Venezuela Lawan Perang Ekonomi, Wujudkan Kontrol Buruh, dan Sita Oligarki

0-Contoh Gambar Fitur - Putih copy

Belakangan ini Presiden Maduro telah bertindak tepat dengan menjelaskan keseriusan perang ekonomi melawan revolusi Bolivarian, dengan menunjuk bahwa biang keladi adalah kaum kapitalis (Fedecamaras, Consecomercio, dan Venamcham) serta telah mengumumkan langkah-langkah untuk menanganinya. (pernyataan sikap Lucha de Classes (Perjuangan Kelas) – IMT Seksi Venezuela

Situasinya sangat serius. Inflasi telah membumbung tinggi, mencapai 54% dari Januari ke Oktober 2013 dan 74% selama setahun penuh. Indeks kekurangan mencapai angka sebesar 22%.

Ada apa di balik angka-angka ini? Inflasi, penimbunan, overpricing, spekulasi, capital flight, korupsi, mogok investasi, dan permasalahan-permasalahan lain yang menimpa kelas buruh dan rakyat yang sebenarnya berakar di kerja sistem kapitalisme itu sendiri.

Tujuan dari para kapitalis adalah membuat agar produksi tidak bisa memenuhi kebutuhan masyarakat melainkan agar bisa menghasilkan keuntungan. Karena itu kalau mereka bisa mendapatkan laba yang lebih besar dengan memakai dolar dari CADIVI pada kurs nilai tukar resmi untuk mengimpor barang-barang dan menjualnya dengan harga yang tetap di bolivar dengan mengacu pada nilai tukar dolar pasar gelap “paralel”, maka akan mereka lakukan. Bila mereka bisa mendapatkan laba dengan meraup dolar dari CADIVI untuk pengimporan dan membawa masuk kontainer yang sebenarnya penuh logam rongsokan, sambil menjual dolar di pasar gelap, itu pun juga akan mereka lakukan.

Ini adalah bagian dari fungsi wajar sistem kapitalis, watak kelas borjuis yang mendorong mereka untuk mendapatkan laba dan keuntungan yang lebih besar, apapun caranya, dan karena itu mereka tidak akan membiarkan peraturan apapun yang merusak batas labanya. Faktanya, salah satu alasan perang ekonomi adalah pemberontakan kelas kapitalis melawan kontrol harga dan nilai tukar asing.

Alasan lainnya adalah sabotase yang sengaja dilakukan dengan alasan-alasan politik. Produk-produk disingkirkan dari pasar dengan cara yang terorganisir demi menimbulkan kekacauan ekonomi dan agar rakyat Bolivarian menyalahkan pemerintah atas permasalahan tersebut. Ini adalah taktik yang sama persis yang digunakan oleh kaum kapitalis dan imperialis selama masa pemerintahan Allende di Chile pada tahun 1971-1973, untuk mempersiapkan Pinochet. Ini adalah instruksi-instruksi yang diberikan Nixon untuk “membuat ekonomi menjerit.”

Alasan ketiga adalah fakta dimana para kapitalis merasa bahwa investasi mereka tidak aman karena adanya Revolusi Bolivarian, yang menimbulkan rasa percaya diri di dada kelas buruh atas kekuatannya sendiri. Karena itu seorang kapitalis tidak akan berinvestasi dalam mengembangkan kapasitas produktif atau meningkatkannya kecuali ia yakin bahwa buruh-buruh, yang didorong oleh pemerintah, tidak akan mengorganisir suatu dewan buruh sosialis dan menuntut kondisi kerja yang lebih baik, upah yang lebih tinggi, atau menuntut penyitaan perusahaan.

Perang ekonomi adalah suatu pertempuran terbuka antara buruh bersama rakyat di satu sisi, yang merupakan kaum mayoritas yang berulangkali menyatakan dukungan mereka terhadap Revolusi Bolivarian dan ingin maju ke sosialisme, dan oligarki di sisi lain, yaitu suatu minoritas parasit yang terdiri dari kapitalis, tuan tanah, bankir, dan spekulan yang terikat pada kepentingan-kepentingan imperialis.

Akibat situasi ini tidak ada ruang lagi bagi langkah-langkah setengah hati untuk menuntut tanggung jawab kaum majikan. Regulasi pasar kapitalis tidak bisa memproduksi dampak-dampak yang dikehendaki. Pengalaman revolusi Bolivaria, khususnya sejak lockout yang dilakukan para majikan dan sabotase ekonomi pada tahun 2002 membuktikan satu hal: konsesi-konsesi dan himbauan-himbauan pada kaum borjuasi selalu dibalas dengan semakin meningkatnya sabotase dan konspirasi. Upaya untuk mengatur harga-harga dan laba atau keuntungan hanya meningkatkan sabotase, mogok investasi, dan capital flight.

Satu-satunya jalan untuk merespon kampanye kriminal dan anti-demokratis dari kelas penguasa ini adalah dengan menggunakan langkah-langkah tegas dan tangan besi. Borjuasi harus dihalangi dari kekuasaan ekonomi yang mereka gunakan untuk membangkang pada kehendak demokratis mayoritas.

Perjuangan Kelas Tendensi Marxis (Lucha de Classes) mengajukan langkah-langkah berikut:

· Monopoli negara atas perdagangan luar negeri: kita bisa terus memberikan dolar pada kaum borjuasil namun apapun yang perlu diimpor Venezuela, negara, lah, yang harus mengimpornya dan mendistribusikannya melalui saluran-saluran distribusi negara.

· Kontrol buruh atas produksi: buruh-buruh memproduksi semua kekayaan dan tahu kemana dan bagaimana harusnya didistribusikan, mereka punya pengetahuan untuk mencegah sabotase ekonomi dan harus menjalankan kesiagaan revolusioner di semua proses produksi.

· Kontrol rakyat atas pangan dan rantai distribusi produk-produk mendasar: rakyat pekerja diorganisir melalui komune-komune, bersama dengan dewan-dewan buruh sosialis di pabrik-pabrik dan laskar-laskar harus menjalankan kontrol atas suplai, distribusi, dan penjualan produk-produk dasar

· Setiap perusahaan yang menyabotase produksi atau distribusi harus disita dan dijalankan dibawah kontrol buruh.

· Penyitaan di bawah kontrol buruh terhadap monopoli bisnis-bisnis besar yang mengontrol produksi dan distribusi pangan, dimulai dengan POLAR Industries yang terlibat secara aktif dalam semua plot melawan revolusi selama sepuluh tahun terakhir.

Dewan-dewan buruh sosialis, koperasi-koperasi, dan organisasi-organisasi tani, komune-komune, serta laskar harus mengorganisir Junta Pelayanan Rakyat (Juntas de Abastecimiento Popular) di tiap lingkungan dan tiap paroki. Junta-junta ini harus dihubungkan dan dikoordinasikan dengan kotamadya, negara bagian, dan tingkat nasional melalui delegasi-delegasi yang dipilih secara demokratis dan bisa ditarik serta diganti sewaktu-waktu (recall). Ini akan menjadi basis bagi penyitaan monopoli-monopoli besar, bank-bank, dan estat-estat tanah besar, yang akan memberi jalan pada perencanaan demokratis terhadap ekonomi demi kebutuhan mayoritas masyarakat.

Sesuai kata-kata Ezequiel Zamora, “Apa yang harus diisolir adalah properti kaum kaya, karena dengannya mereka mengobarkan perang melawan rakyat, kita harus membuat mereka tidak punya apa-apa kecuali baju yang melekat di kulit mereka.”

Bukan pakta dan bukan kompromi terhadap kaum kapitalis. Semua kekuasaan untuk kelas buruh. Sita oligarki!

*ditulis oleh Lucha de Classes. Dimuat pertama kali pada Selasa, 12 November 2013 di marxist.com dan diterjemahkan serta dipublikasikan kembali dalam bahasa Indonesia via Bumi Rakyat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

MENA Solidarity Network

Solidarity with Workers in the Middle East

Indonesian Peoples' Alliance (IPA)

Movement for Peoples Sovereignty and Trade to Serve the Peoples!

Maruti Suzuki Workers Union

Inquilab Zindabad! Mazdoor Ekta Zindabad!

wonosobo bergerak

Pijar Harapan untuk Rakyat

WONOSOBO BERGERAK

Pijar Harapan untuk Rakyat

SEKBER

sekolah bersama

Jurnal Ari

Coretan iseng pengelana

Insatiable Booksluts

Voracious readers tell you if that book is going to suck.

Ughytov's Blog

Just another WordPress.com site

Shiraz Socialist

Because there have to be some lefties with a social life

LKIP

Lembar Kebudayaan IndoPROGRESS

Partai Rakyat Pekerja Komite Kota Makassar

SOSIALISME, Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja. SOSIALISME, Solusi Bagi Krisis Kapitalisme

boemipoetra

In A Time Of Universal Deceit, Telling The Truth Is A Revolutionary Act

Berita Buruh Indonesia

sebagai SEKOLAH PERANG, SERIKAT BURUH TIDAK terkalahkan

Working Indonesia

A Blog Covering Labor Activism in Indonesia

ARTIKEL BURUH

buruhberjuang.wordpress.com

Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung

SATU dan BERSATU oleh PERS & karena MAHASISWA

Home

One voice, unify power, unify actions for workers rights

%d blogger menyukai ini: