Logika Imperialis

Presidents

Banyak orang Amerika ketakutan melihat kekejian yang dilakukan oleh gerombolan ISIS. Namun intervensi Imperialis yang justru mengakibatkan malapetaka ini bukanlah solusi sama sekali. Tidak ada jalan keluar jangka pendek. Hanya revolusi sosialis yang bisa mengubah kawasan dan dunia.

Invasi AS ke Irak pada tahun 2003 merupakan petualangan kriminal dan kacau. Ratusan ribu orang terbunuh atau terusir sementara jutaan orang terus menanggung penderitaan serta kesengsaraan terburuk. Jauh dari apa yang AS katakan dengan membawa “demokrasi”, seluruh kawasan malah goncang dan terjerumus ke dalam pesta kekacauan, pembunuhan SARA/sektarian, dan kemiskinan akut. Bush dan kaum Republiken adalah biang keladi kekacauan ini. Namun jangan lupa, sebelum GW Bush, Bill Clinton dari Partai Demokrat juga menjatuhkan sanksi-sanksi tanpa ampun terhadap Irak, yang mengakibatkan lebih dari jutaan orang mati, termasuk 500.000 anak-anak. Saat dikonfrontasi mengenai ini di acara “60 Minutes”, Madeleine Albright–yang saat itu merupakan Menteri Luar Negeri menjawab bahwa “(itu) harga yang pantas”. Lalu setelah Obama meraih kekuasaan dengan menunggangi gelombang sentimen anti-Bush yang sebagian besar diakibatkan oleh kemarahan terhadap Perang Irak-ia dan Hillary Clinton, menteri luar negeri AS, meneruskan pendudukan selama bertahun-tahun. Obama kini telah membombardir lebih dari tujuh negara.

Republiken atau Demokrat, Bush atau Clinton; nama berganti namun kepentingan mendasarnya tetap sama: untuk melayani dan melindungi kapital di dalam negeri dan luar negeri. Nixon, Reagan, dan Bush, memang pantas dicerca sebagai musuh-musuh buruh sedunia. Namun justru Jimmy Carter, yang disebut-sebut sebagai juara “hak asasi manusia”, yang pertama kali mulai mendanai “para pejuang kemerdekaan” mujahidin di Afghanistan–cikal bikal Taliban dan Al Qaeda. Justru John F. Kennedy dan Lyndon B. Johnson yang mengerahkan ribuan pasukan dan membombardir bumi hangus Indochina. Bahkan Franklin D. Roosevelt yang dicap ikon liberal saat disodorkan fakta kekejaman Anastasio Somoza, diktator Nikaragua, dia malah menjawab “dia memang bajingan, tapi dia bajingan kita!” Saat datang waktunya berhadapan dengan buruh maka kedua belah tangan dari dua partai konglomerasi ini berlumuran penuh darah dan kotoran.

Obama secara sistematis menopang pemerintahan Al Maliki yang busuk, yang mengobarkan perang sektarian/SARA melawan minoritas Sunni di Irak. Pada akhirnya suatu pemberontakan massal kaum Sunni berakhibat pada runtuhnya otoritas sentral di banyak kawasan. Namun satu-satunya kekuatan yang siap mengisi kekosongan kekuasaan tersebut adalah gerombolan reaksioner bernama ISIS. Beberapa saat sebelumnya, suatu proses serupa juga mengantarkan pada degenerasi dan menyesakkannya tahapan-tahapan awal Revolusi Suriah. Teratomisasi dan terlemahkan oleh puluhan tahun represi tanpa ampun, kelas buruh Irak dan Suriah yang punya kekuatan potensial sudah tidak punya serikat buruh yang bersatu dan partai-partai politiknya sendiri. Kekosongan itu diisi oleh laskar-laskar sektarian/SARA tanpa ampun yang kini meneror berbagai wilayah kedua negara. Ini merupakan kutukan memalukan bagi Imperialisme yang gara-gara tindakan-tindakannya, suatu kelompok yang awalnya direndahkan Obama dengan julukan “tim kampus junior” teroris kini telah memanfaatkan uang yang dikucurkan negara kekuatan militer terbesar di muka bumi ini. Ini juga menunjukkan betapa lemah sebenarnya imperialisme itu, meskipun memiliki kekuatan menakutkan di atas kertas.

Suatu “koalisi akbar”–menyertakan kelompok-kelompok besar Andorra dan Malta–kini telah dibentuk untuk melancarkan serangan-serangan udara terhadap ISIS. Beberapa negara teluk dan Arab Saudi juga telah bergabung. Disinilah kemunafikan Imperialis paling kentara. Arab Saudi adalah monarki gaya abad pertengahan yang menyesakkan dimana kaum perempuan hanya punya segelintir hak, orang-orang dipenggal karena apa yang katanya “sihir”, dan dirajam (dilempari batu) sampai mati karena berhubungan seks di luar nikah, dan populasi imigran mengerjakan pekerjaan paling berat di bawah tangan besi teror dan represi. Satu-satunya prinsip pedoman Imperialisme hanyalah mengejar laba dan pertahanan serta penaklukan ruang-ruang pengaruh. Imperialisme punya logikanya sendiri dan selalu menggunakan metode-metode paling biadab untuk memaksakan kekuasaanya. Saksikanlah kebiadaban Belanda, Portugis, Spanyol, Prancis, Inggris, dan Amerika, serta Imperialis-imperialis lainnya yang punya sejarah panjang berlumuran darah dalam penjajahan-penjajahannya.

Banyak orang Amerika ketakutan setengah mati oleh kekejaman yang dilakukan oleh gerombolan ISIS. Ini wajar. Namun intervensi imperialis, yang berujung pada serta mengakibatkan kekacauan ini bukanlah solusi sama sekali. Tidak ada jalan keluar jangka pendek. Hanya suatu revolusi sosialis yang bisa mengubah kawasan dan dunia. Dalam tahun-tahun belakangan kita telah melihat contoh-contoh tradisi revolusioner mengagumkan dari para buruh dan pemuda di Tunisia, Mesir, Turki, Iran, dan Israel. Cepat atau lambat ini akan bangkit dalam skala yang lebih luas dan lebih hebat. Kamerad-kamerad IMT secara enerjik terlibat dalam pembangunan kepemimpinan revolusioner yang dibutuhkan untuk menjamin agar gerakan-gerakan di masa depan membuahkan kemenangan sosialis. Cara terbaik untuk membantu mereka adalah membangun suatu organisasi kader Marxis. Tanpa ini kita tidak akan mampu memperjuangkan kebijakan-kebijakan sosialis secara efektif di partai massa buruh di masa depan. Suatu pemerintah buruh di AS tidak akan punya kepentingan untuk menghisap dan menindas rekan sesama buruhnya. 150 tahun lalu Marx dan Engels mendirikan Internasional Pertama. Dengan gerakan massa yang membangkit semangat tengah bermunculan di seluruh dunia dari Meksiko sampai Hong Kong, kata “buruh sedunia, bersatulah!” kini semakin urgen dan relevan lebih dari sebelumnya.
*diterjemahkan dari “The Logic of Imperialism” sebagaimana dimuat dalam situs In Defence of Marxism dan diterjemahkan serta dipublikasikan ulang via Bumi Rakyat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

MENA Solidarity Network

Solidarity with Workers in the Middle East

Indonesian Peoples' Alliance (IPA)

Movement for Peoples Sovereignty and Trade to Serve the Peoples!

Maruti Suzuki Workers Union

Inquilab Zindabad! Mazdoor Ekta Zindabad!

wonosobo bergerak

Pijar Harapan untuk Rakyat

WONOSOBO BERGERAK

Pijar Harapan untuk Rakyat

SEKBER

sekolah bersama

Jurnal Ari

Coretan iseng pengelana

Insatiable Booksluts

Voracious readers tell you if that book is going to suck.

Ughytov's Blog

Just another WordPress.com site

Shiraz Socialist

Because there have to be some lefties with a social life

LKIP

Lembar Kebudayaan IndoPROGRESS

Partai Rakyat Pekerja Komite Kota Makassar

SOSIALISME, Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja. SOSIALISME, Solusi Bagi Krisis Kapitalisme

boemipoetra

In A Time Of Universal Deceit, Telling The Truth Is A Revolutionary Act

Berita Buruh Indonesia

sebagai SEKOLAH PERANG, SERIKAT BURUH TIDAK terkalahkan

Working Indonesia

A Blog Covering Labor Activism in Indonesia

ARTIKEL BURUH

buruhberjuang.wordpress.com

Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung

SATU dan BERSATU oleh PERS & karena MAHASISWA

Home

One voice, unify power, unify actions for workers rights

%d blogger menyukai ini: