Puluhan Ribu Rakyat Inggris Aksi Menentang Pemotongan Anggaran

Puluhan Ribu Rakyat Inggris Aksi Menentang Pemotongan Anggaran

Lebih dari 20.000 orang turun ke jalan menentang pemotongan anggaran di pusat London, Sabtu, 21 Juni 2014 lalu, dalam demonstrasi akbar bertajuk Majelis Rakyat.

Orang-orang yang sedang belanja bertepuk tangan dan bersorak-sorai, mobil dan bus membunyikan klaksonnya sebagai tanda dukungan. Rakyat dari seluruh penjuru Inggris datang untuk menantang Partai Konservatif dalam berbagai isu.

Beverley White dari Majelis Rakyat Cardiff menyatakan bahwa dia turun ke jalan karena “pajak kamar tidur, sanksi keuntungan, dan banyak lainnya”. Beverly, seorang “single mother”, sudah tidak mampu membeli gas selama dua minggu.

Selain itu ada juga para aktivis anti perang, pejuang keadilan dan hak kaum difabel, serta solidaritas internasional yang berpartisipasi menggalang solidaritas dengan para tahanan politik di Mesir.

Kemudian juga banyak buruh yang menyiapkan aksi mogok menuntut upah pada 10 Juli. Para guru dari serikat NUT merupakan kontingen terbesar dari kalangan aktivis serikat buruh.

Sheena Wheatley dari Nottingham mengatakan, “Kami memboyong dua rombongan dari Nottingham, setengahnya adalah para guru. Kami melakukan demonstrasi besar selama pemogokan terakhir, dan kami ingin ada program aksi industrial yang bisa menggulingkan Michael Gove (Sekretaris Negara bidang Pendidikan).

“Kami tak mau ada jeda yang lama antar pemogokan—serangan-serangan pemerintah berlangsung terus-menerus dan karena itu kita harus melawan balik terus-menerus.”

Simon Brettm seorang anggota serikat PCS (Public and Commercial Services atau Serikat Jasa Publik dan Komersil-serikat buruh terbesar keenam di Inggris), mengatakan bahwa para pekerja di Dinas HMRC (Her Majesty’s Revenue and Customs—Pendapatan dan Bea Cukai Kerajaan) di Leeds menyiapkan pemogokan pekan depan dan bisa jadi bagian dari aksi 10 Juli pula.

Simon mengatakan, “Demonstrasi ini membantu membangun gagasan aksi. Bermanfaat khususnya bagi para aktivis baru di serikat yang belum pernah menyaksikan solidaritas macam ini sebelumnya.”

Demonstrasi ini bergerak dari luar markas BBC menuju Alun-alun Parlemen, diiringi dengan orasi dari awal dan akhir serta disusul oleh karnaval musik dan pementasan seni. Para demonstran kompak beseru “huuu” saat melewati 10 Downing Street, rumah dinas perdana menteri David Cameron dari Partai Konservatif—dan bersorak setiap orator menyebut pemogokan mendatang.

Len McCluskey, Sekretaris Jenderal Persatuan Serikat Buruh mengatakan bahwa aksi ini harus “mengirimkan pesan yang dicamkan bagi para pimpinan semua partai bahwa kami tidak mau tinggal diam saat semua yang kami miliki dihancurkan”.

Mandy Brown, sekretaris cabang dari UCU (University and College Union atau Serikat Universitas dan Perguruan Tinggi) bicara tentang mogok total para anggota UCU di kampus Lambeth. Roger Hutt, perawat Unison di Care UK di Doncaster mengatakan bahwa para buruh disana “tidak akan pernah menyerah” setelah voting 85 persen memutuskan meneruskan gugatannya.

Sementara itu Diane Abbott, anggota parlemen dari Partai Buruh, punya pesan untuk Ed Miliband, pimpinan Partai Buruh mengenai bagaimana menyingkirkan rezim Partai Konservatif. Dia berkata, “Kita tidak akan melakukannya dengan berpose dengan kopian-kopian The Sun. Kita tidak akan melakukannya dengan merampas hak-hak rakyat dan pemuda. Dan kita tidak akan melakukannya dengan lebih mengUKIP dari UKIP”. (UK Independence Party atau Partai Kemerdekaan Inggris—baru-baru ini memenangkan pemilu untuk parlemen Eropa).

Para orator lainnya adalah aktivis mogok Bioskop Ritzy, sekretaris jenderal NUT Christine Blower, Jeremy Corbyn—anggota parlemen Partai Buruh,Lutfur Rahman—walikota Tower Hamlets, Lindsey German dari Koalisi Stop Perang, Dot Gibson dari Konvensi Pensiunan Nasional.

Kate Hudson dari CND (Campaign for Nuclear Disarmament—Kampanye untuk Pelucutan Senjata Nuklir) menyatakan bahwa pemotongan anggaran berbanding terbaling dengan suplai setinggi langit terhadap pembiayaan senjata-senjata nuklir.

Hari itu merupakan unjuk gigi tajam dari oposisi terhadap pemotongan anggaran. Aksi itu bisa jadi batu lompatan terhadap lebih banyak lagi perlawanan, dimulai dengan aksi mogok 10 Juli.

Suatu demonstrasi diserukan oleh TUC (Trade Union Congress atau Kongres Serikat Buruh) pada 18 Oktober sebagai suatu kesempatan untuk mengerahkan ribuan lebih banyak orang untuk turun ke jalan, dan bisa jadi akan ada lebih banyak pemogokan yang lebih besar di musim gugur.

Francesca Martinez, seorang Aktor sekaligus aktivis menyeru pada massa, “Sistemnya tidak rusak. Sistemnya bekerja sangat baik untuk menguntungkan para penguasa. Kalau mereka bilang laba itu suci maka persetan dengan laba!”

*diterjemahkan dari “Thousands march against austerity in loud, lively and determined protest” tulisan Socialist Worker Reporters sebagaimana dipublikasikan socialistworker.co.uk. Diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan dipublikasikan kembali via Bumi Rakyat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

MENA Solidarity Network

Solidarity with Workers in the Middle East

Indonesian Peoples' Alliance (IPA)

Movement for Peoples Sovereignty and Trade to Serve the Peoples!

Maruti Suzuki Workers Union

Inquilab Zindabad! Mazdoor Ekta Zindabad!

wonosobo bergerak

Pijar Harapan untuk Rakyat

WONOSOBO BERGERAK

Pijar Harapan untuk Rakyat

SEKBER

sekolah bersama

Jurnal Ari

Coretan iseng pengelana

Insatiable Booksluts

Voracious readers tell you if that book is going to suck.

Ughytov's Blog

Just another WordPress.com site

Shiraz Socialist

Because there have to be some lefties with a social life

LKIP

Lembar Kebudayaan IndoPROGRESS

Partai Rakyat Pekerja Komite Kota Makassar

SOSIALISME, Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja. SOSIALISME, Solusi Bagi Krisis Kapitalisme

boemipoetra

In A Time Of Universal Deceit, Telling The Truth Is A Revolutionary Act

Berita Buruh Indonesia

sebagai SEKOLAH PERANG, SERIKAT BURUH TIDAK terkalahkan

Working Indonesia

A Blog Covering Labor Activism in Indonesia

ARTIKEL BURUH

buruhberjuang.wordpress.com

Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung

SATU dan BERSATU oleh PERS & karena MAHASISWA

Home

One voice, unify power, unify actions for workers rights

%d blogger menyukai ini: