Mahasiswa di Malang Menuntut Tindakan Konkret DPRD atas Penolakan Kenaikan Harga BBM dan Dijawab dengan Represi Polisi

Mahasiswa di Malang Menuntut Tindakan Konkret DPRD atas Penolakan Kenaikan Harga BBM dan Dijawab dengan Represi Polisi

Sekitar 112 mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Malang kembali turun ke jalan menuntut pembatalan kenaikan harga BBM, nasionalisasi aset strategis di tangan rakyat, dan penghentian pelanggaran HAM terhadap rakyat Indonesia. Aliansi yang merupakan gabungan dari Front Mahasiswa Nasional Malang (FMN Malang), Front Mahasiswa Universitas Brawijaya (FMUB), Ikatan Mahasiswa Pelajar Santri Bawean Malang (IMPSBM), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Komunitas Mahasiswa Peduli Pendidikan untuk Anak Bangsa (KOMP-PAS), Komunitas Mahasiswa Bebas (KMB), Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Solidaritas Mahasiswa untuk Rakyat Tertindas (SMART), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), ini menepati ultimatum dalam konferensi pers sepekan sebelumnya yang menyatakan bahwa mahasiswa di Malang akan kembali turun besar-besaran bilamana rezim Jokowi-JK dan seluruh jajaran pemerintahan tidak kunjung menurunkan harga BBM.

Sebagaimana tertuang dalam pernyataan sikapnya, Aliansi Mahasiswa Malang menyatakan “…bahwasanya seluruh sumur minyak, kilang, dan depo yang mana merupakan salah salah satu aset strategis menyangkut hajat hidup rakyat banyak, kini telah dikuasai perusahaan-perusahaan Imperialis. Ini harus kita rebut kembali, dinasionalisasi, dikembalikan 100% mulai dari saham, infrastruktur, dan keuntungannya bersama seluruh sektor kekayaan alam dan aset strategis lainnya ke negara Indonesia di tangan rakyat untuk kepentingan rakyat banyak. Sekali lagi kami mengutip pernyataan Abraham Samad yang menyatakan bahwa APBN yang sebesar Rp 1,5 ribu triliun tidak ada apa-apanya dibandingkan total pendapatan dari blok Migas sebesar Rp 7,2 ribu triliun per tahun. Dengan ini defisit APBN 2015 tidak hanya bisa ditutup namun APBN itu sendiri bisa berlipat hampir tujuh kali lebih banyak. Bahkan sebagai tambahan, dalam pidatonya di konferensi buruh tahun 2013 lalu, Abraham Samad menyatakan bahwa seandainya kekayaan alam Indonesia tidak dikuasai penguasa dan pengusaha hitam maka UMK rakyat Indonesia bisa mencapai Rp 30 juta per bulan.”

Selain menolak penaikan harga BBM, Aliansi Mahasiswa Malang juga mengecam intimidasi dan represi serta pelanggaran HAM yang terus-menerus dilakukan aparat pemerintahan dan para pendukungnya terhadap rakyat. Hari, Humas Aliansi Mahasiswa Malang, menyatakan: “Ada hubungan lurus antara represi dan intimidasi terhadap buruh dan mahasiswa yang menolak penaikan harga BBM, kaum tani di Rembang dan Karawang, serta penunjukan Hendropriyono dalam tim transisi Jokowi, penunjukan Ryamizard—pelanggar HAM berat di Aceh—sebagai menteri pertahanan dan keamanan, dibebaskannya Pollycarpus dan penembakan militer dan kepolisian yang menewaskan lima warga sipil Papua. Sebab di masa krisis kapitalisme, rezim penguasa sudah kesulitan memberikan reforma-reforma untuk meredam ketidakpuasan rakyat, maka karenanya satu-satunya cara adalah memperbesar represi.”, ujarnya.

Aliansi Mahasiswa Malang, yang sempat berhenti (namun tidak memblokade jalan) di perempatan BCA, kembali berorasi menuntut nasionalisasi seluruh aset strategis. Eko, juru bicara Aliansi Mahasiswa Malang, meminta maaf pada para pengguna jalan karena kemacetan akibat aksi mahasiswa namun ia menyatakan bahwa sebaliknya tindakan rezim Jokowi-JK yang menaikkan harga BBM juga menyebabkan kemacetan hajat hidup dalam tingkat yang jauh lebih besar. Contohnya, penurunan upah riil, semakin banyaknya kekayaan alam yang dicuri Imperialis, serta makin kuatnya jeratan perusahaan multi nasional terhadap pasar Indonesia yang mengandalkan upah murah.

Secara tidak terhindarkan, memang terdapat para pengguna jalan yang mengeluhkan kemacetan yang ditimbulkan demonstran namun terdapat juga orang-orang yang bersimpati dan mendukung Aliansi Mahasiswa Malang siang itu. Contohnya Broto, seorang pegawai yang tengah melintas di perempatan BCA, itu menyatakan, “Ayo aksi terus, aksi lagi, kalau BBM naik, kami ini yang pegawai juga yang susah…”, dukung pria berkacamata ini. Dukungan juga diberikan Aji, seorang anggota Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas (SUPELTAS), yang tidak hanya mendukung penolakan terhadap kenaikan harga BBM namun juga membantu para pengguna jalan dan kendaraan bermotor untuk berhenti dan menerima selebaran aksi dari Humas serta para perangkat aksi. Antusiasme terhadap massa aksi tidak hanya ditunjukkan orang dewasa namun juga anak-anak sekolah yang berada di Masjid Ahmad Yani. Mereka beramai-ramai mendatangi Humas dan meminta selebaran aksi sampai kemudian barisan massa aksi berlalu bergerak menuju gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Malang.

Massa aksi yang sebenarnya secara kuantitas lebih kecil daripada aksi dua minggu sebelumnya itu terus bertahan dalam barisan meskipun hujan deras mulai mengguyur kota Malang. Bahkan mereka berhasil menerobos pagar gerbang gedung dan memasuki halaman DPRD Kota Malang yang sebelumnya ditutup dan tidak membolehkan mahasiswa masuk. Sayangnya mahasiswa kemudian didorong, dipukul, dan diinjak saat mereka hendak masuk ke dalam ruangan gedung. Mahasiswa yang kecewa kemudian membakar foto Jokowi-JK sebagai perlambang protes menentang represi, intimidasi, dan pelanggaran HAM yang dilakukan terhadap rakyat.

Kaki mahasiswa berdarah diinjak aparat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

MENA Solidarity Network

Solidarity with Workers in the Middle East

Indonesian Peoples' Alliance (IPA)

Movement for Peoples Sovereignty and Trade to Serve the Peoples!

Maruti Suzuki Workers Union

Inquilab Zindabad! Mazdoor Ekta Zindabad!

wonosobo bergerak

Pijar Harapan untuk Rakyat

WONOSOBO BERGERAK

Pijar Harapan untuk Rakyat

SEKBER

sekolah bersama

Jurnal Ari

Coretan iseng pengelana

Insatiable Booksluts

Voracious readers tell you if that book is going to suck.

Ughytov's Blog

Just another WordPress.com site

Shiraz Socialist

Because there have to be some lefties with a social life

LKIP

Lembar Kebudayaan IndoPROGRESS

Partai Rakyat Pekerja Komite Kota Makassar

SOSIALISME, Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja. SOSIALISME, Solusi Bagi Krisis Kapitalisme

boemipoetra

In A Time Of Universal Deceit, Telling The Truth Is A Revolutionary Act

Berita Buruh Indonesia

sebagai SEKOLAH PERANG, SERIKAT BURUH TIDAK terkalahkan

Working Indonesia

A Blog Covering Labor Activism in Indonesia

ARTIKEL BURUH

buruhberjuang.wordpress.com

Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung

SATU dan BERSATU oleh PERS & karena MAHASISWA

Home

One voice, unify power, unify actions for workers rights

%d blogger menyukai ini: