berjuang untuk menghapuskan sistem kerja kontrak dan outsourcing serta upah murah dihapuskan maka kaum pemilik modal (Kapitalis) segera membayar orang orang bayaran (preman) untuk menindas buruh agar tidak melanjutkan tuntutannya dalam berjuang. Kekerasan yang dilakukan preman jelas terlihat kasat mata, namun aparat negara menutup mata dan tidak melakukan tindakan apapun untuk melindungi rakyatnya dalam hal ini kaum buruh yang lemah dari kesewenang-wenangan kaum pemilik modal atau kaum majikan (kapitalis).  Mereka, para kaum majikan itu, seperti mendapat perlindungan khusus dari aparat negara untuk terus menerus menindas kaum buruh dengan centeng pabrik yang siap menggebuk bila buruh protes.

Kawan kawan buruh yang muda berani militan

Bahwa kejadian perbudakan di Tanggerang harus dikupas menyeluruh agar semua tahu, bahwa praktek perbudakan bukan hanya pada kasus buruh dipabrik panci Tanggerang.

Mengapa sistem kerja kontrak dan outsourcing serta upah murah adalah bentuk perbudakan. Kita semua tahu bahwa perbudakan adalah sebuah kondisi di saat terjadi pengontrolan terhadap seseorang (buruh).  Dalam abad kegelapan di mana perbudakan dilakukan secara vulgar, di mana ada budak dan tuan budak. Maka dalam kondisi hari ini kapitalis melakukan praktek perbudakan terselubung namun intinya tetap melanggengkan perbudakan. Kontrol kaum pemilik modal terhadap buruh melalui sistem kerja kontrak dan outsourcing serta upah murah adalah jelas jelas bentuk perbudakan modern. Perbudakan modern hari ini KASBI menyebutnya dengan penjajahan gaya baru, karena secara mayoritas Indonesia dikuasai modal asing. Artinya seluruh keuntungan menjadi milik asing dan mengalir keuntungan dari jerih payah buruh Indonesia ke negeri-negeri para pemilik modal tersebut.

Kaum majikan mendapatkan perlindungan maksimal dari penyelenggara negara dalam bentuk undang–undang (UU) yang melegalkan praktek perbudakan modern yaitu sistem kerja kontrak dan outsourcing serta upah murah. Mereka juga mendapatkan perlindungan maksimal dari centeng–centeng pabrik baik yang berseragam maupun centeng-centeng bayaran dengan tampang seram untuk menakut-nakuti buruh.  Masih segar dalam ingatan kita, bagaimana anggota KASBI di Tangerang dipukuli preman ketika berjuang menuntut hak-haknya di depan pabrik dan aparat keamanan membiarkan saja. Masih segar dalam ingatan kita bagaimana di aksi-aksi buruh, preman-preman dibiarkan leluasa mengobrak-abrik aksi perjuangan buruh menuntut hak-haknya. Semua kejadian sangat terlihat dan ditonton jutaan mata rakyat Indonesia tetapi selalu negara dalam hal ini pemerintah diam saja. Ini artinya melindungi praktek perbudakan dan melindungi preman berbuat semaunya sesuai pesanan dari kaum majikan/pemilik modal. Bahkan di beberapa daerah industri aparat desa atau lurah jelas-jelas menjadi bos preman yang akan segera menindas dengan brutal bila buruh pabrik di wilayahnya berdemonstrasi memperjuangkan nasibnya  agar lebih sejahtera. Sangat aneh! Aparat pemerintah paling bawah tidak menginginkan rakyatnya sejahtera dengan upah tinggi tetapi menjadi pembela terdepan dari langgengnya sistem perbudakan modern didaerahnya.

Kawan kawan muda berani militan

Kita harus satu tekad satu sikap satu tindakan dalam melawan penjajahan gaya baru ini. Kekuatan kita adalah keberanian yang berkobar-kobar dalam menghadapi musuh buruh. Karena ketakutan kita akan menjadi energi bagi kaum penindas buruh. Maka untuk menghilangkan kekuatan penindas buruh, kita kaum buruh harus semakin berani dalam berjuang. Pantang pulang sebelum menang. Kobarkan semangat anti penjajahan gaya baru.

 

Hidup buruh! Hidup buru!h hidup buruh!

Hapuskan sistem kerja kontrak dan outsorcing!

Hapus upah murah, berlakukan upah layak nasional!

Hancurkan penjajahan gaya baru!

* Pidato disampaikan Nining Elitos dalam Sidang Umum FSBN-KASBI (Federasi Serikat Buruh Nusantara-Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia). Dimuat dan dipublikasikan dalam Bumi Rakyat. Bumi Rakyat tidak memiliki hubungan apapun dengan KASBI.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

MENA Solidarity Network

Solidarity with Workers in the Middle East

Indonesian Peoples' Alliance (IPA)

Movement for Peoples Sovereignty and Trade to Serve the Peoples!

Maruti Suzuki Workers Union

Inquilab Zindabad! Mazdoor Ekta Zindabad!

wonosobo bergerak

Pijar Harapan untuk Rakyat

WONOSOBO BERGERAK

Pijar Harapan untuk Rakyat

SEKBER

sekolah bersama

Jurnal Ari

Coretan iseng pengelana

Insatiable Booksluts

Voracious readers tell you if that book is going to suck.

Ughytov's Blog

Just another WordPress.com site

Shiraz Socialist

Because there have to be some lefties with a social life

LKIP

Lembar Kebudayaan IndoPROGRESS

Partai Rakyat Pekerja Komite Kota Makassar

SOSIALISME, Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja. SOSIALISME, Solusi Bagi Krisis Kapitalisme

boemipoetra

In A Time Of Universal Deceit, Telling The Truth Is A Revolutionary Act

Berita Buruh Indonesia

sebagai SEKOLAH PERANG, SERIKAT BURUH TIDAK terkalahkan

Working Indonesia

A Blog Covering Labor Activism in Indonesia

ARTIKEL BURUH

buruhberjuang.wordpress.com

Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung

SATU dan BERSATU oleh PERS & karena MAHASISWA

Home

One voice, unify power, unify actions for workers rights

%d blogger menyukai ini: