Dari Jam Sembilan Malam sampai Tahun Baru

Dari Jam Sembilan Malam sampai Tahun Baru - Copy

Dari Jam Sembilan Malam sampai Tahun Baru - Copy
I

Jam Sembilan Malam

Jam sembilan malam
Puluhan pengendara parkir depan Matos
Dengan aneka helm dan sepeda motor
yang cicilannya masih tahunan ke depan

Jam sembilan malam
Dingin sudah seperti es batu
yang dilawan jaket parasut atau kulit KW7

Jam sembilan malam
Menunggu dengan HP Korea
Menghisap rokok punya Amerika
Sampai yang ditunggu datang

Pacar, istri, adik, atau anak tersayang
seharian memeras keringat
di kasir, stan, salon, atau pusat perbelanjaan

dibonceng pulang ke Sukun, Gadang, Landungsari, atau lainnya
ke dalam gang, dalam kampung, dalam rumahnya sendiri-sendiri

Blusukan tiap malam
Blusukan tiap pagi
Begitu setiap hari
Tanpa istana untuk kembali

II

Anatomi

Aku adalah mulut
yang tiap pagi makan tergesa
Agar tak telat berangkat ke pabrik

Aku adalah hidung
yang selalu dibalut masker
Agar pangan produksi berkualitas tinggi

Aku adalah telinga
yang mendengar perintah
dan disuruh “kerja, kerja, kerja”

Aku adalah kulit
yang mulai mati rasa
tiap lembur di ruang penyimpanan

Aku adalah mata
yang melihat majikan makin kaya
tapi buruh penuh hutang dan cicilan

Aku adalah hati yang kesakitan
saat Sueb mati kecelakaan
dan kini anaknya yang menggantikan

Aku adalah otak yang memikirkan:
Apa yang harus dilakukan

Kami sekarang menyimpulkan:
Ini tak bisa dibiarkan

III

Kehidupan
*dikarenakan Saut Situmorang

Kehidupan adalah ban yang ditambal di pinggir jalan
Berkali-kali bocor tapi selalu dapat pertolongan
Kehidupan adalah nyanyian lampu merah
Informal, liar, dan suka membangkang

Kehidupan itu luas tak terbatas
Seperti bumi sebelum dipatok “Tanah Milik Negara”
atau “Milik Perusahaan” ini dan itu

Kehidupan adalah Cappuccino Cincau rombong perempatan
Yang puluhan ribu lebih murah daripada Starbucks sialan

Kehidupan adalah batu jalanan
Membalas pentungan, gas air mata,
dan water cannon yang diimpor dari Amerika

“Kehidupan adalah hak semua orang”
Sampai mereka kemudian bicara:
“Beberapa orang lebih berhak hidup daripada orang lainnya”

Kehidupan adalah anggur fermentasian
Seksi, menyehatkan,
dan tak (boleh) terjangkau bagi sebagian

Kehidupan tak diajarkan di bangku sekolah
Karena kehidupan itu subversif, tanpa izin,
dan mengganggu stabilitas nasional

Apa kamu berani hidup?

IV

Jangan Telat, Kawan
Perlawanan mensyaratkan kedisiplinan
Seperti api butuh udara untuk mengobarkan

Jangan telat, kawan
Banyak yang perlu kita diskusikan
Membuang waktu sama dengan membuang kesempatan

Jangan telat, kawan
Kemalasan itu penyakit yang harus disembuhkan
Sebelum menular dan mendatangkan kematian

Jangan telat, kawan
Penindasan tak pernah menunggu
kita siap melawan

V

Rakyat (yang Terus Merakyat)

Pada akhirnya rakyat yang paling merakyat
Tiap kampanye politisi bisa datang mengunjungi
Tiap pejabat bisa datang dan inspeksi
Tapi tentu semua pergi
dan kami tetap disini

Pada akhirnya rakyat yang paling merakyat
yang tinggal di gang dan rumah yang jaraknya rapat-rapat
Blusukan tiap pagi, blusukan tiap malam, blusukan tiap hari
Tanpa istana untuk kembali

Pada akhirnya rakyat yang paling merakyat
yang jadi sasaran kepanasan dan kebanjiran
yang jadi sasaran pencitraan dan penggusuran
untuk kemudian dikhianati dan dilupakan

Pada akhirnya rakyat yang paling merakyat
Letaknya paling bawah untuk diinjak
Piramida terendah mangsanya pejabat
Mata rantai terlemah mangsanya konglomerat

Namun akhirnya rakyat yang paling merakyat
kelak akan bangkit dan memberontak
Kalau sungguh rakyat berdaulat
Kaum penindas akan kita jerat

VI

Masa Fana dan Masa Selamanya

Dosen yang pernah kujumpa
dalam forum diskusi dan hari buruh sedunia
kini makin pendiam dan kurus tubuhnya

Wartawan yang dulu kusuka
karena perjuangkan kebenaran dan serikat pekerja
Ternyata telah lama tutup usia

Seakan baru kemarin bersua
Berbagi dan saling bercanda
Tapi hidup di masa fana
Seakan sekelebat cahaya

Tapi diantara banyak lainnya
Kawan dan kenangan yang pernah ada
Engkau yang paling utama dan tak pernah kulupa

Bicara tentang kapitalis tambang sedunia
Yakinkanku gabung jadi anggota
Pimpin aksi massa disana
Sampai malam kita berpisah
Sampai kelak kembali berjumpa
Tak akan pernah kulupa selamanya

VII

Tahun Baru

Tahun baru nanti akan kuajak kau ke kota
Jalan-jalan sehabis pulang kerja
Tak peduli musim penghujan

Tahun baru nanti kita keliling sama-sama
Walaupun cuma pakai Honda Supra
Bukan Honda Jazz ataupun Xenia

Tahun baru nanti kita lihat kembang api
Meskipun dari alun-alun lagi
Bukan dari jendela hotel pelangi

Tahun baru nanti aku janji
Tidak akan merokok dan minum lagi
Aku pasti dapat kerja lagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

MENA Solidarity Network

Solidarity with Workers in the Middle East

Indonesian Peoples' Alliance (IPA)

Movement for Peoples Sovereignty and Trade to Serve the Peoples!

Maruti Suzuki Workers Union

Inquilab Zindabad! Mazdoor Ekta Zindabad!

wonosobo bergerak

Pijar Harapan untuk Rakyat

WONOSOBO BERGERAK

Pijar Harapan untuk Rakyat

SEKBER

sekolah bersama

Jurnal Ari

Coretan iseng pengelana

Insatiable Booksluts

Voracious readers tell you if that book is going to suck.

Ughytov's Blog

Just another WordPress.com site

Shiraz Socialist

Because there have to be some lefties with a social life

LKIP

Lembar Kebudayaan IndoPROGRESS

Partai Rakyat Pekerja Komite Kota Makassar

SOSIALISME, Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja. SOSIALISME, Solusi Bagi Krisis Kapitalisme

boemipoetra

In A Time Of Universal Deceit, Telling The Truth Is A Revolutionary Act

Berita Buruh Indonesia

sebagai SEKOLAH PERANG, SERIKAT BURUH TIDAK terkalahkan

Working Indonesia

A Blog Covering Labor Activism in Indonesia

ARTIKEL BURUH

buruhberjuang.wordpress.com

Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung

SATU dan BERSATU oleh PERS & karena MAHASISWA

Home

One voice, unify power, unify actions for workers rights

%d blogger menyukai ini: