Pelajar-Mahasiswa Internasional Melawan Eksploitasi di Tempat-Tempat Kerja Australia

Pelajar-Mahasiswa Internasional Melawan Eksploitasi di Tempat-Tempat Kerja Australia

Serikat pekerja yang mencakup para pekerja kebersihan dan perhotelan meluncurkan suatu kampanye untuk memblejeti para pengusaha yang mengeksploitasi pelajar-mahasiswa internasional.

United Voice (Suara Bersatu) mengatakan bahwa pelajar-mahasiswa adalah salah satu kaum yang paling dieksploitasi dalam hal kerja yang diupah paling rendah di Melbourne, Australia.

“Kami dengar berbagai kisah dalam industri perhotelan dimana pelajar-mahasiswa internasional dibayar serendah AUS$ 7 atau AUS$8 per jamnya, ungkap Jess Walsh, Sekretaris Suara Bersatu cabang Negara Bagian Victoria.

“Kini di Australia, upah minimum diatas 16 dolar per jam,”

Dr Mark Zimsak dari Misi Keadilan dan Internasional dari Gereja Mempersatukan (Uniting Church) mengatakan bahwa terdapat kasus-kasus dimana pelajar-mahasiswa dari luar negeri yang bekerja sebagai pekerja-pekerja kebersihan, belum pernah sekalipun ditemui para pengusaha yang mempekerjakan mereka dan belum pernah menerima slip gaji sama sekali.

Suatu survei serikat terkini yang mengambil sampel terhadap 200 pelajar-mahasiswa internasional menemukan fakta bahwa seperempat dari responden hanya diupah $10 per jamnya atau lebih rendah lagi sementara 60% dari jumlah keseluruhan responden mengaku bahwa mereka menerima upah dibawah upah minimum.

Senada dengan itu, Suara Bersatu mengatakan bahwa para pelajar-mahasiswa menjadi korban diskriminasi dan pelecehan.”Apa yang bisa terjadi adalah sekelompok pelajar-mahasiswa yang kemungkinan pelajar-mahasiswa Tionghoa atau Indian yang mulai bekerja dalam gedung dan mendapati bahwa secara sistematis mereka diperlakukan secara berbeda dengan para pekerja kebersihan lain yang mengerjakan pekerjaan yang sama,” ungkap Jess Walsh dari Suara Bersatu.

“Misalnya diberi pekerjaan yang lebih berat dan menerima teguran yang lebih berat saat mereka membuat kesalahan.”

Perjuangan Finansial

Akibat kondisi-kondisi visa mereka, kaum pelajar-mahasiswa internasional diperbolehkan bekerja maksimal 20 jam per minggu.

Banyak pelajar-mahasiswa internasional butuh bekerja untuk menopang hidup mereka saat mereka menempuh studi, namun seperti yang dikatakan oleh pihak serikat pekerja, para pengusaha tamak seringkali mengambil kesempatan dalam kesempitan dengan memanfaatkan kerapuhan kondisi hidup pelajar-mahasiswa.

“Kami tahu bahwa banyak pelajar-mahasiswa yang terjebak dalam situasi ini sulit untuk menyampaikan keluhan atau melapor ke pihak yang berwenang atau bahkan bergabung ke serikat pekerja dan aktivitas serikat karena takut diberi ganjaran oleh perusahaan yang mengancam mereka,” kjata Dr Zirnsak dari Gereja yang Mempersatukan.

Salah satu mahasiswa yang tidak mau namanya disebutkan mengisahkan pada Australia Newsline Program (Program Berita Australia) bahwasanya sulit untuk mendapatkan pekerjaan yang bisa diandalkan untuk membayar uang sewa.

Dia datang ke Australia pada 2009 dan sulit mendapatkan pekerjaan yang bisa diandalkan untuk membayar uang sewa rumah susun dan harus mengatur hidup pas-pasan dengan kerja sebagai pekerja kebersihan dengan upah sebesar AUS$10 per jam.

Akhirnya dia bisa mendapatkan pekerjaan kebersihan dengan upah $17 per jam—yang mana merupakan peningkatan besar dari upahnya semulam namun upah itu pun sebenarnya masih lebih rendah $7 per jamnya dibandingkan pekerja kebersihan di kantor-kantor perkotaan.

Suara Bersatu mengatakan bahwa mahasiswa ini dan banyak pelajar-mahasiswa lainnya sepertinya dipekerjakan melalui subkontraktor kebersihan yang terkenal reputasi buruknya dalam hal pelanggaran dan tindakan ilegal berupa besaran upah di bawah upah minimum.

Melawan Balik

Perusahaan-perusahaan yang menggunakan subkontraktor-subkontraktor ini sekarang semakin sering menjadi sasaran protes dan demonstrasi. September 2013 ini, Suara Bersatu menyerbu 13 gedung perkantoran di Melbourne dan menangkap basah subkontarktor-subkontraktor digunakan di 9 perusahaan diantaranya yang mempekerjakan pelajar-mahasiswa dengan upah di bawah standar.

Beberapa peruahaan bahkan sudah digugat untuk diajukan ke pengadilan tempat kerja dan disanksi di pengadilan.

Namun serikat-serikat pekerja dan para pendukungnya mengatakan bahwa gugatan balik dari pihak perushaan kerap terjadi dan bukan perkara mudah memenangkan kasus ini di pengadilan.

*Diambil dari artikel berbahasa Inggris berjudul “International students battle workplace exploitation in Australia” sebagaimana dimuat di Australia Network News. Diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan dipublikasikan kembali via Bumi Rakyat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

MENA Solidarity Network

Solidarity with Workers in the Middle East

Indonesian Peoples' Alliance (IPA)

Movement for Peoples Sovereignty and Trade to Serve the Peoples!

Maruti Suzuki Workers Union

Inquilab Zindabad! Mazdoor Ekta Zindabad!

wonosobo bergerak

Pijar Harapan untuk Rakyat

WONOSOBO BERGERAK

Pijar Harapan untuk Rakyat

SEKBER

sekolah bersama

Jurnal Ari

Coretan iseng pengelana

Insatiable Booksluts

Voracious readers tell you if that book is going to suck.

Ughytov's Blog

Just another WordPress.com site

Shiraz Socialist

Because there have to be some lefties with a social life

LKIP

Lembar Kebudayaan IndoPROGRESS

Partai Rakyat Pekerja Komite Kota Makassar

SOSIALISME, Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja. SOSIALISME, Solusi Bagi Krisis Kapitalisme

boemipoetra

In A Time Of Universal Deceit, Telling The Truth Is A Revolutionary Act

Berita Buruh Indonesia

sebagai SEKOLAH PERANG, SERIKAT BURUH TIDAK terkalahkan

Working Indonesia

A Blog Covering Labor Activism in Indonesia

ARTIKEL BURUH

buruhberjuang.wordpress.com

Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung

SATU dan BERSATU oleh PERS & karena MAHASISWA

Home

One voice, unify power, unify actions for workers rights

%d blogger menyukai ini: