Perspektif dan Tugas untuk Pelajar dan Mahasiswa Marxis di tahun 2015

MSF-2

MSF

Berikut merupakan rumusan dokumen utama yang tengah didiskusikan di Federasi Pelajar Marxis selama liburan dan awal periode akademis berikutnya. Konferensi nasional kami di SOAS Sabtu 14 Februari 2015 akan diikuti oleh perhimpunan-perhimpun seafiliasi yang akan mengajukan amandemen-amandemen (dikirimkan melalui contact@marxiststudent.com 1 Februari 2015) dan memvoting dokumen ini sebagai panduan kerja Federasi selama tahun berikutnya.

Perhimpunan Marxis di daerah-daerah akan mendiskusikan dokumen ini dan pemikiran-pemikiran di dalamnya pada pertemuan periode berikutnya—pastikan turut hadir demi berkontribusi pada diskusi mengenai kemanakah arah MSF tahun ini. Selain itu datangi juga konferensi untuk menyimak pandangan-pandangan dan pemikiran-pemikiran dari pelajar-pelajar dan mahasiswa-mahasiswa Marxis dari seluruh negeri dan dari luar negeri.

Bila anda bukan bagian dari perhimpunan seafiliasi namun ingin menghadiri konferensi dan berpartisipasi dalam diskusi-diskusi, ikuti perkembangannya atau kirim surat elektronik (email) ke kami. Kami akan sangat gembira mendengar pandangan darimu.

*

Enam tahun terakhir merupakan awal dari periode paling bergolak dalam sejarah manusia. Secara global kita sudah memasuki suatu periode stagnansi duniawi akibat krisis overproduksi kapitalis global. Demi menyelamatkan kapitalisme akan ada serangan-serangan terhadap kelas buruh dan kaum muda di seluruh dunia. Hasilnya adalah berkembangnya kesadaran kelas yang semakin mengekspresikan diri dalam gerakan-gerakan kelas buruh dan pemuda di seluruh dunia.

Perjuangan buruh dan pemuda tidak maju dalam bentuk garis lurus. Gerakan massa hari ini bisa dipicu oleh peristiwa-peristiwa kecil yang tidak memainkan suatu peran signifikan dalam perjuangan kelas di masa-masa normal sebelumnya. Peristiwan-peristiwa ini bisa berlaku sebagai “jerami yang mematahkan punggung unta”. Arus bawah-arus bawah kuat yang terbentuk akibat kekecewaan dan angkara di masyarakat begitu mencapai suatu tingkat tertentu akan naik ke permukaan dan dalam waktu singkat akan menjelma menjadi gerakan massa.

Perjuangan kelas internasional

Pembunuhan Michael Brown, remaja kulit hitam di Amerika Serikat (AS) oleh seorang petugas polisi kulit putih telah memicu demonstrasi-demonstrasi di kota-kota di seluruh penjuru AS dan juga di luar negeri. Hal ini semakin meningkat saat ketua juri memutuskan bahwasanya sang penembak tidak akan dibawa ke meja pengadilan karena tindakannya. Rakyat, khususnya pemuda kulit hitam, merasa dikepung dari seluruh penjuru oleh rasisme, intimidasi polisi, dan kecilnya masa depan ekonomi.

Sedangkan di Meksiko, penculikan terhadap 43 pelajar keguruan oleh polisi dan penyerahannya kepada kartel narkotik dan obat-obatan berbahaya (narkoba) merupakan bagian dari respon negara terhadap radikalisasi pelajar di Meksiko dan gerakan terkini yang melawan privatisasi pendidikan. Tindakan-tindakan negara berujung pada intensifikasi gerakan di Meksiko dan di dunia internasional. Kelas buruh yang terorganisir juga bergabung dalam perjuangan ini karena gerakan ini merupakan ekspresi krisis seluruh rezim di Meksiko yang telah menjalankan suatu program kontra-reforma kapitalis yang kehi selama beberapa tahun belakangan ini dengan bekingan imperialisme Barat.

Protes-protes musim panas terakhir dalam melawan Piala Dunia di Brazil disebabkan oleh biaya besar-besaran penyelenggaraan Piala Dunia oleh Brazil sebagai tuan rumah padahal di sisi lain serangan-serangan terhadap kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur semakin meningkat. Protes-protes ini yang dibangun berdasarkan demonstrasi-demonstrasi di tahun 2013 akibat kenaikan tarif bus. Ini merupakan ekspresi perjuangan kelas yang akan terus meningkat di Brazil seiring dengan melemahnya ekonominya.

Pelajar-pelajar di Hongkong, musim gugur lalu, melancarkan pemogokan selama seminggu yang menjadi energi bagi gerakan Occupy Central yang sebelumnya bimbang dalam menuntut hak-hak demokratis mendasar. Suatu gerakan untuk demokrasi sejati adalah ancaman terhadap kekuasaan para kapitalis Hongkong yang mengoperasikan roda finansial demi borjuasi internasional. Ketidaksetaraan dan kurangnya suatu mobilitas sosial merupakan penyebab permasalahan dan kemarahan di Hongkong. Gerakan pro demokrasi adalah suatu ekspresi parsial dari hal ini meskipun kaum liberal di gerakan juga melakukan segalanya untuk menghentikan pelajar dan buruh yang bergabung dalam perjuangan ini.

Sedangkan di Spanyol, kenaikan meteoris Podemos dari nihil ke puncak beberapa jajak pendapat dalam 10 bulan membuktikan bahwa partai ini adalah ekspresi politik radikalisasi buruh dan pemuda melalui gerakan Indignados 2011. Krisis kapitalisme Eropa menimpa Spanyol dengan keras, khususnya terhadap pemuda yang menderita lebih dari 50% pengangguran. Ekspresi ini merupakan hasrat perubahan mereka.

Terdapat banyak contoh gerakan kelas lainnya di seluruh dunia. Situasi ekonomi sekarang rapuh dan situasi sosial sangatlah gampang menyala-nyala. Perkembangan kesadaran bisa terjadi melalui beraneka ragam saluran tergantung situasi konkret di negara-negara tertentu pada waktu tertentu. Kita tidak bisa memprediksikan secara tepat bagaimana atau kapan gerakan buruh dan pemuda akan meletus, namun kita bisa memahami bahwa dalam krisis kapitalisme terkini gerakan-gerakan demikian akan tidak terelakkan dan semakin meningkat di masa depan.

Perjuangan Kelas di Britania

Hal yang sama juga berlaku di Britania. Lapisan-lapisan pemuda yang teradikalisasi di Skotlandia telah tertarik ke Kampanye Kemerdekaan Radikal menyusul referendum yang dipengaruhi citra anti kemapanan dari kampanye pro-kemerdekaan. Sedangkan di Inggris dan Wales, angkara anti kemapanan belum menemukan ekspresinya di antara kelas buruh dan pemuda namun popularitas politik “revolusioner” Russel Brand dan demonstrasi sebanyak 5.000 orang menuntut pendidikan gratis tahun lalu adalah indikasi kecil mengenai apa yang terjadi di bawah permukaan.

Angkara di Britania tersusun oleh fakta bahwa ekonomi tumbuh dengan lambat (terlepas berdiri di atas basis tidak stabil) dan kesenjangan semakin meningkat serta hajat hidup rakyat jelata terus menurun. Sebagaimana yang dikatakan Cameron, “lampu-lampu peringatan berkedip-kedip di dasbor ekonomi global” dan Britania tidak bisa mengisolasi dirinya dari ini. Ia memperingatkan bahwa Britania menghadapi krisis ekonomi lainnya—“pemulihan” ini adalah hal yang terbaik yang bisa mereka dapat.

Dengan demikian serangan-serangan terhadap National Health Service (NHS) atau Layanan Kesehatan Nasional, kesejahteraan, kondisi-kondisi kerja, akan terus meningkat. Hal ini berdampak pada kelas buruh secara keseluruhan terutama pemuda yang tidak punya masa depan. Para pelajar dan buruh muda terkena dampak keras krisis karena mengalami privatisasi-privatisasi, pemotongan-pemotongan anggaran pendidikan, dan kenaikan-kenaikan biaya pendidikan.

Gerakan pelajar, seperti gerakan buruh, tetap berada pada tingkatan rendah saat ini. Halangan terbesar pada perkembangan perjuangan jelas ironisnya adalah para pimpinan organisasi yang seharusnya merepresentasikan kepentingan-kepentingan buruh dan pelajar, serta serikat. Lapisan birokrat yang kariris dan reformis di pucuk-pucuk organisasi-organisasi ini tidak mau dan tidak mampu memobilisasi para anggota untuk berdemonstrasi, mogok, dan mengubah masyarakat. Para pemimpin serikat buruh telah merosot dan menghindari tindakan-tindakan mogok meskipun tak ada konsesi yang dimenangkan sama sekali, sementara Presiden dari National Union of Students atau Serikat Pelajar Nasional menarik dukungan dari demonstrasi menuntuk pendidikan gratis November lalu dengan alasan keamanan dan keselamatan. Ini bukan karena buruh dan pelajar tidak mau berjuang namun karena para pimpinannya takut memimpin mereka dalam perlawanan.

Kenyataannya, jika kita ingin mempertahankan pendidikan kita, mempertahankan standar-standar hajat hidup sekarang dan masa depan kita, maka kita harus menempuh perjuangan kelas, bukan kolaborasi dengan kaum Tories (Konservatif) dan borjuasi yang harapan satu-satunya adalah menyelamatkan sistem dimana keselamatannya terletak pada serangan-serangan terhadap para buruh dan pemuda. Perjuangan kita harus membidik akar persoalan kita: kepemilikan pribadi dan mengejar laba. Dengan kata lain, persoalannya hanya ada satu: kapitalisme.

Karena alasan inilah hanya kelas buruh terorganisir, yang akibat posisi mereka menduduki proses produktif, bisa mengamankan kemenangan dalam perjuangan ini. Orang-orang inilah yang bekerja untuk upah, yang sesungguhnya menjalankan ekonomi—tanpa mereka tak ada yang akan berjalan—maka kepada mereka pula kita harus memandangnya sebagai pihak yang mampu mengambil alih ekonomi ke bawah kontrol demokratis sejati sehingga menghapuskan kepemilikan pribadi dan laba.

Demi alasan inilah pelajar harus menghubungkan perjuangannya dengan kelas buruh, sebagaimana yang sudah dilakukan di beranekaragam tingkatan di Meksiko, Hongkong, dan lainnya. Inilah satu-satunya jalan dimana kita akan mampu memperjuangan revolusi sosialis internasional.

Peran Pelajar Marxis

Para pelajar Marxis di Britania harus siap siaga terhadap gerakan-gerakan dan peristiwa-peristiwa yang mengekspresikan angkara yang ada di masyarakat sekarang. Tugas kita adalah mengintervensi even-even ini dan mengusung persoalan kelas ke permukaan. Para pelajar di sekolah dan universitas menghadapi beban-beban hutang, dukungan finansial yang tidak memadai saat belajar, dan merosotnya kualitas pendidikan. Pemuda pada umumnya menghadapi situasi perumahan yang tidak bisa ditahan lagi, khususnya di London; kontrak-kontrak jam nol dan kondisi-kondisi kerja rawan lainnya; ditambah pemotongan-pemotongan terhadap dukungan pendapatan, housing benefit (atau jaminan sosial di bidang perumahan), dan jaring pengaman kesejahteraan lainnya. Setiap dan semua hal ini (serta banyak hal lainnya) bisa menjadi percik pemicu gerakan besar pemuda dan para pelajar Marxis harus dengan sekuat tenaga mengintervensi dala peristiwa-peristiwa di sekitar faktor-faktor ini.

Kami sudah mengintervensi aksi solidaritas Meksiko dan membuat hubungan-hubungan penting dengan populasi pelajar Marxis di negara ini. Beberapa perhimpunan Marxis sudah meloloskan resolusi-resolusi di serikat-serikat mahasiswanya serta menyerukan demonstrasi sesuai Kampanye Solidaritas Meksiko. Perhimpunan-perhimpunan ini juga mendirikan stan-stan di kampus untuk menginformasikan kepada para mahasiswa mengenai situasi di Meksiko dan sudah mengambil foto-foto solidaritas dengan para mahasiswa Meksiko. Inisiatif-inisiati demikian bermanfaat dalam menyoroti gerakan di Meksiko dan menaikkan profil Federasi Pelajar Marxis. Inisiatif-inisiatif lebih lanjut dengan kampanye ini harus dilakukan.

Beberapa pelajar Marxis di London juga telah mengintervensi demonstrasi Ferguson dan #blacklivesmatter di Britania dengan leaflet-leaflet dan plakat-plakat sementara. Intervensi-intervensi ini kecil akibat pendeknya pengumuman aksi dan waktu aksi, suatu fakta yang memang harus dicermati perkembangannya dan harus fleksibel dalam pendekatannya. Ini adalah inisiatif yang baik dan sekali lagi menaikkan profil MSF.

Dalam kedua pperistiwa ini, pemikiran-pemikiran kita, tulisan-tulisan kita, dan kehadiran aktif kita telah diterima dengan baik. Dalam demonstrasi-demonstrasi Ferguson dan #blacklivesmater banyak demonstran lainnya minta berfoto dengan plakat-plakat sementara yang dibawa oleh kawan-kawan dengan kutipan Malcolm X “Tidak ada kapitalisme tanpa rasisme”. Kampanye solidaritas Meksiko telah diterima secara serupa. Bahkan di beberapa daerah setumpuk pamflet Marxis yang menganalisis situasi di Meksiko juga disambut baik di pertemuan-pertemuan perhimpunan. Jelas terdapat dahaga bessar atas pemikiran-pemikiran Marxis di antara lapisan-lapisan tertentu gerakan pelajar. Tugas pokok para pelajar Marxis adalah menghubungkan lapisan-lapisan ini.

Kami juga mengintervensi demonstrasi-demonstrasi nasional pada 18 Oktober (Demonstrasi-demonstrasi TUC) dan 19 November (menuntut Pendidikan Gratis). Pada dua hal pertama ini, kami merupakan blok pemuda terbesar yang hadir, lebih dari 70 orang. Ini indikasi meningkatnya kekuatan Federasi Pelajar Marxis di skala nasional.

Perhimpunan-perhimpunan juga perlu mencoba menghubungkan diri dengan kelompok-kelompok mahasiswa lainnya di kampus. Semester lalu Perhimpunan Marxis Newcastle menggelar perteman gabungan dengan perhimpunan Feminis Newcastle. Perhimpunan-perhimpunan lain seperti klub Buruh, perhimpunan mahasiswa Partai Hijau, dan kelompok-kelompok politik lainnya bisa didekati untuk pertemuan-pertemuan gabungan atau debat antar klub. Khususnya terkait menjelangnya pemilihan umum.

Para pelajar Marxis juga bisa mendiskusikan dan mengesahkan resolusi-resolusi, baik secara internal dan di serikat-serikat mahasiswa dan serikat-serikat buruh, terkait Kampanye Membela Serikat buruh Pakistan dan kampanye Solidaritas dengan Perlawanan Antifasis di Ukrainia berdasarkan even-even terkait kampanye ini yang telah berlangsung di tahun akademik ini. Demi membantu publikasi-publikasi resolusi-resolusi seperti ini, perhimpunan perlu memproduksi leaflet-leaflet dan poster-poster dengan teks resolusi dicetak di atasnya dan informasi mengenai kampanye dan perhimpunan Marxis, serta bagaimana berpartisipasi di dalamnya.

Kesempatan-kesempatan akan muncul sendiri untuk kampanye-kampanye dan intervensi-intervensi dalam berbagai topik. Para pelajar Marxis perlu selalu memikirkan tentang apakah mereka bisa menulis artikel, baik untuk Federasi atau untuk pers pelajar; apakah mereka bisa mengesahkan suatu resolusi di perhimpunan atau di serikat pelajar; apakah leaflet-leaflet dan poster-poster bisa diproduksi; apakah demonstrasi bisa diserukan terkait isu ini. Pengambilan inisiatif-inisiatif macam ini, demi mengusung pemikiran-pemikiran Marxis dengan cara konkret, adalah kunci bagi kerja-kerja perhimpunan Marxis.

Perhimpunan Marxis di KCL bisa mengambil inisiatif untuk merumuskan dan mengesahkan suatu resolusi yang menyerukan menyerukan pada universitas untuk ‘blacklist the blacklisters’ atau ‘masukkan para pendaftar hitam ke daftar hitam’, dengan penekanan khusus atas pembentukan firma-firma dimana marak tindakan menarget para orang dan memasukknnya ke daftar hitam. Ini dilakukan dengan diringi penulisan artikel bertemakan pers mahasiswa yang dimasukkan di daftar htam karena menjadi anggota perhimpunan. Resolusi ini bisa diambil oleh dewat serikat mahasiswa dan diteruskan ke cabang-cabang serikat buruh setempat demi membangun hubungan-hubungan dengan mereka.

Kelemahan para pimpinan NUS membuktikan perlunya pemikiran-pemikiran Marxis di organisasi ini. Para mahasiswa Marxis perlu mengambil kesempatan untuk maju mencalonkan diri sebagai delegasi-delegasi NUS sebagaimana yang dilakukan di UCL, Sheffield Hallam, Bristol, dan Manchester. Calon-calon kita di Pemilu perlu maju dengan program sosialis yang jelas dengan memobilisasi orang sebanyak-banyaknya di kampus dalam suatu kampanye aktif berdasarkan pemikiran-pemikiran Marxis. Kita harus menargetkan mengirim lusinan delegasi di konferensi NUS berikutnya.

Semua aktivitas ini berdasrkan pertemuan mingguan perhimpunan-perhimpunan Marxis untuk mendiskusikan pertanyaan-pertanyaan terkait teori Marxis, yang merupakan panduan aksi kita. Sebagaimana yang dikatakan Lenin, “tak ada gerakan revolusioner tanpa teori revolusioner”. Pengalaman kiri di Inggris dan di dunia, telah menunjukkan nyatanya hal ini berkali-kali. Demi memahami peristiwa-peristiwa dimana kita mengintervensi ini, kita perlu mendidik diri kita dengan pemikiran-pemikiran Marxis di bidang ekonomi, politik, filsafat, dan sebagainya.

Demi revolusi sosialis internasional

Peristiwa-peristiwa di dunia menyebabkan rakyat, khususnya pemuda, menarik kesimpulan-kesimpulan radikal dan bahkan revolusioner. Orang-orang ini harus dimenangkan ke pemikiran Marxisme, karena pemikiran Marxisme merepresentasikan satu-satunya pemikiran yang mampu memandu perubahan revolusioner yang akan memecahkan persoalan yang diakibatkan kapitalisme. Inilah tugas Federasi Pelajar Marxis—mendidik para pelajar dengan teori dan praktik dalam cara terbaik untuk memperjuangkan sosialisme.

Sebagai pelajar Marxis kita harus berjuang menyebarkan pemikiran-pemikiran ini ke sebanyak mungkin kampus di Britania dan kami menerima pendaftaran dari semua kelompok yang setuju dengan perspektif kami untuk berafiliasi ke Federasi Pelajar Marxis. Kita harus berjuang memperkuat hubungan-hubungan kita dengan organisasi-organisasi pemuda di negara-negara lain yang memperjuangkan tujuan-tujuan yang sama.

Organisasi kami masih kecil tapi sedang tumbuh pesat. Bila kita telaten, berdedikasi, bersemangat, dan berani maka pemikiran Marxisme akan membentuk masa depan gerakan buruh dan mahasiswa dengan cara yang pasti dan perjuangan kita untuk revolusi sosialis internasional akan berhasil.

*diterjemahkan dari “Perspectives and tasks for Marxist students in 2015” sebagaimana ditulis Marxist Student Federation pada 5 Januari 2015 di socialist.net dan dipublikasikan ulang via Bumi Rakyat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

MENA Solidarity Network

Solidarity with Workers in the Middle East

Indonesian Peoples' Alliance (IPA)

Movement for Peoples Sovereignty and Trade to Serve the Peoples!

Maruti Suzuki Workers Union

Inquilab Zindabad! Mazdoor Ekta Zindabad!

wonosobo bergerak

Pijar Harapan untuk Rakyat

WONOSOBO BERGERAK

Pijar Harapan untuk Rakyat

SEKBER

sekolah bersama

Jurnal Ari

Coretan iseng pengelana

Insatiable Booksluts

Voracious readers tell you if that book is going to suck.

Ughytov's Blog

Just another WordPress.com site

Shiraz Socialist

Because there have to be some lefties with a social life

LKIP

Lembar Kebudayaan IndoPROGRESS

Partai Rakyat Pekerja Komite Kota Makassar

SOSIALISME, Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja. SOSIALISME, Solusi Bagi Krisis Kapitalisme

boemipoetra

In A Time Of Universal Deceit, Telling The Truth Is A Revolutionary Act

Berita Buruh Indonesia

sebagai SEKOLAH PERANG, SERIKAT BURUH TIDAK terkalahkan

Working Indonesia

A Blog Covering Labor Activism in Indonesia

ARTIKEL BURUH

buruhberjuang.wordpress.com

Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung

SATU dan BERSATU oleh PERS & karena MAHASISWA

Home

One voice, unify power, unify actions for workers rights

%d blogger menyukai ini: