Puluhan Ribu Pelajar Mahasiswa Chile Tuntut Pendidikan Gratis

Puluhan Ribu Pelajar-Mahasiswa Chile Tuntut Pendidikan Gratis

Kamis, 21 Agustus 2014, sekitar 80 ribu pemuda, pelajar, dan mahasiswa Chile serta para pendukungnya di seluruh negeri turun ke jalan menentang legislasi reforma pendidikan Presiden Michelle Bachelet. Aksi ini merupakan demonstrasi ketiga dalam bulan-bulan belakangan menuntut pemerintah agar meningkatkan kualitas pendidikan dan menerapkan pendidikan gratis di semua jenjang. Selama ini para pelajar, mahasiswa, dan pengajar telah berjuang menuntut agar dilibatkan lebih jauh dalam merumuskan kebijakan pemerintah dan proses seleksi di sekolah-sekolah dan universitas-universitas.

Para pelajar, mahasiswa, dan pengajar menuntut dilibatkan dalam semua pembicaraan mengenai reforma karena mereka melihat ada ancaman terjadinya “kesepakatan-kesepakatan di balik pintu tertutup” atau perjanjian-perjanjian yang akan menguntungkan bisnis-bisnis pendidikan. Mahasiswa mengeluh merasa disingkirkan dari semua pembicaraan reforma pendidikan dan menambahkan bahwa prosesnya terlalu lama serta semakin besar kekhawatiran atas terjadinya kongkalikong.

Sebelumnya Presiden Michelle Bachelet berjanji mengadakan reforma-reforma melalui pemerintah kiri-tengahnya untuk mengubah sistem pendidikan yang telah diprivatisasi di Chile dan sudah mengalami kebuntuan sejak turunnya Pinochet. Pendidikan Chile bukan hanya buntu tapi juga kerap dikritik miskin kualitas serta hanya menguntungkan kaum kaya.

Max Ferrer, Presiden Pusat Mahasiswa Mesin Universitas Chile menyatakan, “Kami tidak paham mengapa Presiden (Michelle Bachelet) tidak bisa memprioritaskan dialog substansif dengan gerakan mahasiswa, yang mewakili kepentingan masyarakat dan bukan kepentingan kantong elit.

Sebelumnya, Rabu 20 Agustus 2014, sebanyak 30 mahasiswa menduduki gedung Kementerian Pendidikan di Alameda setelah aparat kepolisian gagal menghalangi mereka. Aksi ini dilakukan setelah sehari sebelumnya Pengadilan Kasasi mengeluarkan peraturan yang melarang pengambilalihan lebih lanjut oleh pemerintah terhadap sekolah-sekolah termasuk sekolah-sekolah yang dulunya diprivatisasi.

Para demonstran memasang plakat yang berbunyi, “mereka tidak mengerti apa-apa, resep perubahan ada di jalan raya.“Para pelajar sekolah menengah dan para mahasiswa yang menduduki kementerian menuding pemerintah tidak punya itikad baik untuk berkomunikasi. Lorenza Soto, Juru Bicara (Jubir) Asamblea Coordinadora de Estudiantes Secundarios (ACES) atau Majelis Koordinasi Pelajar Sekolah Menengah menyatakan bahwa aksi ini merupakan gambaran kekuatan suara gerakan pelajar dan mahasiswa Chile: “Disini kita saksikan bahwa Kementerian tidak menyadari tuntutan-tuntutan historis gerakan pelajar dan mahasiswa.” Perempuan ini menambahkan bahwa sebagai peringatan terhadap pemerintah beberapa sekolah dari Conchali hingga Puente Alto juga telah diduduki massa. “Ini hanyalah sekedar gambaran kekuatan apa yang akan datang karena disini demonstrasi akan terus terjadi khususnya akibat keputusan Majelis Agung terhadap Instituto Nacional, yang menghancurkan demokrasi internal yang dimiliki sekolah-sekolah.“, tekannya.

Aksi ini kemudian dibubarkan melalui pengerahan aparat kepolisian pada tengah hari. Soto menyatakan sebanyak tiga aktivis ditangkap aparat.

Sementara itu terkait aksi 21 Agustus, aparat menghadapi demonstrasi ini dengan mengerahkan truk-truk besar yang menyemprotkan gas air mata ke seluruh penjuru jalanan. Kaum demonstran tidak punya pilihan lain selain berhenti dan mencari perlindungan. “Demonstrasi bersifat damai dan beradab, kami sedang berada di tengah aksi-aksi artistik dan orasi saat tiba-tiba aparat datang dengan ‘water cannon’ dan gas air mata, memaksa demonstran untuk bubar. Dari saat ini akibat intervensi para aparat kepolisian, demonstrasi akhirnya harus berakhir,” ungkap Germán Machuca seorang Pengamat Hak Asasi Manusia dari balik topeng gasnya.

Seorang demonstran menyatakan tidak terkejut dengan ulah aparat dan berkomentar, “Jumlah rakyat yang terlibat aksi mencerminkan ketidaksetujuan yang sangat besar terhadap sistem. Reaksi polisi selalu sama: memancing tindakan kekerasan.”, ungkapnya. Gadis ini menambahkan, “Di TV mereka selalu menunjukkan bahwa kami, pelajar dan mahasiswa, yang menyerang dan agresif namun bukan begitu kenyataannya. Para polisi menyerbu dan merepresi rakyat. Inilah mengapa para demonstran marah.” Kawannya ikut berkomentar, “Bahkan keberadaan polisi yang memenuhi jalanan sudah merupakan sejenis tindak kekerasan. Mereka berdiri disana dengan tank-tank, mobil-mobil lapis baja, dan menekan rakyat. Dimana kita bisa lewat? Dimana kita bisa jalan? Ini adalah represi terus-menerus meskipun kami, para demonstran, tidak melakukan tindak kekerasan. Kami secara damai menggunakan hak kami untuk berdemonstrasi.“, pungkasnya.

Gerakan Mahasiswa Chile selama tahun-tahun terakhir ini mengalami berbagai gelombang pasang surut yang dinamis demi memperjuangkan hak rakyat atas pendidikan gratis dan berkualitas. Bahkan pemerintahan Bachelet yang baru berdiri pasca jatuhnya rezim sebelumnya berhasil didesak gerakan pelajar dan mahasiswa untuk menjanjikan perubahan mendasar terkait sistem pendidikan. Bahkan aktivis mahasiswa seperti Camilla Vallejo juga berhasil menang Pemilu dan membawa agenda perjuangan dalam parlemen. Dengan dijegalnya upaya penggratisan pendidikan dan pengambilalihan pemerintah terhadap institusi-institusi pendidikan khususnya yang diprivatisasi di tangan legislatif borjuis maka gelombang perjuangan kali ini akan mengungkap dengan semakin jelas batas-batas parlementarisme dan semakin nyatanya kebutuhan mendesak atas revolusi sosial.

*dihimpun dan diterjemahkan Bumi Rakyat dari ROAR dan I Love Chile News

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

MENA Solidarity Network

Solidarity with Workers in the Middle East

Indonesian Peoples' Alliance (IPA)

Movement for Peoples Sovereignty and Trade to Serve the Peoples!

Maruti Suzuki Workers Union

Inquilab Zindabad! Mazdoor Ekta Zindabad!

wonosobo bergerak

Pijar Harapan untuk Rakyat

WONOSOBO BERGERAK

Pijar Harapan untuk Rakyat

SEKBER

sekolah bersama

Jurnal Ari

Coretan iseng pengelana

Insatiable Booksluts

Voracious readers tell you if that book is going to suck.

Ughytov's Blog

Just another WordPress.com site

Shiraz Socialist

Because there have to be some lefties with a social life

LKIP

Lembar Kebudayaan IndoPROGRESS

Partai Rakyat Pekerja Komite Kota Makassar

SOSIALISME, Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja. SOSIALISME, Solusi Bagi Krisis Kapitalisme

boemipoetra

In A Time Of Universal Deceit, Telling The Truth Is A Revolutionary Act

Berita Buruh Indonesia

sebagai SEKOLAH PERANG, SERIKAT BURUH TIDAK terkalahkan

Working Indonesia

A Blog Covering Labor Activism in Indonesia

ARTIKEL BURUH

buruhberjuang.wordpress.com

Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung

SATU dan BERSATU oleh PERS & karena MAHASISWA

Home

One voice, unify power, unify actions for workers rights

%d blogger menyukai ini: