Kudeta Anti-Revolusi Bolivarian Kembali Pecah dan Berhasil Digagalkan di Venezuela

Anti-Imperialist graffiti in the El Junquito slum in Caracas, Venezuela.

Kamis 12 Februari 2015, otoritas Venezuela mengumumkan penangkapan tujuh perwira Angkatan Udara Venezuela yang terlibat rencana kudeta untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Maduro yang terpilih secara demokratis dan mendirikan “pemerintahan Transisional” sebagai gantinya.

Menurut Presiden Maduro, rencana kudeta tersebut melibatkan para perwira militer yang aktif maupun pensiunan serta ditambah beberapa tokoh oposisi. Ia juga menjelaskan bagaimana orang-orang yang terlibat rencana kudeta ini sudah dijanjikan visa ke Amerika Serikat (AS) bilamana kudeta itu gagal dan mendapatkan bayaran dalam bentuk dolar AS. Ini menunjukkan partisipasi Imperialisme AS dalam upaya kudeta reaksioner di Venezuela tersebut.

Kampanye Hands Off Venezuela secara tegas menentang upaya penggulingan revolusi Bolivarian dengan kekerasan ini. Rakyat Venezuela secara demokratis telah mengekspresikan dukungan mereka demi tujuan-tujuan yang diperjuangkan baik almarhum Presiden Chavez maupun Presiden Maduro, dalam berbagai pemilihan umum (Pemilu) dan referendum selama 16 tahun terakhir ini.

Kaum oligarki Venezuela dan Imperialisme AS yang berulangkali kalah dalam pemilu-pemilu, terus berencana menghancurkan revolusi dengan segala cara yang mereka bisa. Kerusuhan-kerusuhan jalanan, kudeta-kudeta militer, pembunuhan-pembunuhan politik, dan sebagainya, semua telah mereka coba untuk menghancurkan revolusi.

Mobilisasi penuh kesadaran rakyat Venezuela selalu mengalahkan mereka dalam tiap kesempatan.

Kami juga menyerukan perhatian pada fakta bahwasanya tiga tokoh pemimpin oposisi yaitu María Corina Machado, Leopoldo López, dan Antonio Ledezma, yang telah mengeluarkan suatu seruan “Perjanjian Transisional Nasional” pada waktu bertepatan dengan plot kudeta ini, sebelumnya juga terlibat dalam kudeta 2002.

Saat ini kami ingin menegaskan kembali komitmen kami untuk membela revolusi Bolivarian. Kami menyerukan mobilisasi gerakan buruh dan opini publik progresif seluas mungkin untuk membela kehendak demokratis rakyat Venezuela melawan mesin oligarki dan imperialisme ini.

AS, Enyahlah dari Venezuela!

Hormati kehendak demokratis rakyat Venezuela!

Pertahankan dan tuntaskan revolusi Bolivarian!

Hapus impunitas!

*diterjemahkan dari pernyataan sikap Hands Off Venezuela yang diterbitkan pada 16 Februari 2015. Diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan dipublikasikan ulang via Bumi Rakyat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

MENA Solidarity Network

Solidarity with Workers in the Middle East

Indonesian Peoples' Alliance (IPA)

Movement for Peoples Sovereignty and Trade to Serve the Peoples!

Maruti Suzuki Workers Union

Inquilab Zindabad! Mazdoor Ekta Zindabad!

wonosobo bergerak

Pijar Harapan untuk Rakyat

WONOSOBO BERGERAK

Pijar Harapan untuk Rakyat

SEKBER

sekolah bersama

Jurnal Ari

Coretan iseng pengelana

Insatiable Booksluts

Voracious readers tell you if that book is going to suck.

Ughytov's Blog

Just another WordPress.com site

Shiraz Socialist

Because there have to be some lefties with a social life

LKIP

Lembar Kebudayaan IndoPROGRESS

Partai Rakyat Pekerja Komite Kota Makassar

SOSIALISME, Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja. SOSIALISME, Solusi Bagi Krisis Kapitalisme

boemipoetra

In A Time Of Universal Deceit, Telling The Truth Is A Revolutionary Act

Berita Buruh Indonesia

sebagai SEKOLAH PERANG, SERIKAT BURUH TIDAK terkalahkan

Working Indonesia

A Blog Covering Labor Activism in Indonesia

ARTIKEL BURUH

buruhberjuang.wordpress.com

Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung

SATU dan BERSATU oleh PERS & karena MAHASISWA

Home

One voice, unify power, unify actions for workers rights

%d blogger menyukai ini: