Buruh Migran Melawan Eksploitasi Ekstrim di Dubai

wpid-buruh-migran-melawan-eksploitasi-ekstrim-di-dubai.jpg.jpeg

Selasa 10 Maret 2015, ratusan buruh konstruksi melakukan mogok ilegal secara singkat di lokasi konstruksi Fountain Views di Dubai. Pemogokan ini menunjukkan bagaimana kontradiksi-kontradiksi eksplosif serta memburuknya hidup dan kondisi kerja yang ditanggung para buruh migran di Teluk sudah mencapai titik dimana represi dan intimidasi tidak cukup untuk menundukkan para buruh.

Para buruh melakukan mogok sebagai respon terhadap pemotongan upah terkini serta terhadap penurunan kualitas makanan yang diberikan Perusahaan Konstruksi Arab.

Dalam satu jam, polisi setempat langsung mendatangi para buruh yang mogok. Mayor Jenderal Khamis Mattar Al Mazeina, Komandan Polisi Dubai, menanggapi pemogokan itu dan menjelaskan, “Polisi Dubai menginterfensi dan berhasil memecahkan isu ini kurang dari satu jam, setelah para buruh dijanjikan bahwasanya tuntutan-tuntutannya akan dipertimbangkan secara seksama.” Disini kita bisa bertanya, “Dipertimbangkan untuk kepentingan siapa? Kepentingan buruh atau majikan?”

Uni Emirat Arab (UAE), merupakan daerah yang mana negara menyediakan sokongan besar terhadap perusahaan-perusahaan konstruksi raksasa dan perusahaan-perusahaan lainnya yang mempekerjakan para buruh migran. Misalnya, UAE, bersama negara-negara Teluk lainnya, menggunakan sistem “Kafala” untuk mengawasi para buruh migran. Sistem ini memberikan wewenang pada perusahaan-perusahaan swasta untuk mengeluarkan visa-visa kerja kepada para pekerjanya serta menentukan status hukumnya. Kesewenang-wenangan merupakan hal yang umum karena para majikan bisa mengancam para buruhnya dengan deportasi kalau tidak tunduk.

Sistem Kafala adalah salah satu alasan mengapa hampir delapan juta kelas buruh migran di UAE cenderung tidak sering mogok meskipun mereka menderita kondisi kerja yang mengerikan. Alasan lain dari kurangnya protes adalah serikat-serikat, pemogokan-pemogokan, dan demonstrasi-demonstrasi publik dianggap ilegal di UAE. Karenanya Perusahaan Konstruksi Arab mengatakan, “Situasi ditangani sesuai hukum perburuhan UAE dan kontrak-kontrak kerja.” Perlu dicamkan bahwasanya hukum perburuhan di UAE dirumuskan negara dengan sangat menguntungkan para majikan.

Meskipun demikian para buruh di Fountain Views turun ke jalan. Kapitalisme semakin membuat terdesak para buruh migran, dan semua buruh di seluruh dunia sehingga tidak punya pilihan ain selain melawan eksploitasi brutal sistem ini, tak peduli sekecil apapun kesempatan mereka untuk menang.

Sementara kapitalisme secara internasional tengah berada di krisis mendalam tanpa pemulihan riil yang bisa kelihatan, para penguasa UAE mencoba memplester sistem mereka yang membusuk melalui pembangunan-pembangunan konstruksi masif. Misalnya, pemerintah UAE kini membangun bandar udara raksasa di Dubai yang menghabiskan 32,7 miliar dolar AS. Selain itu UAE juga akan menjadi tuan rumah World Expo 2020 yang memicu booming besar konstruksi.

Para kapitalis dari Keemiratan dan negaranya takut bahwa gangguan perburuhan apapun akan memicu berjuta buruh migran lainnya di UAE untuk menempuh aksi serupa. Potensi gerakan skala besar dari buruh migran merupakan suatu kemungkinan yang sangat besar. Sepanjang booming konstruksi baru ini banyak buruh akan paham bahwa tanpa kerja keras mereka majikan tidak mungkin bisa menumpuk keuntungan. Para buruh akan mendapatkan kepercayaan dirinya dan berjuang. Mengapa pihak otoritas sangat ingin menyelesaikan pemogokan ini akan bisa kita lihat dengan jelas melalui sudut pandang ini.

Suatu perjuangan melawan Keemiratan yang represif dan melawan eksploitasi ekstrim akan bermakna suatu perjuangan demi suatu sistem dimana kelas buruh yang mengatur sendiri urusan mereka serta menguasai kekayaan yang selama ini telah mereka produksi untuk kelas penguasa; ini artinya perjuangan sosialisme.

*ditulis oleh Jack Rising pada Senin 16 Maret 2015 sebagaimana dipublikasikan In Defence of Marxism dan diterjemahkan serta diterbitkan ulang dalam bahasa Indonesia via Bumi Rakyat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

MENA Solidarity Network

Solidarity with Workers in the Middle East

Indonesian Peoples' Alliance (IPA)

Movement for Peoples Sovereignty and Trade to Serve the Peoples!

Maruti Suzuki Workers Union

Inquilab Zindabad! Mazdoor Ekta Zindabad!

wonosobo bergerak

Pijar Harapan untuk Rakyat

WONOSOBO BERGERAK

Pijar Harapan untuk Rakyat

SEKBER

sekolah bersama

Jurnal Ari

Coretan iseng pengelana

Insatiable Booksluts

Voracious readers tell you if that book is going to suck.

Ughytov's Blog

Just another WordPress.com site

Shiraz Socialist

Because there have to be some lefties with a social life

LKIP

Lembar Kebudayaan IndoPROGRESS

Partai Rakyat Pekerja Komite Kota Makassar

SOSIALISME, Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja. SOSIALISME, Solusi Bagi Krisis Kapitalisme

boemipoetra

In A Time Of Universal Deceit, Telling The Truth Is A Revolutionary Act

Berita Buruh Indonesia

sebagai SEKOLAH PERANG, SERIKAT BURUH TIDAK terkalahkan

Working Indonesia

A Blog Covering Labor Activism in Indonesia

ARTIKEL BURUH

buruhberjuang.wordpress.com

Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung

SATU dan BERSATU oleh PERS & karena MAHASISWA

Home

One voice, unify power, unify actions for workers rights

%d blogger menyukai ini: