Partai Sosialis Malaya Mengutuk Keputusan Menteri yang Menggusur Kaum Miskin dan Gelandangan dari Kuala Lumpur

Partai Sosialis Malaya Mengutuk Keputusan Menteri yang Menggusur Kaum Miskin dan Gelandangan dari Kuala Lumpur

PSM merasa jijik dengan mentalitas Menteri Wilayah Federal, Tengku Adnan Tengku Mansor, yang memutuskan menggusur secara paksa dapur-dapur sup di Kuala Lumpur (KL) yang selama ini memberi makan kaum miskin dan gelandangan selama bertahun-tahun.

Menteri bersikeras bahwa dapur-dapur sup di KL diberi tenggat waktu sampai hari Senin untuk pindah keluar dari pusat kota kalau mereka tidak mau didenda oleh Balai Kota. Putrajaya demikian ngotot untuk menyapu kaum gelandangan dari kota serta membatasi program-program Organisasi-organisasi non pemerintah (ORNOP) untuk membagikan makanan.

Putrajaya juga mengatakan, “Citra kota saya sangat buruk. Kalau saya tidak melakukan hal macam ini, masyarakat tidak akan didisiplinkan,”.

PSM selalu merasa bahwa citra suatu kota tidak dinilai oleh jumlah pencakar langit yang dimilikinya namun pada sebaik apa kota tersebut memperlakukan komunitas-komunitas termarjinalkan. Tak perlu membanggakan gedung-gedung kaca berteknologi tinggi bila kaum miskin kota ditelantarkan di pemukiman-pemukiman kumuh.

Orang-orang yang hidup di jalanan dan mengemis, telah ditelantarkan oleh masyarakat untuk satu dan berbagai alasan. Mereka ini tidak mampu beradaptasi dengan gaya hidup robotik pekerja upahan dalam sistem ekonomi kapitalis. Hanya karena mereka tidak mampu mencari nafkah di kota bukan berarti mereka bisa diperlakukan seperti sampah. Sangat menyakitkan melihat Menteri-menteri yang seharusnya merupakan pengambil kebijakan nasional malah memiliki pikiran sempit dan kurang belas kasihan.

Memang gampang bagi Menteri untuk mengevaluasi rakyat Malaysia dari kursi empuknya sambil mengklaim bahwa “Kami mau beri mereka pekerjaan tapi mereka tidak mau karena mereka bisa dapat makanan gratis di jalan”. Menteri ini tidak punya gambaran bagaimana kondisi fisik, kesehatan, dan mental mereka. Bisa jadi mereka memiliki penyakit kronis, masalah kesehatan mental (jiwa), bahkan kemungkinan disabilitas, sehingga mereka tidak bisa mendapatkan pekerjaan. Mereka butuh pendampingan dan bukannya disanksi atau dibui.

Inisiatif oleh Dapur Jalanan dan kelompok-kelompok yang membagikan makanan pada kaum miskin justru harus didukung dan bukan malah dicemooh. Mereka telah menjamin bahwa orang-orang ini setidaknya mendapatkan makanan sehat yang layak dan tidak berakhir kelaparan. Bila program berbagi makanan ini dihentikan maka kaum miskin kota dan gelandangan kemungkinan akan berakhir mengasi sisa-sisa makanan di tong-tong sampah dan terjangkit penyakit.

Jabatan Kebajikan Masyarakat (JKM) telah gagal dalam mengentaskan hajat hidup kaum miskin kota. Banyak kaum miskin kota yang menanti pendampingan dari JKM setelah mengajukan berkali-kali. Kaum miskin kota bersusah payah untuk bertahan hidup dengan pendapatan rumah tangga di bawah RM 1,500. Kebanyakan keluarga rumah tangga kaum miskin kota ini berusia tua dan tidak lagi produktif secara ekonomi akan berakhir di jalanan.

Meningkatnya jumlah gelandangan dan pengemis hanyalah mencerminkan kegagalan pemerintah untuk menangani kemiskinan kota secara efektif. Putrajaya mungkin mau menepuk dada dan mengklaim bahwa kemiskinan nasional dalam hal kemiskinan akut telah berkurang dari 6,9 persen di tahun 1984 menjadi 0,2 persen di tahun 2012. Namun kenyataannya semakin banyak rumah tangga tidak mampu membeli rumah akibat harga-harga rumah yang melejit serta meningkatnya biaya hidup akibat meningkatnya harga makanan dan layanan-layanan harian.

Keputusan para Menteri tidak menangani kemiskinan kota namun semata memoles kota agar terlihat ‘baik’ bagi para turis. Alih-alih mengkriminalisasikan kaum miskin kota dan gelandangan, apa yang membuat ‘buruk’ citra kota adalah permasalahan lalu lintas, jalanan yang berlubang, tanah yang berlubang, sarang-sarang perjudian, meningkatnya angka kriminalitas, dan masih banyak lagi.

PSM menguntuk ketidakpekaan para Menteri terhadap kaum miskin kota dan gelandangan serta menuntut secara serius agar pemerintah menghentikan semua tindakan penggusuran terhadap kaum gelandangan serta terhadap pusat-pusat pembagian makanan oleh inisiatif-inisiatif dapur-dapur jalanan di kota.

 

A.Sivarajan

Bendahara Nasional Sosialis Malaya

 

*diterjemahkan dari “PSM CONDEMNS MINISTER’S MOVE TO EVICT THE POOR AND HOMELESS FROM KL” sebagaimana dipublikasikan dalam situs resmi Parti Sosialis Malaya http://partisosialis.org/node/2912. Diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan dipublikasikan ulang via Bumi Rakyat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

MENA Solidarity Network

Solidarity with Workers in the Middle East

Indonesian Peoples' Alliance (IPA)

Movement for Peoples Sovereignty and Trade to Serve the Peoples!

Maruti Suzuki Workers Union

Inquilab Zindabad! Mazdoor Ekta Zindabad!

wonosobo bergerak

Pijar Harapan untuk Rakyat

WONOSOBO BERGERAK

Pijar Harapan untuk Rakyat

SEKBER

sekolah bersama

Jurnal Ari

Coretan iseng pengelana

Insatiable Booksluts

Voracious readers tell you if that book is going to suck.

Ughytov's Blog

Just another WordPress.com site

Shiraz Socialist

Because there have to be some lefties with a social life

LKIP

Lembar Kebudayaan IndoPROGRESS

Partai Rakyat Pekerja Komite Kota Makassar

SOSIALISME, Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja. SOSIALISME, Solusi Bagi Krisis Kapitalisme

boemipoetra

In A Time Of Universal Deceit, Telling The Truth Is A Revolutionary Act

Berita Buruh Indonesia

sebagai SEKOLAH PERANG, SERIKAT BURUH TIDAK terkalahkan

Working Indonesia

A Blog Covering Labor Activism in Indonesia

ARTIKEL BURUH

buruhberjuang.wordpress.com

Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung

SATU dan BERSATU oleh PERS & karena MAHASISWA

Home

One voice, unify power, unify actions for workers rights

%d blogger menyukai ini: