Buruh dan Tani (Sajak Kaum Seperjuangan)

Buruh dan Tani - Sajak Kaum Seperjuangan

Buruh dan Tani (Sajak Kaum Seperjuangan)

(i)
Dunia ini adalah hasil kerja keras buruh dan tani
Buruh yang produksi pupuk, salurkan benih, dan rakit traktor pembajak bumi
Sementara Tani yang garap tanah, tanam benih, rawat tanaman, dan panen hasil produksi
Hingga padi jadi nasi, gandum jadi roti, biji jadi kopi, dan semua yang awalnya benih jadi siap dikonsumsi,
Semua berkat jasa kaum buruh dan kaum tani yang besarnya jelas tak terhitung lagi

Kerja yang keras, jasa yang besar harusnya diganjar imbalan penuh kebaikan
Jadi bagaimana mungkin buruh tinggal di perkampungan kumuh dan tidur berhimpitan?
Bagaimana mungkin tani selalu bingung bayar hutang dan apa yang esok akan dimakan?

Ternyata yang bekerja paling keras bukan yang menikmati hasil terbesar
Ternyata yang menikmati hasil terbesar bukan yang bekerja paling keras

Pabrik-pabrik siapa yang punya
Pabrik-pabrik siapa yang kerja
Mesin-mesin siapa yang miliki
Mesin-mesin siapa yang buat beroperasi

Kalau cuma modal alasan pembenaran
modal tak buat mesin berputar kalau tak ada buruh yang mengerjakan
Kalau tak ada buruh yang mengerjakan, keuntungan tak bisa dihasilkan
Jadi siapa yang lebih berperan

Tanah-tanah, siapa yang kuasai
Tanah-tanah, siapa yang garap dan tanami
Lahan-lahan, siapa yang monopoli
Lahan-lahan, siapa yang buat panen terjadi

Kalau cuma sertifikat alasan pembenaran
Sertifikat tak bisa tumbuhkan tanaman
Tanaman tak bisa ditumbuhkan kalau tak ada yang mengerjakan
Kalau tak ada tani yang kerjakan panen tak bisa didatangkan
Jadi siapa yang lebih berperan

Buruh atau kaum majikan
Tani atau tuan tanah dan konglomerat perkebunan

Pekerja dan penggarap
atau
penindas dan penghisap

Kami
atau
Mereka

Dimana engkau berpihak?

(ii)
Dimana engkau berpihak?
di saat jasa yang besar malah dibalas penindasan yang sangat bar-bar
Saat buruh dihisap tenaganya sementara keuntungan yang mereka hasilkan tak dibayar
Saat tani dirampas tanahnya dan diberangus haknya, oleh tuan tanah dan konglomerat perkebunan-perkebunan besar
Saat buruh yang melawan kaum majikan mengirim pasukan preman yang siap menghajar
Saat tani yang melawan ada peluru dan popor yang dapat membuat rakyat terkapar

Beginilah bagaimana jasa yang besar tetap menyisakan perut yang lapar
Beginilah kerja yang keras malah diganjar pemiskinan yang mengakar

Dimana engkau berpihak?
Di kubu kaum majikan bersama pasukan preman, birokrat yang kenyang sogokan, dan aparat keamanan yang mengamankan penindasan
Di kubu kaum tuan tanah dan konglomerat perkebunan yang mengepung bersama lintah darat, tengkulak, dan bandit perkampungan
ataukah bersama kami yang melawan penindasan

Dimana engkau berpihak?

(iii)
Buruh dan tani kaum seperjuangan
Kaum yang membangun dunia dan memberi makan
Dunia tak butuh kaum yang berpangku tangan, parasit penimbun kekayaan
Buruh dan tani pihak pembebasan, pihak pembangun masyarakat tanpa penindasan

Buruh dan Tani (Sajak Kaum Seperjuangan)

(i)

Dunia ini adalah hasil kerja keras buruh dan tani

Buruh yang produksi pupuk, salurkan benih, dan rakit traktor pembajak bumi

Sementara Tani yang garap tanah, tanam benih, rawat tanaman, dan panen hasil produksi

Hingga padi jadi nasi, gandum jadi roti, biji jadi kopi, dan semua yang awalnya benih jadi siap dikonsumsi,

Semua berkat jasa kaum buruh dan kaum tani yang besarnya jelas tak terhitung lagi

Kerja yang keras, jasa yang besar harusnya diganjar imbalan penuh kebaikan

Jadi bagaimana mungkin buruh tinggal di perkampungan kumuh dan tidur berhimpitan?

Bagaimana mungkin tani selalu bingung bayar hutang dan apa yang esok akan dimakan?

Ternyata yang bekerja paling keras bukan yang menikmati hasil terbesar

Ternyata yang menikmati hasil terbesar bukan yang bekerja paling keras

Pabrik-pabrik siapa yang punya

Pabrik-pabrik siapa yang kerja

Mesin-mesin siapa yang miliki

Mesin-mesin siapa yang buat beroperasi

Kalau cuma modal jadi alasan pembenaran

modal tak buat mesin berputar kalau tak ada buruh yang mengerjakan

Kalau tak ada buruh yang mengerjakan, keuntungan tak bisa dihasilkan

Jadi siapa yang lebih berperan

Tanah-tanah, siapa yang kuasai

Tanah-tanah, siapa yang garap dan tanami

Lahan-lahan, siapa yang monopoli

Lahan-lahan, siapa yang buat panen terjadi

Kalau cuma sertifikat jadi alasan pembenaran

Sertifikat tak bisa tumbuhkan tanaman

Tanaman tak bisa ditumbuhkan kalau tak ada yang mengerjakan

Kalau tak ada tani yang kerjakan panen tak bisa didatangkan

Jadi siapa yang lebih berperan

Buruh atau kaum majikan

Tani atau tuan tanah dan konglomerat perkebunan

Pekerja dan penggarap

atau

penindas dan penghisap

Kami

atau

Mereka

Dimana engkau berpihak?

(ii)

Dimana engkau berpihak?

di saat jasa yang besar malah dibalas penindasan yang sangat bar-bar

Saat buruh dihisap tenaganya sementara keuntungan yang mereka hasilkan tak dibayar

Saat tani dirampas tanahnya dan diberangus haknya, oleh tuan tanah dan konglomerat perkebunan-perkebunan besar

Saat buruh yang melawan kaum majikan mengirim pasukan preman yang siap menghajar

Saat tani yang melawan ada peluru dan popor yang dapat membuat rakyat terkapar

Beginilah bagaimana jasa yang besar tetap menyisakan perut yang lapar

Beginilah kerja yang keras malah diganjar pemiskinan yang mengakar

Dimana engkau berpihak?

Di kubu kaum majikan bersama pasukan preman, birokrat yang kenyang sogokan, dan aparat keamanan yang mengamankan penindasan

Di kubu kaum tuan tanah dan konglomerat perkebunan yang mengepung bersama lintah darat, tengkulak, dan bandit perkampungan

ataukah bersama kami yang melawan penindasan

Dimana engkau berpihak?

(iii)

Buruh dan tani kaum seperjuangan

Kaum yang membangun dunia dan memberi makan

Dunia tak butuh kaum yang berpangku tangan, parasit penimbun kekayaan

Buruh dan tani pihak pembebasan, pihak pembangun masyarakat tanpa penindasan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

MENA Solidarity Network

Solidarity with Workers in the Middle East

Indonesian Peoples' Alliance (IPA)

Movement for Peoples Sovereignty and Trade to Serve the Peoples!

Maruti Suzuki Workers Union

Inquilab Zindabad! Mazdoor Ekta Zindabad!

wonosobo bergerak

Pijar Harapan untuk Rakyat

WONOSOBO BERGERAK

Pijar Harapan untuk Rakyat

SEKBER

sekolah bersama

Jurnal Ari

Coretan iseng pengelana

Insatiable Booksluts

Voracious readers tell you if that book is going to suck.

Ughytov's Blog

Just another WordPress.com site

Shiraz Socialist

Because there have to be some lefties with a social life

LKIP

Lembar Kebudayaan IndoPROGRESS

Partai Rakyat Pekerja Komite Kota Makassar

SOSIALISME, Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja. SOSIALISME, Solusi Bagi Krisis Kapitalisme

boemipoetra

In A Time Of Universal Deceit, Telling The Truth Is A Revolutionary Act

Berita Buruh Indonesia

sebagai SEKOLAH PERANG, SERIKAT BURUH TIDAK terkalahkan

Working Indonesia

A Blog Covering Labor Activism in Indonesia

ARTIKEL BURUH

buruhberjuang.wordpress.com

Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung

SATU dan BERSATU oleh PERS & karena MAHASISWA

Home

One voice, unify power, unify actions for workers rights

%d blogger menyukai ini: