Ribuan Mahasiswa Australia Tolak Pemotongan Anggaran Pendidikan

Hari Aksi Nasional Mahasiswa Australia 10

Rabu, 20 Agustus 2014, ribuan pemuda mahasiswa di Melbourne, Sydney, Canberra, dan berbagai kota besar di Australia turun ke jalan dalam “National Day of Action” atau Hari Aksi Nasional untuk menentang pemotongan anggaran pendidikan dan kenaikan biaya kuliah yang direncanakan oleh rezim pemerintah Tony Abbott dan Menteri Pendidikan Christopher Pyne.

Semenjak pecahnya krisis kapitalisme global tahun 2008, berbagai pemerintah kapitalis di dunia berusaha mempertahankan sistem ini dengan cara merampas kembali hak-hak publik hasil perjuangan rakyat seperti layanan kesehatan, pendidikan, jaminan pekerjaan, dan sebagainya, termasuk pemerintah Australia. Meskipun Australia tak terhantam krisis kapitalisme sekeras yang dialami Amerika Serikat (AS), Inggris, dan negara-negara kapitalis maju lainnya, namun demi mempertahankan sistem kapitalisme Australia, rezim pemerintah Tony Abbott dari Liberal National Party atau Partai Nasional Liberal (sebagaimana rezim Kevin Rudd dan Julia Gillard lakukan sebelumnya dari Partai Buruh) tidak ragu-ragu untuk menjalankan pemotongan anggaran yang berdampak pada publik, termasuk anggaran pendidikan yang dipotong sebanyak AUS$2,3 milyar atau Rp 25.140.527.373.251,- Selain berdampak pada kenaikan biaya pendidikan, hal ini juga berdampak pada pemecatan banyak pengajar dan pekerja pendidikan seperti staf, pustakawan, dan tenaga keamanan serta kebersihan. Ditambah dengan penerapan sistem kerja kontrak dan outsourcing, penutupan layanan-layanan akademik, penghapusan jurusan-jurusan tertentu, dan sebagainya.

Sarah Garnham, mahasiswa Universitas Monash, mengatakan, “Rezim Abbott berencana mengubah sistem pendidikan tinggi di Australia secara total. Bersama Menteri Pendidikan Christopher Pyne, mereka ingin membuat sistem pendidikan Australia menjadi persis seperti AS: pendidikan sebagai wahana mengeruk laba, tempat bermain anak-anak kaya, dan beban hutang seumur hidup bagi mayoritas mahasiswa. Padahal menurut Black Book Market Research, sebanyak 94 persen lulusan universitas di AS kesulitan menanggung beban hutang pendidikannya. Inilah yang ingin diberikan rezim Abbott kepada mahasiswa dan rakyat Australia nanti melalui jalur parlemen tanggal 26 Agustus.” Secara riil hal ini akan membuat biaya kuliah beberapa jurusan bisa sampai AUS$ 100.000 atau Rp 1.093.066.407,-. Bahkan kontrol pemerintah terhadap batasan biaya kuliah juga hendak dihapuskan dan universitas dipersilahkan memungut biaya sebanyak-banyaknya.

Terhadap hal ini, pemuda mahasiswa di Australia tidak tinggal diam. National Union of Students (NUS) atau Serikat Mahasiswa Nasional, suatu gabungan badan pemerintahan mahasiswa di Indonesia (mirip dengan BEM/DPM di Indonesia) yang sejak konferensi lalunya sudah diambil alih dominasi komposisinya oleh mahasiswa-mahasiswa kiri, menyerukan National Day of Action atau Hari Aksi Nasional pada Rabu 20 Agustus 2014 untuk membangun gelombang perlawanan dari bawah demi menggagalkan pemotongan anggaran. Aksi ini digelar di berbagai kota di seluruh Australia seperti Adelaide dimana 300 mahasiswa mendemo Tony Abbott yang sedang berpidato di Universitas Adelaide, Melbourne dimana lebih dari 1.000 mahasiswa berunjukrasa, serta Sydney dimana sekitar 600 mahasiswa turun ke jalan dan dipimpin Chloe Rafferty, Petugas Divisi Pendidikan dari NUS, mereka membakar boneka Tony Abbott dan Christopher Pyne, “Hari ini mahasiswa di seluruh negeri berdemo untuk menunjukkan pada pemerintah bahwa kami menolak serangan biadab mereka pada dunia pendidikan, pada kesejahteraan pemuda, dan semua agenda pemotongan anggaran mereka.”, ungkapnya. Emma Dok, mahasiswa anggota Socialist Alternative mengatakan, “Pendidikan gratis adalah solusi sejati…dan ini bisa diwujudkan dengan memajak kaum konglomerat, seperti Gina Rinehart dan perusahaan-perusahaan kapitalis dengan lebih tinggi.”

*ditulis Bumi Rakyat dengan sumber-sumber: Red Flag, ABC News, Daily Telegraph, dan SMH.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

MENA Solidarity Network

Solidarity with Workers in the Middle East

Indonesian Peoples' Alliance (IPA)

Movement for Peoples Sovereignty and Trade to Serve the Peoples!

Maruti Suzuki Workers Union

Inquilab Zindabad! Mazdoor Ekta Zindabad!

wonosobo bergerak

Pijar Harapan untuk Rakyat

WONOSOBO BERGERAK

Pijar Harapan untuk Rakyat

SEKBER

sekolah bersama

Jurnal Ari

Coretan iseng pengelana

Insatiable Booksluts

Voracious readers tell you if that book is going to suck.

Ughytov's Blog

Just another WordPress.com site

Shiraz Socialist

Because there have to be some lefties with a social life

LKIP

Lembar Kebudayaan IndoPROGRESS

Partai Rakyat Pekerja Komite Kota Makassar

SOSIALISME, Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja. SOSIALISME, Solusi Bagi Krisis Kapitalisme

boemipoetra

In A Time Of Universal Deceit, Telling The Truth Is A Revolutionary Act

Berita Buruh Indonesia

sebagai SEKOLAH PERANG, SERIKAT BURUH TIDAK terkalahkan

Working Indonesia

A Blog Covering Labor Activism in Indonesia

ARTIKEL BURUH

buruhberjuang.wordpress.com

Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung

SATU dan BERSATU oleh PERS & karena MAHASISWA

Home

One voice, unify power, unify actions for workers rights

%d blogger menyukai ini: