(Rumusan) Perspektif 2014 Gerakan Mahasiswa

Rumusan Perspektif 2014 Gerakan Mahasiswa

Dokumen berikut diajukan dan dibahas untuk diamandemen dan divoting dalam konferensi pendirian Marxist Student Federation atau Federasi Mahasiswa Marxis yang digelar di London, Inggris, pada Sabtu 15 Februari 2014. Dokumen perspektif ini telah disalurkan ke lingkaran-lingkaran Marxis yang akan mendiskusikannya selama pekan-pekan mendatang.

Rumusan Perspektif 2014 Gerakan Mahasiswa
Federasi Mahasiswa Marxis

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Krisis Global

01.    Kita kini berada di tahun kelima krisis kapitalis global semenjak tahun 2008, saat bank-bank digelontor dana talangan (bail out) dengan menggunakan uang rakyat, maka pemerintah di seluruh dunia mengadopsi program-program pengetatan anggaran. Satu-satunya pilihan bagi kaum borjuasi internasional adalah menjaga kapitalisme tetap mengambang dengan cara mendapatkan kembali uang yang digunakan untuk dana talagan melalui pemotongan-pemotongan terhadap perbelanjaan publik.

02.    Penalangan demikian dibutuhkan akibat adanya krisis overproduksi dalam ekonomi global—suatu fenomena kontradiksi yang tak terhindarkan dalam kapitalisme. Krisis ini terus melumpuhkan pertumbuhan ekonomi dimanapun dan berakibat dalam pengurangan lapangan pekerjaan, upah, dan kondisi-kondisi dalam semua sektor ekonomi dalam upayanya untuk menghancurkan kapasistas ekses dalam sistem. Metode-metode demikian tidak menguraikan kontradiksi-kontradiksi penyebab krisis sebaliknya malah memperburuk kontradiksi-kontradiksi yang akan berujung pada krisis yang lebih parah lagi di masa depan.

03.    Semua upaya oleh borjuasi untuk membendung krisis ekonomi telah menimbulkan krisis sosial dramatis di seluruh dunia. Selama tahun lalu kita telah menyaksikan gerakan-gerakan besar di Turki, Mesir, dan Brazil. Seluruh penjuru Eropa, dari Portugal ke Bulgaria, terdapat jutaan massa di jalanan. Bangladesh, Afrika Selatan, dan Korea Selatan juga mengalami pergolakan.

04.    Timing atau momentum gerakan-gerakan demikian bukanlah kebetulan. Kaum borjuasi hanya bisa menghidupkan kembali kapitalisme dengan cara merampas capaian-capaian yang sebelumnya dimenangkan kelas buruh di masa lalu, seperti layanan-layanan publik dan kondisi-kondisi kerja. Karena itu perjuangan kelas semakit menguat selama lima tahun belakangan dan buruh semakin sadar bahwa tidak ada masa depan yang bisa ditawarkan kapitalisme.

Krisis di Inggris
05.    Meskipun ada perbincangan pemulihan krisis, proses ini telah dimulai di Inggris. Suatu pemulihan dalam industri spekulasi finansial yang tidak diiringi dengan pemulihan apapun di sektor ekonomi lainnya. Laba dan keuntungan tengah tumbuh namun upah tetap berada 8% di bawah tingkatan pra-krisis. Pengangguran dan penggunaan sistem kerja kontrak dan outsourcing semakin meroket.

06.    Kita juga mengalami serangan-serangan tak tertandingi terhadap NHS, bonus pembayaran, pensiun, dan layanan-layanan publik lainnya yang sudah berada di bawah tekanan akibat kelemahan ekonomi. Lebih dari sejuta orang kini menggantungkan hidupnya pada dapur-dapur umum yang dibuka tiga kali seminggu. Ini semua terjadi saat pemotongan masih berjalan sepertiganya sejauh ini—artinya keadaan masih akan semakin memburuk.

07.    Akibatnya semakin banyak gerakan protes dan aksi industrial. Tahun 2013 telah menyaksikan berbagai pemogokan yang diserukan oleh FBU; aksi gabungan antara NUT dan NASWUT; aksi gabungan antara UCU, Unison, dan Unite. Serikat GMB telah menuntut agar TUC menentukan hari untuk pemogokan umum selama satu hari, saat TUC sudah memutuskan mempertimbangkan praktikalitas pemogokan umum Inggris.

08.    Meskipun kurang konkret, namun komentar-komentar yang dilontarkan oleh Russel Brand beberapa bulan lalu yang menyerukan revolusi terbukti sangatlah populer dan menemukan gemanya di berjuta massa rakyat. Tokoh-tokoh publik seperti aktor Antonio Banderas dan Donald Sutherland juga melontarkan komentar-komentar serupa yang menuai berbagai reaksi yang sama positifnya. Kita tengah menyaksikan suatu proses yang tengah berkembang dalam semakin terpuruknya kondisi hidup yang menyebabkan peningkatan kesadaran revolusioner.

Perjuangan Pemuda Internasional
09.    Sering dikatakan bahwa pemuda merupakan barometer peka perjuangan kelas—itulah yang terjadi pada gerakan mahasiswa di Inggris pada tahun 2010. Bahkan belakangan pemuda memainkan peran inti dalam perjuangan-perjuangan di seluruh penjuru dunia.

10.    Perjuangan-perjuangan pemuda ini berkobar paling besar dan paling efektif saat bersatu dengan gerakan kelas buruh yang lebih luas. Para pimpinan mahasiswa di Chile memngeluarkan seruan pemogokan umum bersama serikat buruh-serikat buruh. Sedangkan di Spanyol suatu pemogokan sekolah telah menyatukan siswa, guru, dan orang tua serta mendorong jutaan rakyat turun ke jalan. Seiring dengan berlanjutnya krisis, lapisan-lapisan lebih luas dari kelas buruh akan semakin tertanamkan kesadaran kelasnya dan terdorong masuk ke dalam perjuangan kelas secara sadar dan pemuda akan memainkan peran dalam mendukungnya.

Pemuda di Inggris
11.    Kaum Pemuda di Inggris, khususnya gerakan pelajar-mahasiswa telah dikalahkan semenjak tahun 2010. Hal ini akibat kekalahan perjuangan menolak kenaikan biaya pendidikan dan lemahnya kepemimpinan NUS. Bagaimanapun juga, serangan-serangan pengetatan anggaran terhadap pelajar-mahasiswa dan pemuda belumlah berhenti serta kondisi-kondisi yang memicu gerakan 2010 masih ada bahkan terus mendorong kaum muda untuk menarik kesimpulan-kesimpulan revolusioner.

12.    Pengangguran di kalangan Pemuda di Inggris terus melambung di angka sekitar satu juta jiwa dan merupakan faktor yang turut menyebabkan ketidakmampuan membayar hutang dan mempertahankan hajat hidup layak. Tingginya angka lulusan yang menganggur berarti bahwa kita adalah generasi yang menderita pengangguran terpelajar paling parah dalam sejarah.

13.    Menurut laporan terkini oleh Prince’s Trust, sebanyak tiga perempat juta pemuda merasa tidak punya apa-apa untuk hidup dan chief executive-nya telah merekomendasikan agar pengangguran pemuda dianggap sebagai masalah kesehatan publik yang besar. Dampak pengangguran pemuda adalah bukti paling mencolok bahwasanya saat ini pemuda menghadapi memburuknya hajat hidup dengan lebih berat daripada orang tua mereka.

14.    Pengangguran pemuda dan kerja di bawah kelayakan telah memaksa jutaan pemuda bergantu pada tunjangan pengangguran yang pada saat ini juga hendak disunat oleh pengetatan anggaran pemerintah. George Osborne telah mengumumkan bahwa pemerintah berusaha memotong 25 milyar poundsterling setelah pemilihan umum berikutnya. Jumlah ini akan diraih dengan memotong tunjangan-tunjangan bagi orang-orang yang dibawah umur 25 tahun. Kurang ajarnya, kepemimpinan Partai Buruh juga melompat ke perahu yang sama ini untuk turut menyerang tunjangan-tunjangan bagi kaum pemuda.

15.    Serangan-serangan terhadap upah dan pensiuan, ditambah dengan pelambatan usia pensiun berarti bahwa kalaupun mereka kini bisa menemukan pekerjaan, pemuda saat ini akan dipaksa bekerja dengan upah yang lebih sedikit namun bekerja lebih lama sebelum mereka pensiun dengan kondisi yang lebih buruk dibandingkan kondisi orang tua dan kakek-nenek mereka.

Serangan terhadap Mahasiswa
16.    Semenjak meningkatnya biaya pendidikan pada tahun 2010 menjadi sembilan ribu poundsterling, percepatan komersialisasi pendidikan dan penyerahan pendidikan ke pasar kini semakin tampak jelas. Universitas-universitas semakin memacu pencarian keuntungan yang berdampak pada penutupan kursus-kursus dan dalam beberapa kasus juga berdampak pada penutupan fakultas. Sebagaimana yang terjadi di Leeds, kursus-kursus Perawatan Kesehatan ditutup karena dianggap gagal mendatangkan keuntungan, tidak peduli meskipun terdapat kepuasan mahasiswa terhadap kursus tersebut, tidak peduli persentase kelulusannya yang mendapatkan kerja sebanyak 100%, dan tidak peduli bahwa terdapat kebutuhan mendesak atas tenaga-tenaga perawatan kesehatan profesional.

17.    Selain menyebabkan ketertindasan terhadap pemuda-mahasiswa, hal ini juga menyebabkan penindasan terhadap pekerja dimana kondisi-kondisi kerja pekerja universitas semakin diperburuk. Banyak diantaranya mengalami pemotongan upah sebanyak 13% selama lima tahun terakhir. Bahkan sejumlah universitas menerapkan sistem kerja kontrak dimana para pekerjanya dibayar dibawah kebutuhan hidup layak. Padahal di sisi lain, gaji rata-rata wakil rektor berjumlah sekitar £ 300.000. Jelas bahwa kondisi kerja karyawan kampus juga berdampak terhadap mahasiswa. Baik serangan terhadap mahasiswa maupun karyawan kampus disebabkan oleh hal yang sama—krisis kapitalisme.

18.    Tahun ini juga menandai pemerintah menjual hutang mahasiswa kepada perusahaan-perusahaan hutang swasta. Ini adalah gejala awal permasalahan-permasalahan yang akan dihadapi oleh pemerintah selanjutnya yang tidak mampu menarik hutang besar yang dibebankan pada mahasiswa yang akan berujung pada krisis yang semakin dalam di sektor finansial publik. Hal ini juga berarti ketidakamanan bagi jutaan pelajar-mahasiswa yang menghadapi resiko diteror oleh bisnis-bisnis swasta yang menagih hutang dengan menghalalkan segala cara.

19.    Permasalahan dengan hutang-hutang mahasiswa tidak berhenti disana karena hutang-hutang mahasiswa yang dikelola dengan teramat buruk telah dipatok batas maksimumnya dan belum ditingkatkan lebih dari 1% per tahun sejak tahun 2009, terlepas inflasi 3% dengan harga barang-barang kebutuhan pokok seperti makanan dan bahan bakar telah meningkat jauh lebih pesat. Dihadapkan dengan menyusutnya keuangan dan ketidakmampuan untuk menemukan pekerjaan, mahasiswa merasakan semakin digencet karena biaya hidup semakin meroket, khususnya biaya untuk menyewa tempat tinggal.

20.    Siswa-siswa sekolah juga menghadapi situasi yang semakin sulit. Menyusul penghapusan Tunjangan Pengelolaan Pendidikan di tahun 2010, kini siswa-siswa sekolah menghadapi kenyataan bahwa sekolah-sekolah mereka akan diserahkan pada organisasi-organisasi swasta sehingga sekolah mereka akan dijalankan diluar kontrol dewan-dewan lokal. Ini adalah langkah pertama menuju privatisasi sekolah-sekolah dan langkah-langkah pemotongan biaya yang akan datang telah menampakkan diri. Akan semakin banyak hal seperti ini ke depannya dan para guru serta siswa yang akan menanggungnya.

Pelajar-Mahasiswa Melawan Balik
21.    Serangan-serangan terhadap pemuda dan pelajar mahasiswa sebelumnya diabaikan dan tidak diperhatikan namun tahun ini telah memicu gerakan mahasiswa yang bangkit dan menentangnya. Mereka seringkali secara efektif menghubungkan diri dengan pekerja di kampus dan sekolah untuk mengampanyekan tuntutan-tuntutan mereka.

22.    Kampanye upah layak telah berjalan aktif di sejumlah universitas dan dalam beberapa kasus telah mencapai kemenangan. Mosi-mosi mendukung karyawan yang memperjuangkan upah layak telah diajukan di serikat-serikat mahasiswa dan kehadiran mahasiswa dalam demonstrasi-demonstrasi sangatlah kuat. Kita harus terus mendukung gerakan untuk upah layak bagi karyawan pendidikan. Bagaimanapun juga di tempat-tempat dimana tuntutan-tuntutan tersebut telah dikabulkan tidak akan ada jaminan hal itu akan bertahan selama krisis masih berlangsung. Kita harus menunjukkan bahwa untuk menjamin upah layak dan kondisi kerja layak untuk para pekerja, maka seharusnya para karyawan dan mahasiswa, lah, yang menjalankan universitas bukan para pejabat kampus yang kepentingannya adalah mengeruk keuntungan.

23.    Kampanye 3 Cosas di Universitas London telah meraih kemenangan bagi para buruh kebersihan yang berkampanye untuk upah layak dan kondisi kerja layak. Kampanye itu merupakan suatu kampanye militan yang menyatukan buruh dan mahasiswa dalam suatu perjuangan yang tegauh dalam melawan balik kondisi-kondisi yang dipaksakan pada mereka oleh universitas. Ini membuktikan bahwa perjuangan militan bisa menghasilkan. Kampanye ini jadi inspirasi bagi para karyawan dan mahasiswa di kampus lain untuk mengadopsi tuntutan-tuntutan yang tegas dan aksi-aksi yang serius.

24.    Contoh lain terkini dari solidaritas buruh-mahasiswa adalah mogok bersama di musim gugur 2013 yang mana buruh-buruh dari UCU, Unison, dan Unite, semua ikut aksi terkait isu upah. Perkumpulan-perkumpulan Marxis memainkan suatu peran kunci dalam mendukung karyawan-karyawan universitas dimana kami hadir mengajukan mosi-mosi di berbagai perkumpulan dan serikat-serikat mahasiswa, mengumpulkan dana, dan mengorganisir dukungan dari mahasiswa-mahasiswa di garis-garis piket. Kita harus terus beragitasi di antara mahasiswa untuk mendukung pemogokan-pemogokan di masa depan dan terus membangun jaringan-jaringan dengan serikat-serikat ini.

25.    Tahun lalu juga menyaksikan pemogokan-pemogokan oleh para pengajar yang merupakan anggota NUT dan NASWUT terkait isu usia pensiun. Kita harus mengangkat pertanyaan ini dan menghubungkan bahwa siswa-siswa sekolah yang menderita penurunan kualitas pendidikan juga tidak terlepas dari memburuknya konsisi kerja yang diderita oleh para pengajar. Sebagai tambahan, banyak guru merupakan pemuda yang baru lulus dari universitas dan langsung menghadapi serangan masif terhadap hajat hidupnya. Aksi oleh para pengajar merupakan sesuatu yang punya kemungkinan untuk berkembang di masa depan dan disanalah Perkumpulan-Perkumpulan Marxis akan memainkan perannya.

26.    Menjelang akhir periode musim gugur 2013, pendudukan-pendudukan di UCL dan Sussex dengan brutal diserang dan dibubarkan aparat kepolisian sehingga memicu aksi mahasiswa di sejumlah universitas menuntut “Polisi Keluar dari Kampus”. Kami mendukung tujuan-tujuan pendudukan yang asli dalam melawan privatisasi universitas-universitas, namun kami juga bersikap kritis terhadap penggunaan taktik pendudukan oleh kelompok-kelompok aktivis yang tidak menghubungkan diri pada gerakan buruh dan mahasiswa yang lebih luas. Taktik-taktik yang kita gunakan untuk mencapai tujuan-tujuan kita hanya bisa efektif dengan dukungan massa dan itu harus dilakukan dengan membangun kampanye-kampanye secara teguh di antara mahasiswa dan secara aktif membangun hubungan dengan serikat-serikat buruh.

27.    Demonstrasi menuntut “Polisi Keluar dari Kampus” merupakan fenomena nasional, yang meskipun secara luas terkonsentrasi di Landon dan tidak di skala yang sama dengan di tahun 2012. Di SOAS, saat pertemuan serikat mahasiswa darurat digelar dan pemogokan dirancang, ratusan mahasiswa terlibat dalam aksi demonstrasi. Ini merupakan contoh yang menunjukkan bagaimana caranya untuk memanfaatkan secara efektif semangat juang yang ada diantara mahasiswa. Sayangnya hal ini tidak dimanfaatkan hingga potensi sepenuhnya akibat fokus kepada “Polisi Keluar dari Kampus” sehingga tuntutan-tuntutan penting pendudukan semula dipinggirkan dan hanya sedikit hubungan yang dibangun dengan gerakan buruh.

28.    Banyak mahasiswa sadar dan mengalami penindasan terhadap perempuan dalam masyarakat kelas, suatu fenomena melawan penindasan tersebut harus kita terus perjuangkan. Kami memahami bahwa, dalam kapitalisme, kesataraan formal di hadapan hukum tidak akan berujung pada kesetaraan sejati antara laki-laki dan perempuan. Persatuan perjuangan buruh dan mahasiswa, apapun jenis kelaminnya, orientasi seksnya, rasnya, dalam melawan kapitalisme adalah satu-satunya jalan untuk menghapus semua prasangka dan menghapus sebab-sebab penindasan.

Membangun Federasi Mahasiswa Marxis
29.    Para pimpinan NUS takut terhadap kekuatan yang secara tidak sengaja mereka lepaskan dalam suatu aksi di tahun 2010. Mereka tidak melakukan apapun untuk membela mahasiswa dalam melawan serangan-serangan di periode terkini. Akibatnya rasa frustasi kini tengah menyebar bahkan diantara mahasiswa yang lebih maju secara politik sedangkan rasa apati mulai menghinggapi beberapa mahasiswa lainnya.

30.    Gagasan-gagasan aktivis yang ingin mengorganisir alternatif dari NUS tidak mendapatkan tanggapan yang begitu berarti. Hal ini karena meskipun ada kurangnya semangat juang diantara para pimpinan NUS, NUS masih merupakan suatu otoritas dalam gerakan mahasiswa dan karena itu satu-satunya badan yang mampu dalam mengorganisir perjuangan mahasiswa di tingkatan nasional. Karena alasan inilah kita harus punya tujuan untuk memenangkan NUS ke dalam program Marxis sehingga bisa secara efektif membela mahasiswa dan menghubungkan diri dengan gerakan mahasiswa.

31.    Ini adalah peran Perkumpulan-Perkumpulan Marxis—untuk menyebarkan gagasan-gagasan Marxisme diantara para mahasiswa dan megorganisir intervensi-intervensi Marxis dalam politik-politik mahasiswa lokal dan di dalam NUS. Kaum Marxis dari UCL dan Sheffield telah memberikan konfirmasi delegasinya di Konferensi NUS tahun 2014 dan kita harus berjuang untuk menghimpun sebanyak mungkin mahasiswa Marxis untuk dimajukan dalam pemilihan delegasi. Kita juga harus mengajukan mosi-mosi kebijakan-kebijakan sosialis di serikat-serikat mahasiswa lokal untuk diusung ke NUS.

32.    Perkumpulan-Perkumpulan Marxis harus jadi model bagi serikat-serikat mahasiswa dan NUS untuk mengikuti kerja dengan gerakan buruh. Dalam periode musim gugur 2013, kaum mahasiswa Marxis mendukung para pekerja di UCU, Unison, Unite, dan FBU dalam aksi pemogokannya. Seiring dengan semakin tumbuhnya perkumpulan-perkumpulan mereka juga harus mengukuhkan secara tegas hubungan-hubungan dengan para pekerja di kampus pada khususnya dan gerakan buruh yang lebih luas pada umumnya.

33.    Federasi Mahasiswa Marxis adalah satu-satunya organisasi mahasiswa yang menawarkan suatu perspektif alternatif bagi pemuda yang tidak punya masa depan dalam kapitalisme. Kami mendukung dan memperjuangkan revolusi sosialis internasional. Dipandu oleh gagasan-gagasan Marxisme serta dengan secara sabar dan telaten memenangkan mahasiswa ke sosialisme, gagasan-gagasan kami berpotensi jadi kekuatan besar dalam gerakan mahasiswa dan gerakan buruh, baik di Inggris maupun di tingkat internasional.

*diterjemahkan dari “Perspectives for The Student Movement (2014 draft)” sebagaimana yang dimuat dalam marxiststudent.com. Diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan dipublikasikan ulang via Bumi Rakyat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

MENA Solidarity Network

Solidarity with Workers in the Middle East

Indonesian Peoples' Alliance (IPA)

Movement for Peoples Sovereignty and Trade to Serve the Peoples!

Maruti Suzuki Workers Union

Inquilab Zindabad! Mazdoor Ekta Zindabad!

wonosobo bergerak

Pijar Harapan untuk Rakyat

WONOSOBO BERGERAK

Pijar Harapan untuk Rakyat

SEKBER

sekolah bersama

Jurnal Ari

Coretan iseng pengelana

Insatiable Booksluts

Voracious readers tell you if that book is going to suck.

Ughytov's Blog

Just another WordPress.com site

Shiraz Socialist

Because there have to be some lefties with a social life

LKIP

Lembar Kebudayaan IndoPROGRESS

Partai Rakyat Pekerja Komite Kota Makassar

SOSIALISME, Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja. SOSIALISME, Solusi Bagi Krisis Kapitalisme

boemipoetra

In A Time Of Universal Deceit, Telling The Truth Is A Revolutionary Act

Berita Buruh Indonesia

sebagai SEKOLAH PERANG, SERIKAT BURUH TIDAK terkalahkan

Working Indonesia

A Blog Covering Labor Activism in Indonesia

ARTIKEL BURUH

buruhberjuang.wordpress.com

Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung

SATU dan BERSATU oleh PERS & karena MAHASISWA

Home

One voice, unify power, unify actions for workers rights

%d blogger menyukai ini: