Rakyat Meksiko Menentang Komersialisasi Pendidikan dan Liberalisasi Energi

Rakyat Meksiko Menentang Komersialisasi Pendidikan dan Liberalisasi Sektor Energi

Bentrokan pecah antara kaum demonstran dan polisi huru-hara di Mexico City (ibukota Meksiko), Ahad 8 September 2013 dalam suatu aksi demonstrasi menentang reforma yang diajukan oleh Presiden Enrique Pena Nieto. Diperkirakan sekitar 10.000 guru telah mendirikan tenda di Zocalo, alun-alun ibukota , selama dua pekan sebagai bagian aksi melawan rencana presiden untuk merombak sistem pendidikan.

Kaum demonstran bentrok dengan aparat kepolisian di dekat gedung Kongres dimana Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Miguel Angel Osoio Chong menyajikan laporan tertulis mengenai kondisi serikat ke Kongres. Pena Nieto memutuskan untuk menyampaian pidatonya pada Senin dan bukannya Ahad untuk menghindari naiknya tegangan pada aksi demonstrasi yang telah direncanakan.

Para polisi huru-hara terlihat menembakkan gas air mata dan menyerbu para demonstran yang kemudian membalas serangan dengan melemparkan batu dan bom Molotov.

Kongres telah mengesahkan perubahan-perubahan pada konstitusi untuk merombak sistem pendidikan dan mereka kini tengah memvoting untuk menerapkan peratuan-peratuan baru yang mengharuskan para guru untuk menempuh ujian-ujian kinerja yang distandardisasikan sebagaimana yang diamanatkan demi memperoleh pekerjaan atau promosi serta dengan demikian mengakhiri kekuatan serikat pekerja dalam hal perekrutan tenaga kerja.

Bersamaan dengan kaum guru dan pemuda mahasiswa yang menentang reforma pendidikan Pena Nieto, kaum demonstran juga turun ke jalan pada Ahad untuk menunjukkan kemarahannya terhadap reforma energi presiden yang kontroversial.

Pena Nieto ingin mereforma Pemex, perusahaan minyak yang dimiliki negara, agar mengijinkan perusahaan-perusahaan swasta untuk melakukan eksplorasi dan eksploitasi sumber daya minyak dan gas Meksiko. Agar hal ini bisa terlaksana, presiden ingin mengubah konstitusi untuk memberikan perusahaan-perusahaan swasta insentif untuk berinvestasi menggantikan Pemex dan monopoli minyak negara.

Kelompok-kelompok demonstran terdengar menyerukan “Pena Nieto akan jatuh, akan jatuh, akan jatuh,” sembari bergerak menunjukkan penentangannya terhadap reforma-reforma tersebut.

Departemen keamanan publik kota menyatakan bahwa empat orang ditahan setelah suatu kelompok demonstran bentrok dengan polisi dalam suatu demonstrasi melawan rencana presiden untuk membuka sektor yang dikontrol negara kepada investasi asing.

Tidak Ada Jalan Mundur

Pena Nieto berharap memacu pertumbuhan di ekonomi terbesar kedua di Amerika Latin dengan cara menarik investasi asing di industri minyak. Dia juga menyasar untuk meningkatkan pendapatan pajak serta diperkirakan akan menerapkan pajak pada pangan dan obat-obatan.

Politisi kiri dan kandidat presiden, Andres Manuel Lopez Obrador telah bersumpah untuk menghentikan rencana Pena Nieto. Dia menyebut reforma minyak tersebut sebagai pencurian terbesar “sepanjang sejarah”

“Kami tidak akan membiarkannya karena kami memandangnya sebagai suatu perampokan terhadap rakyat dan bangsa Meksiko,” ucapnya saat diwawancarai Reuter pada Jumat.

Para demonstran yang bertopeng bentrok dengan ratusan polisi huru-hari, kelompok protes pelajar #YoSoy132 menyatakan enam anggotanya ditahan.

Puluhan ribu guru yang berkemah di alun-alun Zocalo, alun-alun bersejarah Ibukota selama dua pekan terakhir mengakibatkan kemacetan lalu lintas dan tertundanya pertandingan sepak bola.

Pekan lalu, para legislator terpaksa bertemu di pusat konvensi setalah paa guru mengepung Kongres namun Pena Nieto telah memperingatkan bahwa ia akan jalan terus dengan rencana reforma-reformanya.

Bahkan tanpa suatu mayoritas di Kongres, Pena Nieto mampu menyegel pakta dengan para pimpinan oposisi untuk merundingkan reforma-reforma.

“Bahkan tanpa adanya orang-oang di jalanan, kami perlu mendorong reforma-reforma energi dan pajak,” kata Jose Trejo, legislator senior dari partai oposisi, PAN (Partai Aksi Nasional), yang sekaligus mengepalai komite finansial di majelis rendah.

Pena Nieto memenangkan pemilu presidensial 2012 dengan 38,2 persen suara. Tingkat persetujuan presiden sejauh ini, sekitar 50%, benar-benar mengejutkan karena sangat rendah untuk ukuran presiden baru di Meksiko, dimana popularitas 70% atau 80% tidak tak biasa.

*diterjemahkan dari “Clashes Break Out As Thousands of Teachers Protest in Mexico City” sebagaimana yang dimuat di occupy.com dan disadur dari Al-Jazeera America. Diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan dipublikasikan kembali melalui Bumi Rakyat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

MENA Solidarity Network

Solidarity with Workers in the Middle East

Indonesian Peoples' Alliance (IPA)

Movement for Peoples Sovereignty and Trade to Serve the Peoples!

Maruti Suzuki Workers Union

Inquilab Zindabad! Mazdoor Ekta Zindabad!

wonosobo bergerak

Pijar Harapan untuk Rakyat

WONOSOBO BERGERAK

Pijar Harapan untuk Rakyat

SEKBER

sekolah bersama

Jurnal Ari

Coretan iseng pengelana

Insatiable Booksluts

Voracious readers tell you if that book is going to suck.

Ughytov's Blog

Just another WordPress.com site

Shiraz Socialist

Because there have to be some lefties with a social life

LKIP

Lembar Kebudayaan IndoPROGRESS

Partai Rakyat Pekerja Komite Kota Makassar

SOSIALISME, Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja. SOSIALISME, Solusi Bagi Krisis Kapitalisme

boemipoetra

In A Time Of Universal Deceit, Telling The Truth Is A Revolutionary Act

Berita Buruh Indonesia

sebagai SEKOLAH PERANG, SERIKAT BURUH TIDAK terkalahkan

Working Indonesia

A Blog Covering Labor Activism in Indonesia

ARTIKEL BURUH

buruhberjuang.wordpress.com

Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung

SATU dan BERSATU oleh PERS & karena MAHASISWA

Home

One voice, unify power, unify actions for workers rights

%d blogger menyukai ini: