Troika dengan Nama Lain tapi tetap Berbau Penindasan

Anti Troika

Jumat 20 Februari 2015, Yunani menandatangani pernyataan gabungan dengan Menteri-Menteri Keuangan Grup Eropa yang Mencampakkan Program yang diusung dalam kampanye Pemilu yang kemudian membawa SYRIZA (Partai Koalisi Radikal Kiri) pada kemenangan di 25 Januari 2015 serta pernyataan-pernyataan pemerintah setelahnya. Apa saja rincian kesepakatannya?

Pertama-tama, pernyataan tersebut jelas menyatakan bahwa apa yang disetujui adalah perpanjangan talangan, bukan suatu “pinjaman-perantara” baru yang diminta Varoufakis, menteri keuangan Yunani. Selanjutnya pernyataan tersebut menambahkan bahwa “perpanjangan Kesepakatan Fasilitas Pendampingan Finansial Pokok (MFFA)…didukung oleh seperangkat komitmen”. Dengan kata lain perpanjangan talangan diberikan dengan syarat penerimaan terhadap Memorandum Pemahaman.

Pernyataan ini juga menjelaskan bahwa Troika (Dana Moneter Internasional (IMF), Bank Sentral Eropa, dan Komisi Eropa) akan terus meninjau dan mengabulkan atau menolak kebijakan-kebijakan pemerintah Yunani. Troika yang sekarang disebut pemerintah Yunani sebagai “institusi-institusi” dan tidak lagi disebut Troika, tetap berkuasa dan memengaruhi Yunani.

Ini kemunduran besar bagi pemerintah Yunani, yang telah memenangkan pemilu dengan basis penolakan terhadap Memorandum dan Troika. Dalam beberapa pidato di hadapan parlemen Yunani, Alexis Tsipras sebelumnya menyatakan dengan jelas berkali-kali: “Troika sudah habis, Memorandum sudah habis.”

Lantas konsesi-konsesi besar ini diberikan untuk apa? Pemerintah Yunani mendapatkan janji pembayaran “angsuran besar dari program Dana Stabilitas Finansial Eropa (EFSF) terkini serta transfer dari keuntungan Program-program Pasar Modal (SMP) 2014.” (Profit-profit SMP datang dari ECB dengan menahan obligasi-obligasi Yunani, dengan kata lain, bunga hutang yang dibayarkan pemerintah Yunani kepada ECB).

Bagaimanapun juga, tak satupun dari uang ini yang akan diberikan sampai pemerintah Yunani menerapkan “daftar pertama dari langkah-langkah reforma, berdasarkan persetujuan terkini, pada Senin 23 Februari”. Lebih lanjut lagi, “institusi-institusi akan memberikan penilaian pertama apakah ini cukup komprehensif sebagai titik awal yang valid bagi kesimpulan keberhasilan penilaian tersebut. Daftar ini selanjutnya akan diperinci dan disetujui oleh institusi-institusi pada akhir April.”

Dengan kata lain, pemerintah Yunani bisa mengajukan proposal apapun yang dimauinya asalkan dalam batasan-batasan kesepakatan terkini, dan Troika (“institusi-institusi”) yang akan menentukan apakah daftar tersebut bisa diterima atau tidak.

Kesepakatan itu dengan jelas menyatakan bahwa “hanya persetujuan kesimpulan penilaian…oleh institusi-institusi yang akan memungkinkan pembayaran apapun” dari uang yang menjadi piutang Yunani.

Pernyataan ini juga dengan jelas merincikan bahwa pemerintah Yunani tidak bisa bertindak tanpa izin dari troika: “Para otoritas Yunani menyatakan mundur dari membalikkan langkah-langkah dan perubahan-perubahan unilateral terhadap reforma-reforma struktural dan kebijakan.” Ya, benar, ada klausa yang mengatakan bahwa ini hanya diterapkan pada langkah-langkah “yang akan berdampak negatif terhadap target-target fiskal, pemulihan ekonomi, atau stabilitas finansial”, karenanya memengaruhi hampir setiap langkah substansial yang akan diambil pemerintah Yunani. Namun bahkan disini, apakah langkah-langkah yang diambil pemerintah akan tercakup oleh klausa ini atau tidak itu akan “ditentukan oleh institusi-institusi.”

Inilah manuver 180 derajat lain dari kebijakan pemerintah Yunani. Sebelumnya di pekan ini, saat mengajukan Pavlopoulos, seorang tokoh sayap kanan, bekas politisi partai Demokrasi Baru, sebagai calon presiden, Tsipras membuat pernyataan jelas bahwa pada Jumat 20 Februari 2015, pemerintah akan membalikkan langkah-langkah pengetatan anggaran yang dimandatkan oleh referendum. Salah satunya adalah pengembalian perundingan kolektif yang sebelumnya dihapus oleh Troika.

Tindak pembangkangan ini, yang disambut dengan antusiasme oleh para buruh Yunani, membuat marah para kapitalis Jerman. Dalam balasan kilat terhadap surat Varoufakis di Kamis, 19 Februari 2015, Schäuble menuntut seragkaian penuh dari pemerintah Yunani, termasuk: “Ketiga, Yunani harus menyatakan secara terbuka bahwa ia akan mundur dari langkah-langkah nasional unilateral yang ingin membalikkan program terkini.” Para pejabat dengan segera harus tidak mengambil langkah atau kebijakan yang tidak sesuai dengan komitmen-komitmen yang ada dalam program terkini atau memperburuk situasi finansial. Ini termasuk menahan diri dari mengumumkan pasar tenaga krja dan reforma sosial yang divoting di Parlemen pekan ini.

Inilah arogansi para kapitalis Jerman yang mendikte kebijakan-kebijakan pemerintah Yunani, yang pada kenyataannya adalah keberlanjutan pemaksaan langkah-langkah pengetatan anggaran yang brutal, tidak demokratis, dan menghina, serta membebani rakyat pekerja Yunani selama empat tahun terakhir.

Tidak hanya itu saja; pernyataan tersebut juga memuat tekanan berikut: “Para otoritas Yunani harus menyatakan kembali komitmen tegas mereka untuk menghormati kewajiban-kewajiban finansial mereka terhadap para krediturnya sepenuhnya dan seterusnya.” Varoufakis telah mencampakkan gagasan asli yang terkandung dalam program Thessaloniki bahwasanya akan ada semacam konferensi debitur Eropa yang akan berujung pada penghapusan sejumlah besar hutang dan penundaan hutang lainnya. Inilah yang dikatakan program Thessaloniki: “Hapus sebagian besar nilai nominal hutang publik sehingga dapat dipertahankan dalam konteks ‘Konferensi Hutang Eropa…’ Termasuk suatu ‘klausa pertumbuhan’ dalam pembayaran kembali bagian lainnya sehingga menjadi berorientasi pendanaan terhadap pertumbuhan dan bkan pendanaan terhadap anggaran. Termasuk suatu masa tenggang (‘moratorium’) atas hutang untuk menyalamtkan pendanaan bagi pertumbuhan.” Semua pernyataan ini kini sudah diganti dengan pembayaran kembali hutang sepenuhnya dan seterusnya!

Setiap langkah progresif yang ingin diambil pemerintah Yunani harus berada dalam batasan0batasan target-target fiskal yang harus disetujui oleh “institusi-institusi”. Ini artinya bahwa pemerintah Yunani, di tengah kabut resesi ekonomi yang parah, akan dipaksa mendanai langkah apapun untuk rakyat pekerja dengan menerapkan pemotongan anggaran di sektor lainnya atau menaikkan pendapatan.

Varoufakis telah menyiratkan bahwa ini hanya bisa dilakukan dengan melarang pengemplangan pajak dan penyelundupan BBM. Tidak diragukan lagi bahwa para kapitalis Yunani selama ini mengemplang pajak. Apa yang meragukan adalah, bisakah mereka dipaksa membayar pajak? Kaum oligarki Yunani selama ini telah terlibat dalam kampanye menyabotase pemerintahan SYRIZA yang terpilih secara demokratis melalui capital flight (melarikan modal/investasi) secara sistematis dan menarik deposito yang sekarang makin mereka kencangkan. Uang para kapitalis Yunani sekarang mereka simpan aman di rekening-rekening bank asing di luar negeri.

Varoufakis telah berupaya menjelaskan bahwa pernyataan ini mengandung beberapa konsesi positif yang dimenangkan pihak Yunani. Utamanya adalah target untuk surplus-surplus pokok dalam anggaran akan ditinjau ulang. Namun bagaimana bunyi pernyataan ini sebenarnya? “Para otoritas Yunani juga harus berkomitmen untuk menjamin pengambilan surplus-surplus fiskal atau mendanai proses-proses yang diperlukan untuk menjamin sustainabilitas hutang sesuai pernyataan Eurogroup November 2012. Institusi-institusi akan mempertimbangkan situasi kondisi ekonomi di tahun 2015 untuk mencapai target surplus pokok 2015.” Di tahun 2012, grup Eropa sudah bicara bahwasanya target 4,5% surplus anggaran pokok ditunda ke tahun 2016. Apa yang ditambahkan pernyataan kali ini adalah Troika yang akan memutuskan target yang berbeda. Jadi bagaimanapun juga tidak ada angka yang pasti. Pastinya bukan angka 1,5% yang dinyatakan Varoufakis?

 

Jadi Apa Arti Pernyataan Ini?

Pertama, ini semua menunjukkan bahwa kehendak demokratis rakyat Yunani, yang terekspresikan dalam pemilu 25 Januari berkontradiksi secara langsung dengan kepentingan-kepentingan kapitalisme Eropa. Inilah yang selalu terjadi dalam demokrasi borjuis, dimana rakyat dibolehkan mencoblos berbagai partai yang berbeda, namun keputusan utamanya selalu diambil oleh segelintir bankir dan kapitalis. Dalam kasus ini, hal ini telah muncul dalam sifat yang paling brutal dan ruang waktu yang paling pendek. Aspirasi-aspirasi rakyat Yunani yang benar dan masuk akal (pengembalian tingkat upah minimum, hak-hak perundingan kolektif, penghentian privatisasi, energi gratis untuk rumah tangga-rumah tangga yang tidak sanggup membayar, dan sebagainya.) tidak bisa diwujudkan dalam batasan-batasan kapitalisme yang tengah mengalami krisis.

Paul Mason, jurnalis Inggris, menyatakan dengan lugas saat ia mengajukan pertanyaan pada Dijsselbloem dalam konferensi Pers setelah pertemuan Grup Eropa: “Apa yang akan kau katakan pada rakyat Yunani, yang demokrasinya baru saja kau rusak.” Dalam pernyataan lain Schäuble secara tidak langsung menjawab pada pernyataan tersebut: “Yunani jelas akan kesulitan menjelaskan kesepakatan mereka kepada para pemilihnya.”

Kedua, ini menunjukkan watak utopis dari premis yang terkandung dalam program Thessaloniki, yaitu langkah-langkah radikal seakan-akan bisa dicapai melalui negosiasi dengan para pemberi pinjaman hutang. Tendensi Komunis SYRIZA dan Tendensi Marxis Internasional atau International Marxist Tendency (IMT) telah memperingatkan akan hal ini sebelum pemilu. Sebagaimana yang telah kami jelaskan, kelas kapitalis Eropa tidak siap memberikan konsesi-konsesi besar kepada pemerintah Yunani. Saty-satunya cara untuk menerapkan langkah-langkah konkret dalam program Thessaloniki adalah putus hubungan dengan kapitalisme.

Ketiga, sebagaimana juga karena alasan ekonomi (krisis kapitalisme) terdapat alasan politik penting kenapa kelas penguasa Eropa tidak siap memberikan konsesi-konsesi serius kepada SYRIZA: ancaman akan menjadi contoh baik. Kalau pemerintah Yunani telah diperbolehkan menerapkan deretan langkah yang diumukan sebelumnya, membalik sebagian besar program pengetatan anggaran yang dipaksakan Troika selama 4 tahun, maka rakyat Spanyol, Portugal, Irlandia, dan lainnya, akan menuntut hal yang sama. Ini secara pesat akan berujung pada jatuhnya pemerintah-pemerintah sayap kanan yang dibenci rakyat di negara-negara tersebut. Ini juga akan membuat pemerintah-pemerintah Prancis dan Italia di bawah tekanan besar untuk mengubah kebijakan-kebijakannya. Kaum kapitalis tidak mau ini terjadi. Sebagaimana yang dijelaskan oleh beberapa sumber, Spanyol dan Portugal merupakan negara yang paling keras dalam menentang konsesi apapun untuk Yunani.

Kesepakatan ini sudah dihujani kritik tajam dari dalam SYRIZA sendiri. Yang pertama kali menentang adalah Manolis Glezos, Anggota Parlemen Eropa dari Partai SYRIZA sekaligus seorang veteran perlawanan anti-NAZI. Ia mempublikasikan pernyataan keras: “Dengan menamai ulang Troika menjadi Institusi, Memorandum Pemahaman menjadi Kesepakatan, dan para pemberi hutang menjadi partner, kalian tidaklah mengubah situasi sebelumnya sama sekali. Ini sama saja dengan mengganti nama daging menjadi ikan.” Dengan tepat ia menjelaskan bahwa “rakyat yang memilih SYRIZA karena SYRIZA berjanji: menghapus pemotongan anggaran, yang bukan hanya strategi oligarki Jerman dan negara-negara Uni Eropa lainnya, namun juga strategi oligarki Yunani. Mencampakkan Memoranda dan Troika serta menghapus semua undang-undang yang menerapkan pemotongan anggaran.” Ia menambahkan: “Kini sebulan telah berlalu dan janji-janji itu tidak dipraktikkan. Sayang, sungguh sayang. Saya MINTA MAAF kepada rakyat Yunani karena telah mendukung ilusi ini.”

Glezos tidak membatasi kepada dirinya saja dalam mengkritik kesepakatan tersebut. Ia juga menyerukan kepada para anggota SYRIZA untuk mengorganisir oposisi menentangnya: “Para anggota, kawan-kawan, dan pendukung-pendukung SYRIZA di semua tingkatan organisasi harus memutuskan dalam pertemuan-pertemuan luar biasa apakah mereka menerima atau menolak situasi ini.”

Dalam pernyataan menentang kesepakatan tersebut, Tendensi Komunis SYRIZA juga menyerukan kongres partai darurat untuk membahas persoalan ini, serta menyerukan para anggota parlemen SYIZA, khususnya dari sayap kiri partai, untuk memvoting menolaknya saat dibahas di Parlemen.

Sofia Sakarofa, anggota parlemen Eropa lainnya yang juga dari SYRIZA, yang dipecat dari PASOK di tahun 2010 karena memvoting menolak hutang talangan pertama mengatakan: “Rakyat telah memberi kita mandat untuk mengakhiri Memorandum. Kita tidak punya legitimasi politik untuk melakukan yang sebaliknya.”

Bagaimanapun juga sejauh ini, para tokoh pimpinan dari Platform Kiri SYRIZA belum mengambil posisi yang jelas. Malah mereka semua memvoting mendukung Pavlopoulos, bekas politisi partai Demokrasi Baru, sebagai presiden Yunani, meskipun beberapa menyeruakan penolakannya. Hanya satu anggota parlemen SYRIZA dari Platform Kiri, yaitu Ioanna Gaitani, yang menolak memvoting mendukungnya.

Beberapa orang yang menentang kesepakatan ini akan bertanya pada diri sendiri, apa alternatifnya? Kesepakatan ini ditandatangani di bawah ancaman dan tekanan luar biasa. Dikabarkan bahwa tingkat penarikan deposito dari bank-bank Yuani kini telah mencapai satu miliar Euro dalam satu hari. Namun jelas bahwa para kapitalis Yunani yang tengah menyabotase pemerintah Yunani ini seharusnya tidak mengagetkan siapapun. Sudah kelihatan bahwa para kapitalis Eropa tidak akan memberikan konsesi pada pemerintah Yunani hanya karena argumen logis. Jadi sekarang apakah kepemimpinan SYRIZA tidak punya rencana cadangan?

Dari awal Tendensi Komunis SYRIZA telah memperingatkan tentang hal ini dan menyatakan bahwa satu-satunya jalan dalam pertempuran ini adalah dengan mengambil tindakan-tindakan defensif dan preventif yang tegas terhadap para kapitalis: kontrol-kontrol kapital, nasionalisasi bank-bank dan institusi-institusi finansial, sita harta oligarki, dan hapuskan hutang Yunani. Bahkan dari sudut pandang mereka yang menyatakan bahwa konsesi-konsesi hanya direbut melalui negosiasi-negosiasi keras, jelas akan mengerti bahwa kalau kita mendatangi meja perundingan tanpa senjata maka kita tidak akan mendapatkan apa-apa. Sebaliknya, dari hari pertama, Varoufakis telah memberikan konsesi dan semakin banyak konsesi. Kesepakatan 20 Februari adalah kesimpulan logis dari seluruh strategi pimpinan SYRIZA.

Ya, ada alternatif tapi harus pecah dengan logika kapitalisme dan memobilisasi rakyat pekerja Yunani dan Eropa. Tak ada yang bisa mengatakan bahwa ini tidak mungkin. Pernyataan-pernyataan pertama pemerintah yang dipandang sebagai penolakan radikal dan tanpa kompromi terhadap Memorandum, Troika dan pengetatan anggaran, langsung menuai dukungan besar.

Dalam jajak pendapat SYRIZA naik dari 36% (angka kemenangan di Pemilu) menjadi 45% sementara partai Demokrasi Baru merosot dari 27% menjadi 18%. Saat ditanya apakah mereka mendukung pendirian pemerintah dalam perundingan, sebanyak 81% responden menjawab ya. Inilah basis bagi langkah-langkah tegas melawan kapitalisme, dengan menjelaskan kepada rakyat yang dihadapkan dengan oposisi keras dari Troika, inilah satu-satunya jalan ke depan.

Karena sudah semakin jelas bahwa tiap putaran “negosiasi” membuat pemerintah Yunani semakin memberikan konsesi semakin banyak, maka sentimen massa mulai berubah menjadi kritis. Massa menghendaki pemerintah untuk berdiri tegas, namun sebaliknya pemerintah malah tunduk di bawah tekanan. Inilah pendekatan “realistis” dari Varoufakis dan kawan-kawannya. Mereka pikir mereka bertindak cerdik padahal sebaliknya mereka menjadi pemerintah Kiri yang tunduk di bawah tekanan kapital finans Eropa.

Belum terlambat. Para kader dan anggota partai SYRIZA harus mengorganisir oposisi melawan kesepakatan ini. Platform Kiri punya tanggung jawab khusus terkait hal ini. Jalan ke depan adalah putus dengan Troika, hapus hutang, terapkan langkah-langkah anti-memorandum dari program Thessaloniki seluruhnya, serta serukan kepada para buruh Yunani untuk memobilisasi diri mendukung langkah-langkah ini. Para buruh Eropa memandang dengan penuh seksama kepada apa yang terjadi di Yunani dan cepat atau lambat mereka juga akan merespon. Segera ambil langkah ini atau kalau tidak medan pertempuran akan menyiapkan pada penguatan angkatan-angkatan reaksioner sayap kanan di Yunani.

*ditulis oleh Jorge Martin pada Senin 23 Februari 2015 dan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia serta dipublikasikan ulang oleh Bumi Rakyat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

MENA Solidarity Network

Solidarity with Workers in the Middle East

Indonesian Peoples' Alliance (IPA)

Movement for Peoples Sovereignty and Trade to Serve the Peoples!

Maruti Suzuki Workers Union

Inquilab Zindabad! Mazdoor Ekta Zindabad!

wonosobo bergerak

Pijar Harapan untuk Rakyat

WONOSOBO BERGERAK

Pijar Harapan untuk Rakyat

SEKBER

sekolah bersama

Jurnal Ari

Coretan iseng pengelana

Insatiable Booksluts

Voracious readers tell you if that book is going to suck.

Ughytov's Blog

Just another WordPress.com site

Shiraz Socialist

Because there have to be some lefties with a social life

LKIP

Lembar Kebudayaan IndoPROGRESS

Partai Rakyat Pekerja Komite Kota Makassar

SOSIALISME, Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja. SOSIALISME, Solusi Bagi Krisis Kapitalisme

boemipoetra

In A Time Of Universal Deceit, Telling The Truth Is A Revolutionary Act

Berita Buruh Indonesia

sebagai SEKOLAH PERANG, SERIKAT BURUH TIDAK terkalahkan

Working Indonesia

A Blog Covering Labor Activism in Indonesia

ARTIKEL BURUH

buruhberjuang.wordpress.com

Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung

SATU dan BERSATU oleh PERS & karena MAHASISWA

Home

One voice, unify power, unify actions for workers rights

%d blogger menyukai ini: