Chile: Mahasiswa dan Pelajar Menangkan Pendidikan Gratis

Chile

matta

Michelle Bachelet, presiden baru Chile, menegaskan kembali janjinya untuk menerapkan pendidikan tinggi gratis di Chile. Pernyataan perempuan ini merupakan salah satu pemenuhan tuntutan yang dibuahkan dari gerakan pelajar mahasiswa di Chile.

Dalam pemilu sebelumnya, Mayoritas Baru, koalisi partai-partai kiri-tingeh memenangkan mayoritas di Kongres dan Senat Chile. Bachelet, kandidat, yang diajukan Mayoritas Baru, terpilih sebagai presiden.

Tanggal 11 Maret 2014 lalu Bachelet menjabat presiden untuk periode kedua, setelah menjabat pada 2006-2010. Ia menggantikan presiden sayap kanan sebelumnya: Sebastian Pinera.

Bachelet dan menteri pendidikannya, Nicolas Eyzaguirre bergerak cepat untuk menegaskan kembali komitmen-komitmen pendidikan mereka, dan memulai perundingan penerapannya. Undang-undang baru telah diumumkan.

Bachelet telah menegaskan kembali komitmennya untuk menerapkan pendidikan tinggi gratis untuk 70% mahasiswa Chile yang paling miskin atau 840.000 mahasiswa dalam jangka empat tahun. Melalui program ini maka semua 1,2 juta mahasiswa akan diberikan pendidikan tinggi gratis dalam enam tahun.

Mahsiswa-mahasiswa Chile selama ini mebayar biaya pendidikan yang termasuk paling mahal di dunia-50% lebih tinggi dari mahasiswa Australia. Sebesar 75% biaya operasi pendidikan didanai dari uang yang dibayarkan mahasiswa, ini merupakan biaya mahasiswa paling tinggi di negara OECD manapun.

Meskipun terdapat beasiswa dan pinjaman pemerintah, banyak mahasiswa selama ini terpaksa mengajukan pinjaman pada bank untuk menutup biaya kuliah mereka serta mengakibatkan menumpuknya beban hutang yang sangat besar di pundak pemuda mahasiswa.

Bagaimanapun juga meskipun bila undang-undang baru ini disahkan, masih terdapat isu-isu yang belum dipecahkan terkat penerapan pendidikan gratis di Chile. Bisa jadi ada konflik antara Bachelet dan mahasiswa terkait apakah pendidikan tinggi gratis diakses melalui beasiswa atau pendanaan pemerintah secara langsung melalui institusi-institusi pendidikan, sebagaimana yang dituntut mahasiswa.

Terdapat juga persoalan dengan bilamana mahasiswa mendapatkan pendidikan gratis bagaimanakah nasib hutang-hutang pendidikan yang selama ini ditanggung mahasiswa, serta bagaimana nasib para mahasiswa di institusi-institusi swasta.

Komitmen-komitmen pendidikan Bachelet juga menyertakan penghapusan terhadap penarikan laba swasta dari semua institusi pendidikan yang disokong pemerintah, sehingga menyediakan taman kanak-kanak gratis untuk semua anak, serta “demunisipalisasi” sekolah-sekolah publik yang artinya mengembalikan tanggungjawab pendidikan dari pemerintah daerah ke pemerintah pusat.

Bachelet berniat mendanai reforma-reforma pendidikan ini, bersama dengan program-program sosial lainnya yang dijanjikan serta menutup defisit struktural dengan menaikkan pendapatan dari pajak sebesar 3% dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB) atau hampir senilai $10 miliar.

Bachelet telah mengumumkan rencana-rencana menaikkan tingkat pajak yang ditarik dari perusahaan dari 20% hingga 25% untuk menutup lubang pajak yang selama ini diakibatkan pengemplangan serta penghindaran pajak oleh kaum konglomerat di Chile.

Reforma-reforma pendidikan ini akan menandai suatu langkah menjauh dari pendidikan sebagai komoditas yang diperjualbelikan di pasar. Ini merupakan suatu langkah maju ke pendidikan sebagai hal yang bersifat sosial serta hak asasi manusia, didanai pemerintah, agar bisa membantu menghapus kesenjangan.

Reforma-reforma ini bisa terjadi karena aksi politik mahasiswa-mahasiswa Chile, khususnya oleh generasi-generasi yang tumbuh dewasa sejak akhir kediktatoran Augusto Pinochet di 1990.

Tahun 2006 lalu terdapat “Revolusi Penguin” dimana ratusan ribu pelajar SMA melakukan mogok dan menduduki ratusan sekolah. Mereka didukung oleh serikat-serikat mahasiswa dan juga serikat-serikat guru.

Tahun 2011 terjadi “Musim Dingin Chile”, dimana ratusan ribu mahasiswa memimpin protes, pemogokan, dan pendudukan banyak universitas dan ratusan sekolah yang berlangsung berbulan-bulan. Protes-protes pelajar-mahasiswa ini mengkritik pendirian publik pemerintahan pertama Bachelet dan pemerintahan Pinera karena keduanya belum memenuhi tuntutan-tuntutan utama pelajar-mahasiswa.

Federasi mahasiswa tidk mendukung capres maupun partai politik manapun di pemilu sebelumnya namun protes-protes mereka berhasil mengangkat pendidikan sebagai isu utama. Hasilnya Bachelet kemudian mengadopsi elemen-elemen pokok tuntutan pelajar-mahasiswa dalam platformnya.

Empat mantan pimpinan mahasiswa, termasuk dua juru bicara protes-protes 2011 yaitu Giorgio Jackson dan Camilla Vallejo, kemudian terpilih sebagai anggota Konres.

Para mantan pimpinan mahasiswa di Kongres dan para pimpinan federasi-federasi mahasiswa mengatakan mereka akan kembali turun ke jalan memprotes pemerintah bila Bachelet tidak menerapkan janji-janjinya terkait pendidikan.

Kaum pelajar-mahasiswa Chile telah menunjukkan apa yang bisa dimenangkan dengan protes-protes yang terorganisir. Melalui program Bachelet, uang yang dibayarkan mahasiswa Chile untuk mendanai pendidikan mereka akan berubah dari yang paling tinggi di OECD menjadi di antara yang paling rendah.

Dalam jangka waktu enam tahun, sementara para mahasiswa Indonesia masih terbebani komersialisasi pendidikan, mahasiswa Chile sudah akan menikmati pendidikan tinggi gratis. Gerakan pemuda mahasiswa Indonesia yang menentang komersialisasi pendidikan perlu belajar banyak dari gerakan pelajar-mahasiswa di Chile.

*diterjemahkan dari tulisan Ray Polglaze berjudul “Chile: Students set to Win Free Higher Education” di Green Left Weekly. Diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan dipublikasikan ulang via Bumi Rakyat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

MENA Solidarity Network

Solidarity with Workers in the Middle East

Indonesian Peoples' Alliance (IPA)

Movement for Peoples Sovereignty and Trade to Serve the Peoples!

Maruti Suzuki Workers Union

Inquilab Zindabad! Mazdoor Ekta Zindabad!

wonosobo bergerak

Pijar Harapan untuk Rakyat

WONOSOBO BERGERAK

Pijar Harapan untuk Rakyat

SEKBER

sekolah bersama

Jurnal Ari

Coretan iseng pengelana

Insatiable Booksluts

Voracious readers tell you if that book is going to suck.

Ughytov's Blog

Just another WordPress.com site

Shiraz Socialist

Because there have to be some lefties with a social life

LKIP

Lembar Kebudayaan IndoPROGRESS

Partai Rakyat Pekerja Komite Kota Makassar

SOSIALISME, Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja. SOSIALISME, Solusi Bagi Krisis Kapitalisme

boemipoetra

In A Time Of Universal Deceit, Telling The Truth Is A Revolutionary Act

Berita Buruh Indonesia

sebagai SEKOLAH PERANG, SERIKAT BURUH TIDAK terkalahkan

Working Indonesia

A Blog Covering Labor Activism in Indonesia

ARTIKEL BURUH

buruhberjuang.wordpress.com

Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung

SATU dan BERSATU oleh PERS & karena MAHASISWA

Home

One voice, unify power, unify actions for workers rights

%d blogger menyukai ini: