Imperialisme, Sektarianisme, dan Revolusi Suriah

RLC

Joseph Daher adalah anggota Gerakan Kiri Revolusioner sekaligus salah satu orang yang mengelola blog syrianfreedomforeverwordpress.com. Mark Goudkamp dari Solidaritas mewawancarainya dan mempublikasikannya pada Jumat 23 Agustus 2013 lalu melalui majalah Solidaritas yang bisa diakses melalui http://www.solidarity.net.au/59/imperialism-sectarianism-and-syrias-revolution

Bagaimana engkau menjelaskan perimbangan kekuatan di Suriah saat ini?

Perimbangan kekuatan militer jelas tengah menguntungkan rezim penguasa. Selama ini mereka menikmati suplai persenjataan dari sekutu-sekutunya (Tiongkok dan Russia), kucuran uang, dan juga pengerahan Hizbullah yang tidak hanya beroperasi di medan perang namun juga melatih tentara-tentara baru.

Di sisi lain, Tentara Suriah Merdeka (Free Syrian Army atau FSA) benar-benar kekurangan dukungan material dan finansial. Kelompok-kelompok reaksioner Islamis seperti Jabhat Al Nusra dan Negara Islam Iraq dan Levant (ISIL) menikmati pendanaan berlimpah oleh negara-negara teluk.

Negara-negara tersebut mendanai kelompok-kelompok reaksioner Islamis dengan tujuan membelokkan Revolusi Suriah menjadi perang saudara sektarian. Kemenangan revolusi di Suriah dan penyebarannya ke seluruh kawasan akan menjadi ancaman-ancaman bagi rezim-rezim demikian.

Selain itu kita tidak boleh melupakan bahwa ketegangan-ketegangan antara FSA dan kelompok-kelompok reaksioner Islamis seperti Jabhat Al Nusra dan ISIL telah semakin meningkat. Tuduhan-tuduhan atas pembunuhan terhadap para anggota FSA termasuk Fadi Al-Qash, kepala batalyo FSA dan dua saudara laki-lakinya, mengarah pada kelompok reaksioner Islamis ini.

ISIL juga mengusir pasukan-pasukan FSA dari daerah-daerah yang dibebaskan oleh FSA dan ISIL mendeklarasikan akan mendirikan emirat-emirat Islam sembari menolak bertempur di garis-garis depan seperti Aleppo, Homs, dan Khan Al Asal.

Bagaimana rakyat Suriah bertahan di hadapan ketimpangan kekuatan militer demikian?

Karena kami pantang mundur dan kembali ke era kekuasaan rezim Assad dan tidak ada alternatif lain selain melanjutkan revolusi. Salah satu slogan utama yang diteriakkan para demonstran di Suriah adalah, “Lebih baik mati daripada dipermalukan”. Selain itu gerakan kerakyatan Suriah paham bahwa bila mereka berhenti mereka akan menanggung represi hebat dari rezim penguasa.

Bisakah engkau menjelaskan faktor-faktor ekonomi dan sosial yang memicu perlawanan?

Kredensi-kredensi rezim dimulai pada tahun 1970 saat Hafez Al-Assad mengakhiri kebijakan-kebijakan radikal dari tahun 1960an oleh sayap kiri dari Partai Baath-nya. Hal-hal tersebut dipercepat dengan penerpan kebijakan-kebijakan ekonomi neo-liberal oleh anaknya, yaitu Bashar Al-Assad yang meraih kekuasaan pada tahun 2000. Kebijakan-kebijakan demikian pada khususnya menguntungkan segelintir elit oligarki.

Rami Makhlouf, keponakan Bashar Al-Assad, mewakili proses privatisasi dengan gaya mafia yang dipimpin oleh rezim. Suatu proses privatisasi menciptakan monopoli-monopoli baru di tangan-tangan keluarga dan kerabat Bashar Al-Assad sementara kualitas barang dan jasa merosot. Reforma-reforma ekonomi neo-liberal member jalan pada pencaplokan kekuatan ekonomi oleh kaum kaya dan penguasa.

Bersamaan dengan itu, sektor finansial telah berkembang bersama bank-bank swasta, firma-firma asuransi, bursa saham Damaskus, dan biro-biro pertukaran uang. Kebijakan-kebijakan neo-liberal menguntungkan kelas atas dan para investor luar negeri, khususnya para investor dari Teluk Arab, semua ini dengan mengorbankan mayoritas rakyat Suriah, yang ditimpa inflasi dan naiknya biaya hidup.

Kebijakan-kebijakan ini dipercepat dengan penindasan biadab terhadap protes kerakyatan maupun protes kelas pekerja manapun semenjak awal 2000an dan telah mengakibatkan dampak-dampak yang menghancurkan. Pembagian kapital produk domestik bruto naik hingga 72% pada 2005, lebih dari sepertiga populasi terjerumus ke bawah garis kemiskinan (dengan hanya kurang dari US$1 per hari). Sebelum revolusi terdapat 20 hingga 25% pengangguran, mencapai 55 persen bagi yang berumur di bawah 25 tahun (ini terjadi di negara dimana rakyat berusia di bawah 30 tahun menyusun 65% populasi total). Persentase rakyat Suriah yang hidup di bawah garis kemiskinan naik dari 11 persen di tahun 2000 hingga 33 persen di tahun 2010. Jumlah demikian berarti sekitar tujuh juta rakyat Suriah hidup di sekitar atau di bawah garis kemiskinan.

Perlawanan di Idlib dan Deraa…serta termasuk pelosok-pelosok Damaskus dan Aleppo (area-area tersebut) merupakan benteng pertahanan Partai Baath yang belum ambil bagian dalam insureksi skala massif pada tahun 1980an. Hal ini menunjukkan keterlibatan para korban neoliberalisme dalam revolusi ini.

Peran apa yang dimainkan Komite-Komite Koordinasi Lokal dalam area-area yang dikontrol oposisi dn dukungan macam apa yang mereka punya?

Komite Koordinasi Lokal (LCC) hannyalah satu aktor dalam gerakan kerakyatan yang lebih luas, mereka memfokuskan kerja khususnya pada penyediaan informasi, video-video demonstrasi, serta juga bekerja di lapangan dengan dewan-dewan kerakyatan lokal sembari menyediakan layanan-layanan kepada populasi lokal dan para pengungsi dalam negeri.

Kita harus memahami secara lebih umum peran yang dimainkan oleh komite-komite dan organisasi-organisasi kerakyatan dalam kelanjutan proses revolusioner, mereka merupakan aktor-aktor utama yang memungkinkan gerakan kerakyatan terus melawan. Hal ini tidak berarti mengecilkan peran yang dimainkan oleh perlawanan bersenjata namun perlawanan bersenjata itu pun bersandar pada gerakan kerakyatan untuk terus melawan, tanpanya kita tidak akan punya kesempatan sama sekali.

Apa responmu terhadap beberapa kelompok kiri yang menyatakan bahwa oposisi Suriah merupakan proxies (wakil) bagi Imperialisme Barat dan kaum kaya minyak di negara-negara Teluk?

Permasalahan dengan beberapa Kiri Barat, khususnya para Stalinis, adalah mereka selama ini menganalisis proses revolusioner Suriah dari sudut pandang geo-politis, dan mengabaikan sepenuhnya dinamisme sosio-ekonomi dan politik di Suriah. Banyak di antara mereka yang menganggap Iran, Russia, atau Suriah sebagai negara-negara anti-imperialis yang berjuang melawan Amerika Serikat (AS), yang mana salah dalam setiap aspek. Pilihan kita bukanlah memilih berpihak pada AS dan Arab Saudi ataukah Iran dan Russia di sisi lainnya, pilihan kita adalah massa revolusioner yang memperjuangkan emansipasi mereka.

Sebagaimana yang ditulis Peirre Frank, seorang Trotskyis Perancis, “Mari kita catat bahwa para ahli teori Marxisme sama sekali tidak mendefinisikan watak politik suatu rezim borjuis melalui posisi-posisi yang dipegang belakangan dalam lapangan kebijakan luar negeri melainkan sepenuhnya dan secara sederhana melalui posisi yang ada dalam hubungan kelas-kelas yang menyusun bangsa tersebut.

Sebagai tambahan, kedua sisi telah berupaya memaksakan solusi dari atas yang akan mempertahankan rezim dengan suatu solusi ala Yemen (ganti kepala rezim namun mempertahankan strukturnya). Satu-satunya perbedaan antara posisi-posisi pemerintahan Barat dan para monarki Teluk di satu sisi serta Iran, Russia, dan Tiongkok di sisi lain, tetaplah sama: Bagaimana nasib diktator Bashar Al-Assad? Russia ingin mempertahankan diktator sementara Barat menginginkan pemimpin baru yang lebih terbuka pada kepentingan-kepentingan mereka daripada Bashar Al-Assad.

Terdapat beberapa laporan bahwa kelompok-kelompok Islamis bersenjata menyerang kelompok-kelompok lainnya dalam oposisi. Dampak apa yang diakibatkan hal ini pada oposisi dan bagaimana angkatan-angkatan revolusioner meresponnya?

Massa revolusioner Suriah semakin menentang sikap dan kebijakan otoriter dan reaksioner dari kelompok-kelompok demikian. Di kota Raqqa, yang telah dibebaskan dari pasukan-pasukan rezim sejak Maret 2013, banyak demonstrasi kerakyatan yang muncul menentang tindakan-tindakan otoriter Jabhat Al Nusra dan ISIS di kota. Demonstrasi-demonstrasi serupa berlaku dengan massa yang menentang kelakuan demikian di Aleppo dan kota-kota lainnya.

Perlu dikatakan pula bahwa Jabhat Al Nusra tidak akan ragu-ragu untuk membikin kesepakatan-kesepakatan dengan rezim Assad, sebagai contohnya, rezim membayar lebih dari 150 juta lira Suriah per bulan pada mereka untuk menjamin agar minyak terus dipompa melalui dua saluran pipa utama di Banias dan Latakia. Para prajurit Jabhat Al Nusra juga terlibat dalam bisnis-bisnis lainnya.

Dewan Nasional Suriah, alih-alih mempertahankan prinsip-prinsip revolusi dan melalkukan semua hal yang memungkinkan untuk mengembangkan komponen-komponen demokratis FSA, telah membiarkan kelompok-kelompok tersebut, yang merupakan bagian dari kontra-revolusi sejak pendiriannya, untuk mengembangkan tanpa menecam mereka dan malahan melindungi mereka. Kelompok-kelompok macam ini sama halnya seperti rezim Suriah, ingin memecah belah rakyat Suriah ke dalam keberadaan-keberadaan sektarian dan etnis. Berlainan dengan itu Revolusi Suriah ingin memutus pembelahan sektarian berdasarkan agama dan etnis.

Bagaimana respon terhadap serangan-serangan terkini dari kelompok-kelompok Islamis di daerah-daerah Kurdi.

Kita telah menyaksikan dukungan dari berbagai komite kerakyatan di Suriah terhadap massa Kurdi melawan tindakan-tindakan kelompok-kelompok Islamis sedangkan yang lainnya bergabung dengan milisi-milisi Kurdi dan mengutuk penindasan dan pelecehan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok Islamis.

Oposisi tradisional, dari kaum Islamis ke nasionalis, dan liberal, sama-sama mengakui dan mendukung hak-hak kebudayan bangsa Kurdi namun mereka menentang otonominya. Gerakan Kiri Revolusioner di Suriah telah kembali menegaskan komitmen dan dukungannya terhadap hak untuk menentung nasib sendiri bagi rakyat Kurdi di Suriah. Dukungan bagi penentuan nasib sendiri tidak menghalangi kita dari harapan agar rakyat Kurdi menjadi kawan seperjuang sepenuhnya dalam melawan rezim kriminal Assad serta dalam membangun Suriah yang demokratis, sekuler, dan sosialis.

Kami juga mengutuk kelakuan kaum Islamis dan pasukan-pasukan reaksioner lainnya serta upaya-upaya mereka untuk memecah belah rakyat Suriah. Serupa dengan itu, penolakan sebagian oposisi Suriah, termasuk Dewan Nasional Suriah, untuk mengakui hak-hak bangsa Kurdi di Suriah merupakan sikap yang tidak bisa diterima sama sekali serta tidak ada bedanya dengan kebijakan-kebijakan rezim Assad.

Apa perbedaan yang dimainkan organisasi-organisasi dan pasukan-pasukan sayap kiri yang ada dalam gerakan revolusioner Suriah?

Berbagai angkatan sayap kiri telah terlibat dalam proses revolusioner Suriah semenjak proses revolusioner tersebut dimulai. Kita bisa temukan beberapa kelompok kiri dan kelompok pemuda yang lebih kecil berpartisipasi dalam proses revolusioner, dalam komite-komite kerakyatan di lapangan, dalam pengorganisiran demonstrasi-demonstrasi dan penyediaan layanan-layanan pada populasi. Kaum kiri mayoritas terlibat dalam kerja sipil dan bukannya kerja bersenjata.

Sejak awal sekali, terlepas dari kemampuan kami yang terbatas, kami, Gerakan Kiri Revolusioner, tak sekalipun bimbang dalam keterlibatan kami terhadap revolusi, menyerukan demokrasi dan sosialisme. Kami telah berjuang bersama rakyat dan semua angkatan demokratis demi mencapai kemenangan revolusi kerakyatan sebagaimana kami juga memperjuangkan pembentukan suatu partai buruh sosialis.

*diterjemahkan dari “Imperialism, sectarianism and Syria’s revolution” sebagaimana dimuat dalam syrianfreedomforever.wordpress.com dan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan dipublikasikan kembali via Bumi Rakyat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

MENA Solidarity Network

Solidarity with Workers in the Middle East

Indonesian Peoples' Alliance (IPA)

Movement for Peoples Sovereignty and Trade to Serve the Peoples!

Maruti Suzuki Workers Union

Inquilab Zindabad! Mazdoor Ekta Zindabad!

wonosobo bergerak

Pijar Harapan untuk Rakyat

WONOSOBO BERGERAK

Pijar Harapan untuk Rakyat

SEKBER

sekolah bersama

Jurnal Ari

Coretan iseng pengelana

Insatiable Booksluts

Voracious readers tell you if that book is going to suck.

Ughytov's Blog

Just another WordPress.com site

Shiraz Socialist

Because there have to be some lefties with a social life

LKIP

Lembar Kebudayaan IndoPROGRESS

Partai Rakyat Pekerja Komite Kota Makassar

SOSIALISME, Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja. SOSIALISME, Solusi Bagi Krisis Kapitalisme

boemipoetra

In A Time Of Universal Deceit, Telling The Truth Is A Revolutionary Act

Berita Buruh Indonesia

sebagai SEKOLAH PERANG, SERIKAT BURUH TIDAK terkalahkan

Working Indonesia

A Blog Covering Labor Activism in Indonesia

ARTIKEL BURUH

buruhberjuang.wordpress.com

Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung

SATU dan BERSATU oleh PERS & karena MAHASISWA

Home

One voice, unify power, unify actions for workers rights

%d blogger menyukai ini: