Ratusan Mahasiswa di Malang Tolak Penaikan Harga BBM

Ratusan Mahasiswa di Malang Tolak Penaikan Harga BBM

Lebih dari 200 mahasiswa di Malang yang tergabung dalam “Aliansi Mahasiswa” turun ke jalan menentang penaikan harga BBM. Aliansi Mahasiswa yang menghimpun Front Mahasiswa Nasional (FMN), Front Mahasiswa Universitas Brawijaya (FMUB), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (SMART), Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Solidaritas Mahasiswa untuk Rakyat Tertindas (SMART), dan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) juga menuntut nasionalisasi seluruh aset strategis ke tangan rakyat.

Nano, Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, menyatakan bahwa keputusan rezim Jokowi-JK menaikkan harga BBM adalah keputusan yang menyengsarakan rakyat. Kader FM UB ini lebih lanjut menegaskan, “pencabutan subsidi demikian jelas mengkhianati mandat rakyat”. Orasi mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB) ini kemudian disambut massa aksi dengan yel-yel, “Jokowi-JK, Boneka Imperialis!”

Pernyataan ini disambung dengan orasi oleh Fauzul, asisten teritorial (Aster) “Aliansi Mahasiswa” yang menyatakan “Memang Jokowi kelihatannya seperti rezim yang baik dan merakyat namun kenyataannya kebijakan yang diambilnya menyengsarakan rakyat dan menguntungkan borjuasi komprador. Memang rakyat salah pilih. Siapapun presidennya ternyata merupakan boneka Imperialis.” Koordinator Politik FMN Malang ini menegaskan bahwa keputusan menaikkan harga BBM adalah mandat langsung dari Bank Dunia dan Imperialis AS karena itu, lanjutnya, perjuangan melawan penaikan harga BBM tidak terpisahkan dari perjuangan anti Imperialis.

Hari, Humas Aliansi Mahasiswa, memberikan keterangan bahwasanya dalih rezim Jokowi JK bahwasanya subsidi BBM dinikmati orang kaya juga menyesatkan. “Kenyataannya lebih dari 68% pengguna subsidi BBM adalah sepeda motor, yang merupakan moda transportasi utama bagi rakyat pekerja Indonesia”, ungkapnya. Anggota FMN Malang ini menambahkan, “Kalau Jokowi-JK mengeluhkan bahwasanya subsidi BBM juga dinikmati orang kaya, pemilik mobil pribadi, dan mobil mewah maka solusinya gampang: pemilik mobil pribadi dan mobil mewah dilarang membeli Premium, naikkan pajak mobil pribadi, dan kenakan pajak progresif bagi pejabat dan konglomerat.”, tekannya. “Tapi tentu saja ini tidak dilakukan rezim Jokowi-JK. Karena kebijakan itu, akan mengganggu bisnis dan keuntungan perusahaan-perusahaan Imperialis di bidang otomotif yang mana modal asingnya tidak mau diganggugat oleh Jokowi-JK.”, kritik mahasiswa Sosiologi ini.

Aksi Aliansi Mahasiswa dimulai dari kampus III Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan UB kemudian berlanjut bergerak ke depan Mall Olympic Garden (MOG) dengan bantuan sopir-sopir truk serta menuju gedung Dewan Perwakilan Daerah Kota (DPRD) Kota Malang. Massa aksi yang menolak kenaikan harga BBM semakin bertambah besar dengan bergabungnya barisan dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UMM serta Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia.

Barisan massa aksi sempat bersitegang dengan aparat keamanan karena dilarang memasuki gedung DPRD. “Katanya anggota DPRD ini wakil rakyat, masa rakyat dilarang masuk?! Gedung DPRD ini kan dibangun dari uang dan pajak rakyat, masa rakyat dilarang masuk”, protes salah satu orator dari IMM. Namun akhirnya massa aksi berkompromi dengan syarat bahwasanya para perwakilan organisasi bisa masuk untuk memperjuangkan tuntutan massa aksi.

Terdapat delapan tuntutan Aliansi Mahasiswa yang terdiri dari: Tolak penaikan harga BBM, Nasionalisasi seluruh aset strategis untuk perkuatan ekonomi nasional di tangan rakyat, Cabut seluruh peraturan Neo-Liberal, Berantas mafia migas dan mafia pajak, Naikkan pajak mobil pribadi, Berikan transportasi umum yang layak dan modern, Perbanyak kilang minyak negara untuk kesejahteraan rakyat, dan Bebaskan seluruh aktivis mahasiswa Sulawesi dan hentikan intimasi-represi terhadap rakyat. Tuntutan ini kemudian berhasil diperjuangkan para negosiator aksi dan diteruskan ke Pemerintah Pusat. Nano, Korlap Aksi, menyatakan “Diterimanya tuntutan kita bukan berarti perjuangan sudah menang. Sampai harga BBM diturunkan dan semua tuntutan kita dijalankan kita akan terus berjuang dan bahkan kembali lagi dengan massa yang lebih besar”, peringatnya. Aksi ini kemudian ditutup oleh Eko, Wakorlap Aksi, dengan memimpin massa aksi untuk mengucap Sumpah Mahasiswa dan menyanyikan lagu Internasionale.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

MENA Solidarity Network

Solidarity with Workers in the Middle East

Indonesian Peoples' Alliance (IPA)

Movement for Peoples Sovereignty and Trade to Serve the Peoples!

Maruti Suzuki Workers Union

Inquilab Zindabad! Mazdoor Ekta Zindabad!

wonosobo bergerak

Pijar Harapan untuk Rakyat

WONOSOBO BERGERAK

Pijar Harapan untuk Rakyat

SEKBER

sekolah bersama

Jurnal Ari

Coretan iseng pengelana

Insatiable Booksluts

Voracious readers tell you if that book is going to suck.

Ughytov's Blog

Just another WordPress.com site

Shiraz Socialist

Because there have to be some lefties with a social life

LKIP

Lembar Kebudayaan IndoPROGRESS

Partai Rakyat Pekerja Komite Kota Makassar

SOSIALISME, Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja. SOSIALISME, Solusi Bagi Krisis Kapitalisme

boemipoetra

In A Time Of Universal Deceit, Telling The Truth Is A Revolutionary Act

Berita Buruh Indonesia

sebagai SEKOLAH PERANG, SERIKAT BURUH TIDAK terkalahkan

Working Indonesia

A Blog Covering Labor Activism in Indonesia

ARTIKEL BURUH

buruhberjuang.wordpress.com

Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung

SATU dan BERSATU oleh PERS & karena MAHASISWA

Home

One voice, unify power, unify actions for workers rights

%d blogger menyukai ini: