Pernyataan Politik SPARTAKUS Indonesia tentang Pilpres 2014

Pernyataan Politik Spartakus Indonesia tentang Pilpres 2014

Sehubungan dengan Pemilihan Presiden 9 Juli 2014, Serikat Perjuangan Pemuda Kristen untuk Sosialisme (SPARTAKUS) Indonesia menyatakan:

Pertama, sebagai bagian dari rangkaian Pemilihan Umum, Pilpres 2014 adalah ajang persaingan di dalam kelas borjuis nasional Indonesia guna meraih kendali atas Negeri dan Rakyat Indonesia. Dalam persaingan itu, borjuis nasional terbagi dalam dua kubu: kubu Prabowo-Hatta dan kubu Jokowi-Jusuf Kala.

Kedua kubu sama-sama menampilkan diri sebagai penerus Bung Karno, salah seorang proklamator dan presiden pertama Republik Indonesia. Prabowo tampil dengan gaya berpidato yang berapi-api seperti Bung Karno, namun dengan isi konseptual yang sejalan dengan penguasa Orde Baru, diktator Soeharto. Ia menegaskan mutlak perlunya pemimpin yang kuat dan sanggup memakmurkan seluruh rakyat Indonesia. Seperti Soeharto, Prabowo mengusung kapitalisme ala negara kesejahteraan berwajah Leviathan.

Jokowi tampil sederhana dan merakyat, tapi ia menawarkan tafsiran yang bercorak kapitalistik atas salah satu ajaran Bung Karno, Trisakti (Berdaulat politik, Berdikari ekonomi, dan Berkepribadian dalam kebudayaan). Jokowi menekankan pentingnya meningkatkan investasi serta daya saing produk dan sumber daya manusia Indonesia. Ia juga ingin membangun sistem yang memungkinkan kaum miskin terjangkau oleh pelayanan kesehatan dan pendidikan. Sejalan dengan libertarianisme John Stuart Mill, Jokowi mengusung kapitalisme ala negara kesejahteraan berwajah demokrasi protektif.

Jelas, kedua kubu menawarkan varian-varian dari kapitalisme: negara kesejahteraan. Keduanya merupakan tawaran alternatif bagi varian kapitalisme negara neoliberal yang diusung oleh rezim-rezim pasca kejatuhan Soeharto: Habibie, Gus Dur, Megawati, dan SBY. Bedanya, Prabowo ingin membawa Indonesia kembali “ke belakang”, negara kesejahteraan berwajah Leviathan. Sedangkan Jokowi ingin mengajak Indonesia mengikuti jejak negara-negara Eropa Barat yang sangat dipengaruhi oleh faham Demokrasi Sosial (Sosdem). Negara-negara tersebut dikenal memiliki pemerintahan yang stabil, pertumbuhan ekonomi yang tinggi, dan civil society yang kuat. Namun, sebagaimana kita ketahui, di sana “berkat-berkat” Negara Kesejahteraan berwajah Demokrasi Sosial sedang mengalami erosi besar-besaran sejak krisis ekonomi yang masih berlangsung hingga sekarang. Dalam situasi seperti ini, kelas borjuis, lapisan borjuis kecil, dan lumpenproletariat di negara-negara tersebut menjadi lahan yang subur bagi tumbuhmekarnya Fasisme. Bila borjuasi Eropa tidak berhasil mengatasi krisis yang semakin mendalam ini, masyarakat Benua Biru akan diperhadapkan pada pilihan Sosialisme (yang bersendikan demokrasi partisipatoris kelas pekerja) atau Barbarisme (yang berbasiskan fasisme dan perang-perang imperialis yang menyusulnya).

Berkomitmen pada Sosialisme dari Bawah (= demokrasi ekonomi dan demokrasi politik yang dibangun dari, oleh, dan untuk rakyat pekerja), SPARTAKUS Indonesia menyatakan ketidakpercayaan terhadap Pilpres 2014. Artinya, SPARTAKUS Indonesia tidak percaya bahwa Pilpres 2014, yang notabene merupakan kompetisi borjuis, merupakan jalan bagi kelas buruh dan rakyat pekerja pada umumnya untuk menuju Sosialisme. Siapapun pemenang Pilpres 2014, rakyat pekerja tetap harus memperjuangkan Sosialisme dari, oleh, dan untuk mereka sendiri. Mempercayai Pilpres 2014 berarti reformisme. SPARTAKUS Indonesia menolak reformisme dan mengadopsi Aksi Massa. Dengan kata lain, SPARTAKUS Indonesia berpegang teguh pada asas perjuangan revolusioner.

Kedua, dalam beberapa tahun terakhir kita menyaksikan kebangkitan kelas buruh Indonesia. Proletariat Indonesia mulai mengalami transformasi dari “kelas pada dirinya sendiri” (kelas terhisap yang menerima begitu saja kondisi keterhisapannya) menjadi “kelas bagi dirinya sendiri” (kelas yang berkesadaran kelas, bangkit untuk membebaskan diri dari penghisapan, dan mengemban tugas sejarah). Tuntutan mereka tidak lagi sekadar normatif, tetapi politis. Semboyan “Buruh berkuasa rakyat sejahtera” mengungkapkan hal ini.

Namun, di bawah pemimpin-pemimpin reformis di serikat-serikat buruh, kelas buruh terpecah dan dialihkan dari tugas sejarah mereka yang sejati. Para pemimpin reformis mengarahkan buruh untuk mendukung entah Prabowo-Hatta atau Jokowi-JK, yang sesungguhnya wakil-wakil dari borjuasi yang justru menghisap dan menindas mereka.

Akan tetapi kaum buruh akan menyadari tipu daya para pemimpin reformis mereka segera sesudah mereka mendapati diri sebagai pihak yang paling terhisap dan tertindas dalam kancah pasar bebas ASEAN sejak 2015. Kesadaran itu akan melahirkan kekecewaan yang potensi radikalisasi. Bila mereka beroleh pimpinan yang tepat, yang sama sekali terbebas dari reformisme dan oportunisme di satu sisi serta dogmatisme dan sektarianisme lain, maka kelas buruh benar-benar akan menjadi “kelas bagi dirinya sendiri.” Mereka akan menjadi subyek sejarah, yang memainkan peran kepemimpinan dalam transformasi sosialis masyarakat Indonesia.

Kelas buruh dan rakyat pekerja harus memiliki partainya sendiri: Partai Buruh Massa, yang akan menjadi kendaraan dan alat mereka untuk mengakhiri formasi sosial Indonesia yang kapitalistik dan neokolonial dan menggantinya dengan formasi sosial baru yang manusiawi, berkeadilan, dan demokratis seutuhnya: Sosialisme.

Dalam pada itu, hanya partai buruh massa yang sanggup mempersatukan kelas buruh dan rakyat pekerja-lah yang akan mampu menghadapi fasisme (yang akan timbul saat kapitalisme Indonesia mengalami kejatuhan dan menyeret demokrasi liberal Indonesia ke dalam krisis politik).

Berdasarkan itu, SPARTAKUS Indonesia menyerukan dan mendukung didirikannya Partai Buruh Massa berdasarkan ideologi alamiah kelas buruh dan rakyat pekerja.

Ketiga, kita menyadari keberadaan organisasi-organisasi kepemudaan baik yang bercorak sekuler maupun keagamaan. Di antara organisasi-organisasi tersebut, ada yang berwatak progresif, ada pula yang berwatak konservatif. Ada yang berkecenderungan revolusioner, ada juga yang berkecenderungan reaksioner.

SPARTAKUS Indonesia memandang perlu untuk menghubungkan diri dengan organisasi-organisasi kepemudaan tersebut. SPARTAKUS Indonesia siap berdialog. Dalam dialog-dialog tersebut, SPARTAKUS Indonesia bersedia dengan keterbukaan yang kritis mendengarkan masukan-masukan. Dalam dialog-dialog tersebut SPARTAKUS Indonesia akan dengan santun, luwes, dan jelas menyampaikan idea-ideanya yang bersendikan Injil Pembebasan, Masyarakat Demokrasi Baru, dan Sosialisme Ilmiah.

Dari dialog-dialog tersebut, SPARTAKUS Indonesia berharap dapat melakukan kerjasama-kerjasama dengan organisasi-organisasi tersebut, membentuk front pemuda progresif (yang pada gilirannya mendukung berdirinya Partai Buruh Massa), meraih telinga massa pemuda, dan terjun dalam Aksi Massa.

 

Hidup kelas buruh Indonesia!

Hidup rakyat pekerja Indonesia!

Bangun Partai Buruh Massa!

 

Semarang, 11 Juni 2014

*disadur dengan izin dari laman Facebook SPARTAKUS Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

MENA Solidarity Network

Solidarity with Workers in the Middle East

Indonesian Peoples' Alliance (IPA)

Movement for Peoples Sovereignty and Trade to Serve the Peoples!

Maruti Suzuki Workers Union

Inquilab Zindabad! Mazdoor Ekta Zindabad!

wonosobo bergerak

Pijar Harapan untuk Rakyat

WONOSOBO BERGERAK

Pijar Harapan untuk Rakyat

SEKBER

sekolah bersama

Jurnal Ari

Coretan iseng pengelana

Insatiable Booksluts

Voracious readers tell you if that book is going to suck.

Ughytov's Blog

Just another WordPress.com site

Shiraz Socialist

Because there have to be some lefties with a social life

LKIP

Lembar Kebudayaan IndoPROGRESS

Partai Rakyat Pekerja Komite Kota Makassar

SOSIALISME, Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja. SOSIALISME, Solusi Bagi Krisis Kapitalisme

boemipoetra

In A Time Of Universal Deceit, Telling The Truth Is A Revolutionary Act

Berita Buruh Indonesia

sebagai SEKOLAH PERANG, SERIKAT BURUH TIDAK terkalahkan

Working Indonesia

A Blog Covering Labor Activism in Indonesia

ARTIKEL BURUH

buruhberjuang.wordpress.com

Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung

SATU dan BERSATU oleh PERS & karena MAHASISWA

Home

One voice, unify power, unify actions for workers rights

%d blogger menyukai ini: