Persoalan Program Baru Partai SYRIZA yang Makin Reformis

Persoalan Program Baru SYRIZA yang Makin Reformis

Persoalan Program Baru SYRIZA yang Makin Reformis

Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden gagal digelar di Yunani. Ini menandai jatuhnya pemerintahan koalisi antara Partai Demokrasi Baru (suatu partai konservatif) dan PASOK (partai reformis sosial demokrat). Terhitung sejak itu maka dalam kurun waktu enam minggu, Pemilu baru harus digelar di Yunani. Situasi ini menguntungkan Partai SYRIZA (Koalisi Kiri Radikal) yang berpotensi memenangkan pemilu berkat agenda anti pemotongan anggarannya.

Namun seiring dengan mendekatnya potensi kemenangan elektoral tersebut, birokratisasi dan tendensi reformisme juga semakin menguat di dalam SYRIZA. Ini setidaknya tampak dari perubahan program baru SYRIZA.

Alexis Tsipras, presiden SYRIZA, mengumumkan program ini dalam Ekshibisi Internasional Thessalonika di bulan September. Sayangnya program ini bukan dihasilkan dari diskusi melalui badan-badan partai namun hasil kerja sekelompok orang di sekeliling Tsipras. Program ini antara lain:

Negosiasi serius terhadap Hutang Nasional dan pemotongan sebagian besar hutang.
Pajak yang lebih tinggi terhadap kaum kaya
Upah yang lebih tinggi untuk pegawai-pegawai berupah rendah
Penghapusan ENFIA (Pajak harta benda terbaru)
Pendanaan lebih banyak untuk kota-kota dan pemerintah-pemerintah daerah
Penyediaan 300.000 lapangan kerja bar
Restrasi radio dan televisi negeri yang ditutup oleh pemerintah sebelumnya
Pendirian Bank Pembangunan Nasional baru
Restorasi upah minimum sebesar 751 Euro

Sekian butir dari program ini meskipun terlihat bagus dan mengarah pada pengentasan kemiskinan namun merupakan hasil dari sekian banyak revisi terhadap program SYRIZA sebelumnya. Butir-butir mengenai nasionalisasi sektor-sektor industri strategis di tangan buruh sudah dihapus. Bahkan butir mengenai penghapusan hutang Yunani juga direvisi menjadi renegosiasi hutang. Program demikian sama sekali tidak mengarah pada perjuangan kelas menumbangkan kediktatoran borjuasi di Yunani. Tampaknya partai SYRIZA lebih memprioritas memenangkan Pemilu daripada memimpin revolusi dan bergerak menuju sosialisme.

Kenyataannya memang mayoritas pimpinan SYRIZA berusaha meyakinkan kelas penguasa dan berdamai serta membentuk pemerintahan stabil tanpa rongrongan terus-menerus dari kelas penguasa dan kaum sayap kanan melalui program yang sama sekali tidak sosialis.

Bagaimanapun juga di masa krisis, program minimum yang seminimum demikian tetap akan memicu kontradiksi dengan kapitalisme di Yunani. Kapitalisme di Yunani pada khususnya dan borjuasi di Uni Eropa pada umumnya tidak bisa memberi konsesi-konsesi sebagaimana yang bisa mereka berikan pada masa booming kapitalisme. Sebaliknya di masa krisis kaum borjuasi akan berusaha sekuat tenaga mempertahankan kekuasaan dan keuntungannya dengan cara memperhebat penindasan dan penghisapan terhadap kelas buruh dan rakyat.

Risiko demikian menuntut SYRIZA, sebagai partai kiri yang terdepan dan terdekat dengan kemenangan elektoral di zona Uni Eropa, untuk menghadapi konflik dari kaum borjuasi dengan cara mengorganisir lapisan-lapisan buruh dan rakyat pekerja di masyarakat Yunani. Sayangnya sejauh ini tidak jelas apakah partai SYRIZA sudah menyiapkan diri untuk pengorganisiran kelas buruh untuk perjuangan kelas demikian.

Yunani dan Uni Eropa
Terkait isu hutang nasional, terdapat pendapat tetap di antara mayoritas pimpinan SYRIZA bahwasanya Uni Eropa tidak bisa mencabut keanggotaan Yunani. Ini merupakan ilusi dan kebalikan dari kasus yang dialami oleh Cyprus. Pemerintahan Cyprus diancam bahwasanya kalau mereka tidak menerima persyaratan dari Uni Eropa mereka akan dikeluarkan, tak peduli kalau pemerintahannya didukung sepenuhnya oleh parlemen.

Memang kenyataannya sekarang lebih sulit bagi Yunani untuk dikeluarkan dari Uni Eropa karena hutangnya sudah semakin besar (meskipun sudah menjalani periode pemotongan anggaran selama tiga tahun) karenanya ada bahaya besar bagi para pemberi hutang kalau Yunani dikeluarkan. Bagaimanapun juga Troika jelas tidak ingin meneruskan pemberian dana talangan kalau pemerintah Yunani tidak mau menuruti persyaratan yang diberikan. Bahkan Troika sudah mengirimkan pesan kepada pemerintah Yunani yang mengakibatkan “mini crash” pada bursa saham lokal yang mengakibatkan kehilangan sebanyak 300 poin.

Program baru SYRIZA juga menghapuskan tuntutan nasionalisasi bank atau kepemilikan publik atas bank. Keputusan penghapusan tuntutan ini diambil pada kongres terakhir SYRIZA. Selama beberapa tahun terakhir terdapat gelombang privatisasi terhadap sektor perbankan dan sekarang hampir seluruh bank di Yunani telah diprivatisasi. Padahal tidak ada satupun program yang bisa diterapkan tanpa nasionalisasi sistem perbankan dengan diikuti nasionalisasi seluruh sistem ekonomi. Karenanya proposal pimpinan untuk mendirikan Bank Pembangunan Nasional baru dengan anggaran sebesar satu milyar Euro bagaikan menanam pohon di gurun Sahara. Tidak ada sama sekali tuntutan nasionalisasi di bawah kontrol buruh terhadap perbankan. Sebaliknya yang diserukan adalah “kontrol sosial” yang masih abstrak dan kosong.

Kemenangan SYRIZA dalam Pemilu berikutnya yang akan digelar pada 25 Januari 2015 akan memicu mobilisasi para buruh di Yunani yang menuntut pemerintah baru, yang mereka anggap pemerintah mereka, agar mengambil kebijakan-kebijakan untuk mengembalikan hak-hak yang sudah dirampas pemerintahan sebelumnya melalui langkah-langkah moneter keras dan pemotongan anggaran. Situasi demikian berpotensi mengubah atmosfer di seluruh Eropa dan memicu efek domino gerakan ke kiri. SYRIZA tidak boleh dibiarkan gagal karena kalahnya SYRIZA akan berarti kalahnya seluruh Kiri dan kalahnya kelas buruh.

*sumber berbahasa Inggris “The Socialist Network” yang diterjemahkan dengan beberapa penyesaian dari tulisan Ilias Milonas, anggota Platform Kiri (salah satu tendensi di dalam SYRIZA).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

MENA Solidarity Network

Solidarity with Workers in the Middle East

Indonesian Peoples' Alliance (IPA)

Movement for Peoples Sovereignty and Trade to Serve the Peoples!

Maruti Suzuki Workers Union

Inquilab Zindabad! Mazdoor Ekta Zindabad!

wonosobo bergerak

Pijar Harapan untuk Rakyat

WONOSOBO BERGERAK

Pijar Harapan untuk Rakyat

SEKBER

sekolah bersama

Jurnal Ari

Coretan iseng pengelana

Insatiable Booksluts

Voracious readers tell you if that book is going to suck.

Ughytov's Blog

Just another WordPress.com site

Shiraz Socialist

Because there have to be some lefties with a social life

LKIP

Lembar Kebudayaan IndoPROGRESS

Partai Rakyat Pekerja Komite Kota Makassar

SOSIALISME, Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja. SOSIALISME, Solusi Bagi Krisis Kapitalisme

boemipoetra

In A Time Of Universal Deceit, Telling The Truth Is A Revolutionary Act

Berita Buruh Indonesia

sebagai SEKOLAH PERANG, SERIKAT BURUH TIDAK terkalahkan

Working Indonesia

A Blog Covering Labor Activism in Indonesia

ARTIKEL BURUH

buruhberjuang.wordpress.com

Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung

SATU dan BERSATU oleh PERS & karena MAHASISWA

Home

One voice, unify power, unify actions for workers rights

%d blogger menyukai ini: