Provokasi Majikan Penyebab Kerusuhan yang Sebenarnya

PSM - Provokasi Majikan Penyebab Kerusuhan

Pernyataan Sikap Partai Sosialis Malaysia

PRESS STATEMENT : 28 AUGUST 2014

Partai Sosialis Malaysia (PSM) mengutuk perlakuan barbar terhadap para buruh migran oleh perusahaan listrik JCY HDD Technology di Kulaijaya, Johor, dan menuntut pemerintah untuk segera memulai penyelidikan terhadap tewasnya buruh Nepal di pabrik Tebrau JCY.

Gagasan Manajemen dalam menghukum 20 buruh—memaksa mereka main bola voli dengan sebongkah batu, dan melempari batu ke organ-organ tubuh pribadi para buruh—telah memicu protes-protes marah dari para buruh. Ini memperlihatkan impunitas yang dinikmati para majikan.

Provokasi ekstrim ini bagaikan taburan garam ke luka para buruh yang masih berduka atas kematian rekan kerja mereka yang seharusnya selamat asalkan mendapatkan perhatian medis.

Selama masa kerjanya di JCY HDD Technology, para buruh mengeluhkan dan menanggung pelecehan serta pemiskinan—upah rendah, hidup berdesak-desakan dimana 45 buruh ditempatkan dalam satu ruko, dipukuli kalau membuat kekeliruan, dan dipaksa berjalan satu jam ke tempat kerja.

Sayangnya tidak mengherankan kalau malah 44 buruh yang justru ditahan. Sementara tidak satu pun pejabat manajemen yang ditangkap padahal jelas-jelas mereka telah memprovokasi protes buruh. Siapa korban sebenarnya?

Insiden tegangan antara para majikan dan buruh migran terkini yang meletus ini bukanlah hal yang pertama kalinya dan tak akan jadi yang terakhir kalinya. Semua ini akibat para majikan tidak memperlakukan buruh sebagai produsen dan memberikan penghormatan yang layak. Para buruh migran akibat kerentannya menderita semakin parah—mereka sering dijadikan bulan-bulanan, dipermalukan, dan dilecehkan seperti budak modern.

Kalau pemerintah ngotot terus melanjutkan kebijakannya mendapatkan buruh migran murah untuk menarik para investor maka pemerintah harus menjamin agar hak-hak buruh dan hak-hak asasi manusianya dilindungi. Pemerintah harus berhenti melindungi para majikan yang nakal.

PSM Menuntut:

  1. Segera bebaskan seluruh buruh yang ditawan
  2. Investigasi segera atas kematian kontroversial buruh Nepal di pabrik Tebrau JCY HDD Technology
  3. Tindak pelecehan fisik kriminal manajemen terhadap para buruh di pabrik Kulaijaya
  4. Kantor perburuhan harus merespon dan menyikapi semua keluhan para buruh

 

Dirilis oleh

Rani Rasiah

Petugas PSM Bagian Buruh Migran

 

019-5638464

*diterjemahkan Bumi Rakyat dari akun resmi PSM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

MENA Solidarity Network

Solidarity with Workers in the Middle East

Indonesian Peoples' Alliance (IPA)

Movement for Peoples Sovereignty and Trade to Serve the Peoples!

Maruti Suzuki Workers Union

Inquilab Zindabad! Mazdoor Ekta Zindabad!

wonosobo bergerak

Pijar Harapan untuk Rakyat

WONOSOBO BERGERAK

Pijar Harapan untuk Rakyat

SEKBER

sekolah bersama

Jurnal Ari

Coretan iseng pengelana

Insatiable Booksluts

Voracious readers tell you if that book is going to suck.

Ughytov's Blog

Just another WordPress.com site

Shiraz Socialist

Because there have to be some lefties with a social life

LKIP

Lembar Kebudayaan IndoPROGRESS

Partai Rakyat Pekerja Komite Kota Makassar

SOSIALISME, Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja. SOSIALISME, Solusi Bagi Krisis Kapitalisme

boemipoetra

In A Time Of Universal Deceit, Telling The Truth Is A Revolutionary Act

Berita Buruh Indonesia

sebagai SEKOLAH PERANG, SERIKAT BURUH TIDAK terkalahkan

Working Indonesia

A Blog Covering Labor Activism in Indonesia

ARTIKEL BURUH

buruhberjuang.wordpress.com

Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung

SATU dan BERSATU oleh PERS & karena MAHASISWA

Home

One voice, unify power, unify actions for workers rights

%d blogger menyukai ini: