Ratusan Rakyat Palestina Menyerbu Penyeberangan Raffah

Rakyat Palestina Menyerbu Penyeberangan Raffah

Ratusan mahasiswa menyerbu Penyeberangan Raffah dari sisi Palestina yang berbatasan dengan Mesir pada 29 September 2013. Mereka marah dan frustasi akibat diisolasi di Jalur Gaza padahal seharusnya mereka bisa menempuh studi di kampus-kampus luar. Semester baru dimulai sepekan lalu di universitas-universitas di seluruh dunia namun kaum pemuda mahasiswa Palestina di Gaza yang sudah diterima di universitas-universitas tersebut terancam gagal kuliah bilamana mereka tidak bisa meninggalkan Gaza dalam waktu yang dekat.
Para pasien yang membutuhkan bantuan medis untuk dirawat di luar negeri juga terdapat diantara mereka yang ingin meninggalkan Gaza. Sekitar 5.500 rakyat Palestina masuk daftar tunggu untuk meninggalkan Gaza, mayoritas untuk alasan medis atau akademis. Kamis lalu, antara 50 hingga 60 orang diberikan izin untuk pergi oleh otoritas Mesir.Rasa frustasi mereka yang ditinggalkan, mereka yang pergi ke perbatasan tiap hari dengan berharap bisa pergi, semakin tampak  kini.Gaza telah diblokade oleh Israel selama enam tahun. Israel telah menutup perbatasannya dengan Gaza, menghancurkan bandara udara Gaza, dan juga menyerbu jalur Gaza lewat laut. Setelah bulan Juni, dengan penyingkiran presiden Mesir dan intervensi militer Mesir, permasalahan Gaza semakin memburuk setelah rezim Mesir yang baru menutup perbatasan dengan Gaza, yaitu Penyeberangan Raffah.Rakyat Palestina di Gaza kini sepenuhnya diisolasi dari dunia luar. Salah satu di antara mereka adalah Shahd Abusalama, seorang mahasiswa Palestina yang diterima kuliah di suatu universitas di Turki.
Dia adalah salah satu dari ratusan mahasiswa yang menyerbu Penyeberangan Raffah. Sebagaimana lainnya, dia dipaksa kembali tanpa diperbolehkan untuk menyeberang ke sisi Mesir.
Shahd ABusalama menjelaskan pengalamannya:”Aku tiba di perbatasan Penyeberangan pada jam 7 pagi dan kembali ke rumah jam 2 dinihari. Kehabisan tenaga. Tak bisa bicara. Frustasi. Kerumunan orang yang terlantar memutuskan untuk bergerak dan memecah keheningan serta berontak untuk mengakhiri proses yang tidak manusiawi, proses memalukan, dan membuat orang menderita ini. Setelah otoritas Hamas mengumumkan lewat pengeras suara bahwa Rafah ditutup lagi, arak-arakan raksasa yang terdiri dari mahasiswa, pasian, dan orang-orang yang ditolak untuk pindah dan mendapat kediaman di negara lain, bergerak menyerbu perbatasan Rafah dan bentrok dengan para polisi Hamas.
Kaum perempuan merupakan tenaga pemimpin demonstrasi yang membakar semangat rakyat yang murka yang sudah sebulan lebih terombang-ambing dan kini bergerak untuk mematahkan gerbang dan pagar para polisi. Kami putuskan bahwa kami tidak bisa menerima lagi ketidakadilan dan rasisme ini. Kami putuskan untuk bicara. Kami serukan yel-yel menuntut hak-hak kami, menuntut untuk diperlakukan seperti manusia, menuntut hak kami untuk bepergian, untuk menerima pendidikan. Kami berseru ‘Mana hak mahasiswa untuk menempuh pendidikan? Kami cuma ingin bepergian, kami bukan teroris. Buka penyeberangan perbatasan Rafah’.

Terlepas dari semua penyiksaan dan penghinaan yang kami alami dan air mata yang kuteteskan, aku selalu mencoba melihat sisi positifnya.
Kaum perempuan muda khususnya dan kaum pemuda pada umumnya yang bergabung bersamaku dalam demonstrasi dan yang memutuskan untuk bicara menuntut hak-haknya sangat mengobarkan semangat. Mereka ini adalah rakyat muda yang akan membuat perubahan, yang tekadnya tak tergoyahkan, yang tidak menyerah, dan menolak duduk diam dan tak berdaya menunggu ampunan dan belas kasihan pihak lain untuk menyelamatkan mereka.”

*Diterjemahkan dari Chat2Gaza, chat2gaza.com, “Hundreds of Palestinians storm the Rafah Crossing: A personal account from Gaza today” ke dalam bahasa Indonesia dan dipublikasikan ulang via Bumi Rakyat, bumirakyat.wordpress.com.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

MENA Solidarity Network

Solidarity with Workers in the Middle East

Indonesian Peoples' Alliance (IPA)

Movement for Peoples Sovereignty and Trade to Serve the Peoples!

Maruti Suzuki Workers Union

Inquilab Zindabad! Mazdoor Ekta Zindabad!

wonosobo bergerak

Pijar Harapan untuk Rakyat

WONOSOBO BERGERAK

Pijar Harapan untuk Rakyat

SEKBER

sekolah bersama

Jurnal Ari

Coretan iseng pengelana

Insatiable Booksluts

Voracious readers tell you if that book is going to suck.

Ughytov's Blog

Just another WordPress.com site

Shiraz Socialist

Because there have to be some lefties with a social life

LKIP

Lembar Kebudayaan IndoPROGRESS

Partai Rakyat Pekerja Komite Kota Makassar

SOSIALISME, Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja. SOSIALISME, Solusi Bagi Krisis Kapitalisme

boemipoetra

In A Time Of Universal Deceit, Telling The Truth Is A Revolutionary Act

Berita Buruh Indonesia

sebagai SEKOLAH PERANG, SERIKAT BURUH TIDAK terkalahkan

Working Indonesia

A Blog Covering Labor Activism in Indonesia

ARTIKEL BURUH

buruhberjuang.wordpress.com

Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung

SATU dan BERSATU oleh PERS & karena MAHASISWA

Home

One voice, unify power, unify actions for workers rights

%d blogger menyukai ini: