Zapatista Peringati 10 Tahun Otonomi dengan Sekolah Kecil Kebebasan

Zapatista Peringati 10 Tahun Otonomi dengan Sekolah Kecil Kebebasan

Zapatista mengundang 1.500 aktivis dari seluruh dunia untuk mengikuti “Escuelita” atau Sekolah Kecil Kebebasan” di Chiapas untuk mempelajari eksperimen mereka dengan otonomi.

Sepuluh tahun lalu pada 1 Januari 2003, setelah lelah dengan jalan dialog dengan pemerintahan dan Revolusi dengan “R” besar untuk menggulingkan negara Mexico-kaum Zapatista dari Chiapas memutuskan untuk “mencampakkan semua politik tuntutan dan dengannya juga mencampakkan kontak dengan negara” Alih-alih mereka memilih untuk berkonsentrasi membangun otonomi mereeka sendiri, membangun bentuk-bentuk horizontal pemerintahan sendiri atau swa-kelola dalam wilayah-wilayah mereka dan dengan cara-cara mereka.

Dengan kata lain, untuk mencampakkan negara sebagai suatu institusi dan “bertindak seakan mereka sudah menang”, kawan ‘Bruce Lee’ dari CCRI di San Cristobal mendeklarasikan pada peringatan perlawanan 1994 dengan mengatakan bahwa “kita tidak perlu minta izin pemerintah untuk jadi otonom” atau sebagaimana kata Mayor Insurgen Infanteri Moses dalam wawancaranya dengan Gloria Muñoz:

“Dialog dengan pemerintah tidak bekerja namun memperkaya kami, karena kami bertemu dengan lebih banyak orang dan memberi kami lebih banyak gagasan. Setelah “aksi Warnai Bumi” pada 2001 kami katakan bahwa dengan atau tanpa hukum kami akan bangun pemerintahan kami sendiri sebagaimana yang kami ingini.”

Sepuluh tahun sudah berlalu sejak 9 Agustus 2003 saat Zapatista mengumumkan matinya Aguascalientes dan lahirnya Caracoles. Lima caracoles telah diciptakan masing-masing dengan Junta de Buen Gobierno (JBG atau Junta Pemerintahan Baik) didirikan di dalamnya dan bertanggung jawab Zona Kotamadya Pemberontak Otonom Zapatista (MAREZ). Lima caracoles tersebut antara lain:

  • “Ibunda Caracoles – Lautan Mimpi” (La Realidad)
  • “Puting Beliung Kata-Kata Kita” (Morelia – 17 de Noviembre)
  • “Perlawanan Hingga Fajar” (La Garrucha – Fransisco Gomez)
  • “Caracol yang Bicara untuk Semua” (Robero Barrios)
  • “Perlawanan dan Pemberontakan untuk Kemanusiaan” (Oventik)

Kotamadya-kotamadya dan komunitas-komunitas di tiap daerah tidak hanya dibagi atas landasan kriteria geografik namun juga dengan cara-cara lain (seperti komposisi etnis dan jaraknya antar caracol) pula. Tiap caracol memiliki klinik kesehatan otonomnya sendiri, serta umumnya memiliki sekolah dasar dan/atau sekolah menengah, serta tiap caracol terlibat lima Proyek Zapatismo: kesehatan, pendidikan, agro-ekologi, politik, dan teknologi informasi, dalam satu bentuk atau bentuk lainnya.

Sepuluh tahun lalu Zapatista mengumumkan bahwa mereka tidak butuh ijin siapapun untuk jadi otonom dan mulai bekerja membangun kebebasan dan otonomi. Kini, 10 tahun kemudian, 8 Agustus 2013, kaum Zapatista mengundang dunia ke fiesta tiga hari untuk merayakan sepuluh tahun otonomi Zapatista, di lima caracoles di Chiapas!

Bukan hanya itu saja. Saat fiesta usai, di salah satu inisiatif publik yang telah mereka tempuh sejak Deklarsi Keenam Rimba Raya Lacandon (La Sexta) Juni 2005, dan semenjak awal Kampanye Lain (La Otra Campaña) di Januari 2006, Zapatista kini mengundang dunia ke inisiatif yang mereka sebut “Sekolah Kecil Kebebasan menurut Zapatista”.

Dalam rangka Escuelita ini, sekitar 1.500 aktivis dari seluruh dunia diundang untuk mengunjungi Chiapas dan mempelajari eksperimen Zapatista dengan otonomi secara langsung. Gurunya adalah komunitas-komunitas Zapatista sendiri yang akan menjamu setiap dan semua siswa di tanah mereka, satu orang di tiap keluarga, dan mengajak mereka mengalami bagaimana rasanya menjadi anggota Basis Dukungan Zapatista, dengan kata lain, bagaimana rasanya menjadi seorang Zapatista.

“Akan ada siswa-siswa dari lima benua. Beberapa asal negara dari para siswa Sekolah Kecil Kebebasan Menurut Zapatista antara lain: Argentina, Bolivia, Brazil, Kanada, Chile, Kolombia, Kosta Rika, Kuba, Ekuador, Amerika Serikat, Honduras, Nikaragua, Panama, Peru, Puerto Rico, Republik Dominika, Uruguay, Venezuela, Jerman, Austria, Belgia, Denmark, Slovenia, Spanyol, Perancis, Yunani, Belanda, Italia, Basque, Inggris, Swiss, Swedia, Korea Selatan, India, Iran, Sri Lanka, Australia, Selandia Baru, Afrika Selatan, dan Kepulauan Kenari. Siswa dari negara terjauh adalah siswa dari Sri Lanka yang jauhnya lebih dari 17 ribu kilometer dari wilayah Zapatista. Kemudian India (lebih dari 15 ribu kilometer jauhnya), AUstralia (lebih dari 13 ribu kilometer jauhnya), dan Selandia Baru (lebih dari 11 ribu kilometer jauhnya).”

Lebih dari 30 siswa merupakan lulusan S3 di berbagai bidang, sementara lebih dari 50 orang merupakan profesor dan peneliti dari berbagai universitas. Sekitar 200 siswa juga akan menghadiri Sekolah Kecil via telekonferensi. Sebagaimana yang Zapatista lakukan pada tahun-tahun Gerakan Keadilan Global, dengan Encuentros di wilayahnya, kini, di tahun-tahun Gerakan Demokrasi Sejati, sekali lagi mereka mengundang dunia untuk datang dan melihat bagaimana rupa otonomi dan kebebasan serta bagaimana kerja Zapatista.

Sebagian orang mungkin bertanya “Untuk apa?” “Contoh Zapatista tidak bisa diikuti dimana-mana; kita tidak hidup di rimba Chiapas untuk menciptakan tentara pemberontak dan komunitas-komunitas otonom,” kata yang lain. Mungkin kalian pernah mendengar argumen-argumen demikian sebelumnya, sayapun juga pernah mendengarnya. Jawaban kami sederhana: Zapatista tidak pernah menunjukkan diri mereka sebagai suatu contoh dan satu-satunya contoh untuk diikuti. Mereka membangun suatu dunia yang mewujudkan visi mereka sendiri mengenai kebebasan dan otonomi, serta terus berjuang untuk suatu dunia dimana dunia-dunia yang lain dimungkinkan.

Itulah dunia yang mereka undang untuk kita hadiri dan untuk kita alami. Selanjutnya pada hari terakhir Escuelita, Zapatista akan berkata pada siswa-siswanya: “sekolah sudah selesai, apa yang kalian lakukan disini? Kembalilah ke tanahmu!” Lagipula “Kami tidak mengundang kalian untuk merekrut kalian, untuk melatih kalian, untuk mempreteli kalian, untuk memprogram kalian, atau, kata orang, untuk “membongkar pasang” kalian. Kami telah membuka suatu pintu dan mengundang kalian datang untuk melihat rumah kami, untuk melihat apa yang telah kami bangun dengan bantuan rakyat sedunia…hasil dari Escuelita bukanlah militansi, bukanlah kepemilikan, bukanlah ketundukan pada komando, dan bukan juga fanatisme. Apa yang keluar dari Escuelita adalah sesuatu yang kalian, dan hanya kalian, yang bisa tentukan…dan ambil tindakan atasnya.”

Selama beberapa hari ke depan, Reflection on Revolutions (ROAR) akan memberitakan perkembangan fiesta dan Escuelita. Bagi siapa saja yang tertarik untuk berpartisipasi, Zapatista akan mengorganisir kursus lain di bulan Desember-Januari 2013-2013, yang bertepatan dengan 20 tahun perlawanan Zapatista 1 Januari 1994. Siapa saja yang tertarik berpartisipasi secara langsung atau melalui telekonferensi bisa menggali informasi terkait di Enlace Zapatista.

 

Vale. Salud y hasta la próxima.

 

*diterjemahkan dari tulisan Leonidas Oikonomakis di Reflection on Revolutions dengan judul asli “Zapatistas celebrate 10 years of autonomy with ‘escuelita’”, 6 Agustus 2013. Diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan dipublikasikan kembali via Bumi Rakyat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

MENA Solidarity Network

Solidarity with Workers in the Middle East

Indonesian Peoples' Alliance (IPA)

Movement for Peoples Sovereignty and Trade to Serve the Peoples!

Maruti Suzuki Workers Union

Inquilab Zindabad! Mazdoor Ekta Zindabad!

wonosobo bergerak

Pijar Harapan untuk Rakyat

WONOSOBO BERGERAK

Pijar Harapan untuk Rakyat

SEKBER

sekolah bersama

Jurnal Ari

Coretan iseng pengelana

Insatiable Booksluts

Voracious readers tell you if that book is going to suck.

Ughytov's Blog

Just another WordPress.com site

Shiraz Socialist

Because there have to be some lefties with a social life

LKIP

Lembar Kebudayaan IndoPROGRESS

Partai Rakyat Pekerja Komite Kota Makassar

SOSIALISME, Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja. SOSIALISME, Solusi Bagi Krisis Kapitalisme

boemipoetra

In A Time Of Universal Deceit, Telling The Truth Is A Revolutionary Act

Berita Buruh Indonesia

sebagai SEKOLAH PERANG, SERIKAT BURUH TIDAK terkalahkan

Working Indonesia

A Blog Covering Labor Activism in Indonesia

ARTIKEL BURUH

buruhberjuang.wordpress.com

Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung

SATU dan BERSATU oleh PERS & karena MAHASISWA

Home

One voice, unify power, unify actions for workers rights

%d blogger menyukai ini: