Sifat-Sifat Dasar Kapitalisme

Sifat-sifat dasar kapitalisme

Sekali lagi kita perlu memahami bahwa secara ringkas kapitalisme adalah sistem dimana minoritas penguasa modal (kapital) memonopoli alat-alat produksi (pabrik, tambang, mall, bank, dan seterusnya), mengeksploitasi kelas buruh, serta beroperasi dengan dorongan proses akumulasi kapital tanpa henti. Pertentangan pokok dalam sistem ekonomi kapitalisme dengan demikian bukanlah pertentangan antara perusahaan negeri (semacam BUMN) dengan perusahaan-perusahaan swasta. Pemikiran-pemikiran Marxisme menyumbangkan peranan penting dalam hal analisis terhadap kapitalisme disini. Karl Marx sendiri misalnya sama sekali tidak menganggap bahwa kepemilikan alat-alat produksi oleh individu swasta merupakan masalah utama kapitalisme. Apa yang ditentang Marx adalah monopoli kontrol terhadap alat-alat produksi oleh kaum elit minoritas—dalam berbagai bentuk—untuk mengeksploitasi mayoritas rakyat pekerja. Eksploitasi demikian bisa berbentuk hubungan sosial di tempat kerja dimana buruh-buruh yang tidak memiliki perangkat produksi, dan tidak memiliki komoditas untuk dijual sehingga mereka harus menjual tenaga kerjanya untuk gaji (wage labour system). Ini berarti mereka tidak memiliki kontrol dari hasil kerjanya. Dalam sebuah sistem ekonomi seperti ini, tidak ada kemungkinan untuk merencanakan perekonomian demi kepentingan masyarakat luas.

Sebaliknya, setiap kapitalis didorong oleh kompetisi untuk membangun usaha dengan saling menjatuhkan pesaingnya, saling mengorbankan pihak lain yang dianggap penghalang bisnisnya, serta berorientasi menumpuk keuntungan bukan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Persis yang dikatakan Marx, ‘Akumulasi! Akumulasi! itu adalah nabi-nabi baginya’. Ini berarti yang kuat modalnya atau kapitalnya memakan yang lemah kapitalnya, khususnya mereka yang tidak punya kapital (dan alat produksi) sehingga hidupnya harus bergantung pada menjual tenaga kerja pada kapitalis. Inilah yang mengakibatkan eksploitasi dan alienasi pada kelas buruh serta mengarahnya kapitalisme pada krisis ekonomi.

Mengapa krisis ekonomi merupakan hal yang mendasar dan tak terpisahkan dari kapitalisme? Ini semua terkait dengan “Hukum Kecenderungan Jatuhnya Tingkat Keuntungan” yang dicetuskan Marx dan berkombinasi dengan berbagai tendensi lainnya yang bisa memperlambat atau mempercepat dampaknya. Menurut teori ini adalah krisis ekonomi kapitalisme bukan bersifat wajar atau kecelakaan melainkan muncul akibat elemen-elemen sistemik kapitalisme akibat corak produksi dan tatanan sosial dasarnya. Dalam Kapital jilid 3, Marx mengatakan, “Penghalang sesungguhnya dari produksi kapitalis adalah kapital itu sendiri.” Lebih detil, Marx menjabarkan bahwa faktor-faktor sistemik meliputi:

Pertama, pemerasan laba skala penuh terhadap tenaga kerja. Akumulasi kapital bisa mendorong kekuatan buruh untuk menuntut kenaikan upah. Namun bila upah dianggap naik “terlalu tinggi” maka bisa melukai tingkat keuntungan dan mengakibatkan resesi.

Kedua, kecenderungan jatuhnya tingkat Laba. Akumulasi kapital, kemajuan umum teknik-teknik dan skala produksi, serta tren oligoli secara terus-menerus oleh para kapitalis pemenang kompetisi pasar, semuanya melibatkan kecenderungan umum atas derajat intensitas kapital, yaitu “komposisi organik kapital” produksi untuk naik. Sedangkan hal-hal lainnya tidak naik atau konstan, ini mengantarkan pada jatuhnya tingkat laba yang akan memperlambat akumulasi.

Ketiga, overproduksi. Bilamana kaum kapitalis memenangkan perjuangan kelas dengan menjatuhkan tingkat upah dan menaikkan kerja buruh, sehingga meningkatkan tingkat nilai lebih, maka ekonomi kapitalis menghadapi permasalahan reguler berupa kelebihan suplai produksi bertemu tidak mencukupinya jumlah permintaan.

Hal inilah yang dari waktu ke waktu akan mendatangkan krisis kapitalisme. Kapitalisme berjalan dalam “cycle of boom and bust” atau siklus booming dan krisis. Sehingga tidak mengherankan kalau membaca sejarah kapitalisme, kita selalu menyaksikan periode kemakmuran ekonomi selalu diiringi dengan krisis di kemudian hari.

Solusi mendasar bagi permasalahan ini bukan terletak dalam memperbaiki atau mereformasi sistem kapitalisme. Karena permasalahan ini bersifat mendasar dan tak terpisahkan dari kapitalisme maka solusinya adalah menggulingkan kapitalisme itu sendiri. Siapakah yang menggulingkannya? Tiada lain adalah kelas buruh, yang akibat hubungannya terhadap corak produksi kapitalisme mengalami penindasan dan penghisapan secara langsung serta di sisi lain juga memiliki kekuatan untuk menjadi tenaga pendorong revolusi sosialis dimana kemudian kelas buruh sendiri yang kemudian akan mengontrol produksi secara demokratis, dan melakukan kerja produksi untuk memenuhi kebutuhan manusia, bukan untuk berkompetisi dan menumpuk laba. Ini berarti kelas buruh harus merebut kekuasaan dengan memimpin aliansi rakyat tertindas dan mendirikan negara buruh. Kontrol buruh terhadap produksi yang tak terpisahkan dengan kontrol buruh secara demokratis terhadap negara bisa diterapkan di suatu negara namun tidak bisa bertahan kalau mengisolasi dirinya. Karena tekanan kompetisi berlangsung secara internasional maka revolusi buruh juga harus menyebar ke skala internasional. Dengan kata lain sosialisme harus berskala internasional.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

MENA Solidarity Network

Solidarity with Workers in the Middle East

Indonesian Peoples' Alliance (IPA)

Movement for Peoples Sovereignty and Trade to Serve the Peoples!

Maruti Suzuki Workers Union

Inquilab Zindabad! Mazdoor Ekta Zindabad!

wonosobo bergerak

Pijar Harapan untuk Rakyat

WONOSOBO BERGERAK

Pijar Harapan untuk Rakyat

SEKBER

sekolah bersama

Jurnal Ari

Coretan iseng pengelana

Insatiable Booksluts

Voracious readers tell you if that book is going to suck.

Ughytov's Blog

Just another WordPress.com site

Shiraz Socialist

Because there have to be some lefties with a social life

LKIP

Lembar Kebudayaan IndoPROGRESS

Partai Rakyat Pekerja Komite Kota Makassar

SOSIALISME, Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja. SOSIALISME, Solusi Bagi Krisis Kapitalisme

boemipoetra

In A Time Of Universal Deceit, Telling The Truth Is A Revolutionary Act

Berita Buruh Indonesia

sebagai SEKOLAH PERANG, SERIKAT BURUH TIDAK terkalahkan

Working Indonesia

A Blog Covering Labor Activism in Indonesia

ARTIKEL BURUH

buruhberjuang.wordpress.com

Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung

SATU dan BERSATU oleh PERS & karena MAHASISWA

Home

One voice, unify power, unify actions for workers rights

%d blogger menyukai ini: