Dari Mahabharata sampai Jalan Lain ke Venezuela

Dari Mahabharata sampai Jalan Lain Ke Venezuela

Dari Mahabharata sampai Jalan Lain ke Venezuela*

I

Mahabharata

Dari Yudhistira sampai Duryadana

Dari Pandawa sampai Kurawa

Semua tentang perebutan kuasa diantara kelas penguas

Memang ini romantik reaksioner ceritanya

Kelak kita akan tulis sendiri dengan darah dan tinta

Tentang pembangun peradaban dengan keringat, darah, dan airmata

Kelak kita akan tulis sendiri dengan darah dan tinta

Tentang pemberontakan kaum sudra dan paria

II

Satu kelas, satu masa depan

Satu bangsa dan satu rakyat

Tapi bangsa terbagi ke dalam banyak kelas

Yang berkuasa dan yang dikuasai

Yang menindas dan yang ditindas

Katakan tidak pada perang kecuali perang kelas

Katakan tidak pada kediktatoran kecuali kediktatoran proletariat

Satu kelas, kelas buruh (harus) berkuasa

Satu masa depan, masyarakat tanpa kelas

III

Gerigi

Bergerak dengan kecepatan 300 km/minggu

Sepertiga riwayat pekerja Jakarta habis di jalan raya

Celeng-celeng rakus bukan kepalang

Jadikan puncak kota sebagai sarang

Konsentrasi ekonomi dari

Konsentrasi ekonomi dari

Konsentrasi ekonomi

Aku berangkat

Aku kerja

Aku pulang

Konglomerat menang

Tapi akhir kejayaannya segera menjelang

IV

Api

Bunga api tumbuh dari angkara yang menjalar

Bersiram aksara mengurat akar

Musim perlawanan mekar

Hama-hama akan mati terkapar

Saat api pembebasan berkobar

V

Keniscayaan

Memang langit masih biru

Dan padi sudah menguning

Tapi darah selamanya merah

VI

Keteguhan

Hidup sekuat mungkin

Belajar sebaik mungkin

Peduli sebisa mungkin

Berjuang sekeras mungkin

Mungkin mayat kita jembatani pembebasan

VII

Jalan Lain ke Venezuela

Buruh dan tani disana telah ambil jalan:

Jalan pembebasan dan jalan perjuangan kelas

Kuasai produksi, kuasai pemerintahan,

Meskipun belum setengahnya apalagi sepenuhnya

Individu dan massa

Terbelah jadi dua

Reaksioner atau revolusioner

Tunduk, bangkit, berontak, berjuang, tumbang, terus berulang

Dari Chavez sang panglima sampai Maduro sang sopir bus

Seorang revolusioner telah mati!

Hidup revolusi!

*Pilihan Sajak Retno Saraswati. Dipublikasikan kembali dengan ijin pihak yang bersangkutan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

MENA Solidarity Network

Solidarity with Workers in the Middle East

Indonesian Peoples' Alliance (IPA)

Movement for Peoples Sovereignty and Trade to Serve the Peoples!

Maruti Suzuki Workers Union

Inquilab Zindabad! Mazdoor Ekta Zindabad!

wonosobo bergerak

Pijar Harapan untuk Rakyat

WONOSOBO BERGERAK

Pijar Harapan untuk Rakyat

SEKBER

sekolah bersama

Jurnal Ari

Coretan iseng pengelana

Insatiable Booksluts

Voracious readers tell you if that book is going to suck.

Ughytov's Blog

Just another WordPress.com site

Shiraz Socialist

Because there have to be some lefties with a social life

LKIP

Lembar Kebudayaan IndoPROGRESS

Partai Rakyat Pekerja Komite Kota Makassar

SOSIALISME, Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja. SOSIALISME, Solusi Bagi Krisis Kapitalisme

boemipoetra

In A Time Of Universal Deceit, Telling The Truth Is A Revolutionary Act

Berita Buruh Indonesia

sebagai SEKOLAH PERANG, SERIKAT BURUH TIDAK terkalahkan

Working Indonesia

A Blog Covering Labor Activism in Indonesia

ARTIKEL BURUH

buruhberjuang.wordpress.com

Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung

SATU dan BERSATU oleh PERS & karena MAHASISWA

Home

One voice, unify power, unify actions for workers rights

%d blogger menyukai ini: