SPARTAKUS INDONESIA: Gugurnya Marsinah Perempuan Buruh Pejuang Keadilan

SPARTAKUS - Gugurnya Marsinah Perempuan Buruh Pejuang Keadilan

PERNYATAAN SPARTAKUS INDONESIA
tentang Gugurnya Marsinah, Perempuan Buruh Pejuang Keadilan

8 Mei 1993 Marsinah gugur sebagai kusuma proletariat di pangkuan Ibu Pertiwi yang subur namun kurus tak kuasa memberi makan anak-anaknya karena dihisap oleh kapitalisme dan dijarahrayah oleh imperialisme.

Dalam pandangan SPARTAKUS Indonesia, gugurnya Marsinah harus dilihat dalam konteks segitiga penindasan: Militerisme, Patriarki, dan Kapitalisme. Militerisme dan Patriarki berdiri di atas basis formasi sosial/tatanan ekonomi-politik Kapitalisme.

Dalam konteks ini, di satu sisi Marsinah adalah korban, yang dianiaya, dirudapaksa, dan dibunuh oleh sistem penindasan bersegitiga. Bahkan Marsinah dibunuh dua kali dengan tidak tuntasnya proses hukum dan tidak tegaknya keadilan baginya: para pembantainya masih bebas berkeliaran di luar sana.

Di sisi lain, Marsinah adalah martir. Kematian perempuan buruh adalah benih formasi sosial baru yang lebih adil dan manusiawi. Tatanan baru tanpa kapitalisme, patriarki, dan militerisme. Tatanan yang demokratis seutuhnya. Tatanan masyarakat yang demokratis baik secara politik maupun ekonomi. Dengan kata lain, tatanan Masyarakat Sosialis.

Dari kedua sisi, Marsinah adalah perjuang keadilan: keadilan bagi kaum buruh, keadilan bagi rakyat pekerja.

Karena itu, rakyat pekerja tidak hanya harus menuntut gelar pahlawan bagi Marsinah. Lebih dari itu, rakyat pekerja harus menjadikan Marsinah inspirasi sekaligus simbol perlawanan terhadap kapitalisme (dan imperialisme), patriarki, dan militerisme (yang sudah diusir dari pintu luar namun bisa masuk lagi dari pintu belakang), sekaligus perjuangan demi transformasi sosialis atas masyarakat Indonesia. Tegaknya keadilan bagi Marsinah dan pejuang-pejuang buruh dan rakyat pekerja lainnya hanya bisa tergenapi dalam Masyarakat Sosialis.

SPARTAKUS Indonesia berkomitmen pada Sosialisme, anti-kapitalisme (dan imperialisme), anti-patriarki, dan anti-militerisme.

Marsinah telah gugur.
Hidup Marsinah!
Kaum buruh dan segenap rakyat pekerja Indonesia, bersatulah!

Semarang, 8 Mei 2014

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

MENA Solidarity Network

Solidarity with Workers in the Middle East

Indonesian Peoples' Alliance (IPA)

Movement for Peoples Sovereignty and Trade to Serve the Peoples!

Maruti Suzuki Workers Union

Inquilab Zindabad! Mazdoor Ekta Zindabad!

wonosobo bergerak

Pijar Harapan untuk Rakyat

WONOSOBO BERGERAK

Pijar Harapan untuk Rakyat

SEKBER

sekolah bersama

Jurnal Ari

Coretan iseng pengelana

Insatiable Booksluts

Voracious readers tell you if that book is going to suck.

Ughytov's Blog

Just another WordPress.com site

Shiraz Socialist

Because there have to be some lefties with a social life

LKIP

Lembar Kebudayaan IndoPROGRESS

Partai Rakyat Pekerja Komite Kota Makassar

SOSIALISME, Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja. SOSIALISME, Solusi Bagi Krisis Kapitalisme

boemipoetra

In A Time Of Universal Deceit, Telling The Truth Is A Revolutionary Act

Berita Buruh Indonesia

sebagai SEKOLAH PERANG, SERIKAT BURUH TIDAK terkalahkan

Working Indonesia

A Blog Covering Labor Activism in Indonesia

ARTIKEL BURUH

buruhberjuang.wordpress.com

Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung

SATU dan BERSATU oleh PERS & karena MAHASISWA

Home

One voice, unify power, unify actions for workers rights

%d blogger menyukai ini: